Safaruddin: Teruskan Pembangunan, Pengganggu Berurusan dengan Saya
SANGATTA – Hidayatullah terpaksa mendatangkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, untuk menertibkan oknum yang diduga mengganggu tanah Pesantren Hidayatullah yang terletak di Kenyamukan Sangatta Utara.
Selain menetralisir gangguan tersebut, Hidayatullah langsung meletakkan batu pertama pembangunan Masjid dan Pesantren Tahfis Quran Yayasan Hidayatullah.
Kapolda sendiri yang turun tangan peletakan batu pertama tersebut. Kemudian disusul Bupati Kutim Ismunandar, Ketua DPRD Mahyunadi, serta tokoh masyarakat H. Hamsah.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin meminta terus dilanjutkan pembangunan pesantren ini. Pasalnya, pesantren merupakan milik ummat. Untuk menyampaikan da’wah.
“Jalan saja terus pembangunannya. Kalau urusan orang yang suka ganggu, itu urusan saya. Saya yang akan meletakkan pertama,” tegas Kapolda yang dikabarkan akan meramaikan bursa gubernur tersebut.
Katanya, peletakkan batu pertama ini wajib segera dilaksanakan. Sehingga Kutim memiliki wadah untuk menimba ilmu agama.
“Ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah. Jika di dunia ini hanya tiga saja yang akan menyelamatkan kita. Pertama ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan anak yang salih dan salihah. Jadi lanjut saja jangan takut ada masalah. Untuk memulai maka harus ada peletakan batu pertama,” kata pria yang juga berprofesi sebagai ustad tersebut.
Sementara itu, Bupati Kutim Ismunandar mengatakan, sangat mendukung langkah Hidayatullah dalam membuat pesantren di lokasi ini. Ini merupakan lokasi strategis .
“Ini baik sekali. Bangunan masjid dan pesantren di sini sangat baik bagi generasi muda. Bisa mencetak generasi islami,” katanya.
Dirinya selaku pemerintah mendukung penuh pembangunan ini. Bahkan siap membantu dalam proses pembangunan. Semakin cepat maka akan lebih baik.
“Kami sangat mendukung hal ini. Lanjutkan saja terus pembangunannya,” katanya. (dy)







