BONTANG – Selasa (21/11) mendatang, sebanyak 220 orang akan menerima santunan kematian. Kasi Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Ali Katuwo mengatakan, jumlah ini berdasarkan kuota yang telah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2017.
“Selasa penyerahan santunan kematian secara massal sekira 220 orang,” kata Ali.
Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan saat anggaran murni dengan total bantuan 256 orang. Namun, ia telah menyiapkan langkah antisipasi jikalau terdapat beberapa orang yang tidak mendapatkannya.
“Jika masih tersisa beberapa orang, nantinya itu akan dibayarkan di tahun berikutnya,” paparnya.
Padahal, Dissos-P3M menargetkan 300 orang di anggaran perubahan ini. Pasalnya, berdasarkan perhitungan hingga bulan Juni terdapat 30 orang yang melakukan proses administrasi pengajuan santunan kematian. Jikalau ditambah dengan sisa anggaran sebelumnya yang belum terbayarkan maka muncul angka tersebut.
“Saya hitung tambahan untuk perubahan 300. Tapi itu prediksi saya,” ulasnya.
Namun, dikarenakan kondisi keuangan daerah mengalami defisit maka hanya disetujui 220 orang. Nantinya tiap orang akan memperoleh Rp 1 juta. Proses rekapitulasi sudah dilakukan tetapi belum dapat mengklasifikasikan tiap kelurahan yang ada.
“Saat ini masih sesuai nomor antrean,” ucapnya.
Dissos-P3M juga mengupayakan proses pengajuan santunan kematian berlangsung secara maksimal. Ketika calon penerima santunan tersebut dating, maka dalam beberapa detik pengurusan selesai.
Ia berharap proses penyerahan dapat berjalan dalam satu hari, dan dapat diserahkan langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. (*/ak)







