• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Dekati ODHA dengan Konselor

by BontangPost
5 November 2017, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Suwanto 
(LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Suwanto (LUKMAN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

MENGETAHUI jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) bukan hal yang mudah. Karena, masih banyak dari mereka yang belum mau terbuka dengan kondisi kesehatan yang dialami. Karena itu dibutuhkan peran konselor voluntary counseling and testing (VCT) yang diharapkan mampu mendekati ODHA. Sehingga dapat mencegah dan menanggulangi penyebaran HIV-AIDS.

Ketua Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) Kaltim, Suwanto memaparkan, dibutuhkan konselor terlatih agar bisa mendapat kepercayaan dari ODHA. Karena pada dasarnya ODHA memiliki sifat menutup diri. Tanpa ada konselor yang bisa dipercaya, ODHA tidak akan membuka identitasnya.

“Karena dengan konselor ini, mereka (ODHA) percaya sekali. Akhirnya kasus apapun, apakah dia terdeteksi HIV-AIDS atau apa, akan terus terang kepada konselor,” kata Suwanto yang dilantik pada 31 Oktober lalu.

Baca Juga:  Sengketa Lahan ‘Hantui’ Proyek Tol 

Untuk itu, PKVHI telah memiliki serangkaian program meliputi pelatihan konselor-konselor baru. Menurutnya dengan diketahuinya informasi dari ODHA oleh konselor, bisa ditentukan langkah-langkah yang mesti dilakukan ke depan. Agar ODHA dapat hidup normal layaknya orang biasa. Tindakan yang dilakukan biasanya berupa pengobatan dan perawatan secara rutin.

Meningkatnya angka pengidap HIV-AIDS di Kaltim, menurut Suwanto disebabkan masyarakat masih belum paham informasi HIV-AIDS yang benar. Dalam hal ini masyarakat baru akan memeriksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya apabila telah merasakan sakit.

“Padahal pemeriksaan ini penting apalagi bagi mereka yang berisiko tinggi HIV-AIDS. Yang berisiko tinggi itu misalnya sering ke lokalisasi, sering pakai narkoba,” ungkapnya.

Baca Juga:  TEPI Siap Bangun Stage dan Tribun, Berharap Tepian Mahakam Lebih Indah Dipandang 

Dia menjelaskan, pada tahap-tahap awal memang penderita HIV tidak merasakan sakit. Akan tetapi virus sudah bersarang di tubuhnya. Sayangnya, baru ketika sudah merasa sakit mereka memeriksakan diri ke rumah sakit. Akhirnya setelah dites, diketahui positif HIV. Padahal kalau tes dilakukan di tahap-tahap awal, kualitas hidup penderitanya masih bisa dioptimalkan.

“Daripada dia datang sudah stadium empat, itu agak sulit memang. Apabila masih stadium awal dan minum obat secara patuh, insyaallah, hanya Allah yang menentukan,” sebut Suwanto.

Tetapi bila tidak minum obat ARV, virus terus menyerang kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang turun terus-menerus membuat virus, bakteri, dan kuman-kuman akan masuk ke dalam tubuh. Pada akhirnya terjadi penyakit bermacam-macam. Akibatnya, ODHA menderita penyakit serius dan tidak bisa ditolong.

Baca Juga:  Pertambangan Mulai Merambah Kawasan Permukiman, Warga Desa Mulawarman Kian Terdesak 

Kesadaran masyarakat yang masih kurang akan bahaya HIV-AIDS punya peran dalam peningkatan jumlah ODHA. Suwanto mengakui faktor yang penyababnya terbilang banyak. Di antaranya hubungan seksual berganti-ganti pasangan, kemudian narkoba suntik, transfusi darah, kemudian dari air susu ibu yang sudah terinfeksi HIV-AIDS bisa menularkan pada bayinya.

“Sudah kami programkan sosialisasi tengang pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS ini. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, juga dengan instansi dan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait. Karena soal HIV-AIDS ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan,” tandasnya. (luk)

Tags: Metro Samarindaodha
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

HIV-AIDS Incar Kaum Ibu

Next Post

Safaruddin: Jaang Wakil Saya

Related Posts

Nasib ODHA di Bontang; Ada yang Terlantar, Bangkit Lewat Kelompok Sebaya
Advertorial

Nasib ODHA di Bontang; Ada yang Terlantar, Bangkit Lewat Kelompok Sebaya

2 Desember 2020, 16:48
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.