BONTANG – Sebanyak 213 unit laptop rencananya akan diberikan secara simbolis pada upacara peringatan Hari Guru, 25 November mendatang. Meski demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang masih melakukan koordinasi untuk memastikan hal tersebut. Tahun ini Pemkot Bontang hanya memberikan untuk guru SMP Negeri terlebih dulu.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan 213 unit laptop, yang merupakan Bagian Umum Disdik Bontang, Rizal Muhammad Nur mengatakan, belum ada kepastian jadwal untuk pembagian 1 laptop 1 guru tersebut.
“Memang kami merencanakan saat Hari Guru, tetapi ini masih koordinasi,” jelas Rizal saat dihubungi Bontang Post, Kamis (16/11) kemarin.
Dikatakan dia, pemberian 1 laptop untuk 1 guru itu sifatnya hak pakai dan bukan hak milik. Sehingga, jika guru yang bersangkutan pindah atau pensiun maka laptop tersebut dikembalikan ke sekolah. Namun jika pindah ke sekolah lain, maka bisa dipinjamkan lagi di tempat baru guru tersebut mengajar. Hal tersebut dikarenakan, pengadaan laptop masuk dalam asset Pemkot Bontang yakni Disdik Bontang.
“Memang bisa dibawa pulang, tetapi ketika pindah itu dikembalikan,” ujarnya.
Untuk spek laptopnya, Rizal mengatakan disamaratakan untuk semua guru. Sedangkan anggarannya, pihaknya tidak mau menyebutkan karena berada di bagian perencanaan. Namun proses pengadaannya sudah dilakukan dan tidak melalui lelang, karena hanya melalui katalog pembelanjaan.
“Prosesnya sudah selesai,” imbuh dia.
Mekanisme pemberiannya, Rizal mengaku masih dilakukan koordinasi dari tim teknisnya. Sehingga ketika disinggung untuk guru PNS saja atau dengan guru Non PNS, Rizal tak bisa mengatakannya.
“Ini masih pembahasan teknisnya seperti apa, termasuk rencana pembagiannya,” ungkapnya lagi.
Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, tahun ini akan membagikan 213 laptop untuk guru SMP negeri di Bontang. Hal itu merupakan komitmen Neni bersama Wawali Basri Rase untuk merealisasikan janjinya di awal kepemimpinannya beberapa waktu lalu. Keduanya berjanji akan membagikan 1 guru 1 laptop, tetapi pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
“Tahun ini guru SMP Negeri, tahun depan kami akan berikan untuk guru SD Negeri Insya Allah,” ungkap Neni pada acara Pembukaan Seleksi Porseni di TK YPK beberapa waktu lalu.(mga)







