SANGATTA – Program Satu RT satu septic Tank atau sistem komunal merupakan hal yang baru di Sangatta selatan. Banyak yang menolak sistem ini.
Ada beberapa alasan penolakan sebagian warga. Pertama, dianggap jorok, diklaim akan gagal dan tepenting banyak warga sudah memiliki WC masing .
Sehingga metode septic tank komunal ini dianggap tidak tepat ditawarkan kepada warga yang sudah memiliki WC. Metode ini seharusnya untuk warga pedalaman yang masih menggunakan sungai, hutan dan tempat lainnya untuk membuang kotoran.
Atau dilokasi yang sangat padat penduduk. Bukan diperkotaan dengan lokasi yang baru berkembang seperti Sangatta.
“Ada beberapa lokasi yang mencoba tetapi gagal. Makanya saya enggak mau gabung dalam sistem komunal ini. Terlebih jorok juga. Karena sama sama septic tank. Khawatirnya lagi kotoran tidak sampai ke septic tank nya,” ujar Rido warga Sangatta Selatan.
Mskipun begitu, tak semua warga yang menolak. Ada pula yang menerima. Seperti di RT 03 Marga Rukun Gang Gunung Teknik Sangatta Selatan. Meskipun ada sebagian warganya enggan bergabung.
Alasan diterimanya program ini ialah untuk menghemat tempat, menjaga kebersihan, serta limbah dapat dimanfaatkan. Tak kalah penting ialah gratis.
Hanya saja, tawaran tersebut masih terbatas. Untuk Sangatta Selatan saja masih satu RT yang mendapatkan jatah. Yakni RT 03 Gunung Teknik Gang Masjid Sangatta Selatan saja. Begitupun Sangatta Utara masih terbilang minim. Masih sekira tiga RT. Yakni RT Gang Durian dan Teluk Lingga.
“Pertama di tawarkan di Kelurahan Singa Gewe. Tetapi warganya enggak ada respon. Jadi dialihkan ke kami (RT 03 Sangatta Selatan). Kami terima saja,” Ketua RT 03 Wartoyo.
Sistem komunal ini lanjutnya, bisa melayani 30 hingga 40 orang. Tinggal melihat tingkat kejauhannya. Jika masih tergabung dalam satu kelompok bisa lebih dari itu.
“Kemungkinan ditempat kami hanya bisa 40 lebih saja. Karena lokasi septic tank nya berada lebih tinggi ketimbang sebagain perumahan warga. Tapi hampir memenuhi semuanya,” katannya.
Sementara itu, Ustad Tambar cukup menyambut baik program ini. Karena akan membantu masyarakat sekitar. Terlebih bagi mereka yang WC nya sudah terbilang lama.
“Bagus sekali. Pertama tidak sembarangan juga WC nya. WC terjaga. Limbahnya bisa diolah. Bahkan katanya, air dari limbah tersebut sangat bersih. Karena dilakukan beberapa kali penyaringan,” katanya. (dy)







