Borneo FC vs Persiba Balikpapan
BONTANG – Kebobolan dua gol dalam laga terakhir kontra Bhayangkara FC jadi catatan serius pelatih kiper Borneo FC, Luizinho Passos. Meski tidak mengucilkan penjaga gawang utamanya, Muhammad Ridho, beberapa poin jadi bahan evaluasi jelang derby Kaltim besok (25/9).
Demi perbaikan, pria berkepala plontos itu menargetkan clean sheet kontra Persiba Balikpapan. Ambisi itu coba diwujudkan dengan melatih keras Ridho serta pelapisnya, Nadeo Argawinata.
“Sejak berlatih di Samarinda, seluruh kiper saya kasih menu berat. Bisa ditanya ke Ridho atau Nadeo bagaimana pola latihan yang saya berikan,” tutur Luiz, sapaanya.
Latihan Luiz memang dikenal “kejam”. Tidak hanya mengandalkan daya tahan pemain, berbagai pola dikombinasikan untuk melatih respons dan reaksi terhadap bola.
Bola yang digunakan Luiz banyak macamnya. Mulai ukuran bola tenis hingga yang sangat besar. “Sebenarnya pola latihan sama dengan intensitas yang berat. Saya ingin semua kiper Borneo FC tangguh saat berlatih dan bertanding,” jelas Luiz.
Ditilik laga terakhir kontra Bhayangkara FC, Luiz menganggap performa Ridho sudah baik. Dua gol dari lawan dianggap kontroversial. Yang pertama berbau offside dan berikutnya sepakan penalti “gaib”.
Terlepas kebobolan dua gol, Luiz tetap memercayakan posisi penjaga gawang utama kepada Ridho. Selagi kondisinya masih fit, dirinya enggan melakukan rotasi. “Ridho bagus dalam komunikasi dengan pemain bertahan. Nadeo juga pemain muda bertalenta. Tapi, saya pasang yang paling siap,” imbuh Luiz.
Pertahanan sejatinya bukan masalah besar buat Borneo. Di Liga 1, kebobolan Pesut Etam masuk jajaran paling sedikit. Hanya Persib Bandung (23) dan Persija Jakarta (16) jebol lebih sedikit dari klub asal Samarinda tersebut. Borneo juga mampu clean sheet tiga kali dari enam laga terakhir, termasuk atas tim terproduktif, Bali United (54 gol).
Ridho sendiri mengaku siap tempur kontra Persiba. Absen pada derby Kaltim putaran pertama karena cedera, dia ingin membalas kekalahan 2-3. “Utama sekali ingin kasih kemenangan untuk tim. Kami harus bisa buktikan kalau main kandang usiran juga bisa dapat tiga poin,” tutur Ridho.
Harus melakoni laga kandang usiran merupakan pengalaman pertama Ridho berkompetisi di Tanah Air. Menurutnya, mau bermain di mana pun tidak jadi soal karena sudah menjadi aktivitas rutin.
“Semoga bisa jadi pengalaman berharga, terutama untuk saya dan pemain lain. Clean sheet belakangan, yang penting menang,” pungkasnya. (*/abi/bby/kpg/zul)







