SANGATTA-Sebanyak 16 orang pengurus Ikatan Keluarga Alumni Kehutanan Sekolah Tinggi Pertanian (IKA Kehutanan Stiper) Kutim dilantik, di Gedung Serba Guna (GSG), Bukit Pelangi, Kamis (24/11) kemarin.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Kutim Ismunandar serta para pejabat di lingkup Pemkab Kutim.
Dalam sambutannya, Bupati Ismunandar meminta kepada pengurus IKA Kehutanan yang baru dilantik bisa bersinergi penuh dengan pemerintah, dengan memberikan ide dan solusi demi kemajuan Kutim ke depan.
“Pemerintah membutuhkan generasi muda untuk membantu pemerintah membangun Kutim. Salah satunya ialah mencari terobosan baru tentang solusi pendangkalan air sungai akibat abrasi,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Ismu turut memuji mahasiswa kehutanan. Pasalnya, mulai tahun 70-an hingga saat ini masih saja berjaya. Bahkan, diakuinya sangat mudah mendapat pekerjaan karena begitu banyak yang membutuhkan.
“Tetapi memang sedikit agak menurun saat ini peminatnya. Karena kurangnya kawasan hutan akibat pertambangan,” ungkapnya.
Melihat hal terebut, keberadaan IKA kehutanan diharapkan dapat kembali mengembalikan hutan seperti semula.
“Tahun 90-an dan saat ini semakin berkurang kawasan hutan akibat pertambangan. Maka itu, pekerjaan orang kehutanan sangat di butuhkan untuk merehabilitasi kawasan bekas tambang,” pinta Ismu.
Sementara itu, Ketua IKA Kehutanan Kutim Azis Ali Achmadi mengatakan dalam pelantikan ini pihaknya mengambil tema “Dengan Jiwa Rimbawan, Kita Optimalisasi Peran Ikatan Alumni Kehutanan Stiper Kutim dalam Menyukseskan Gerakan Pembangunan Desa Mandiri dan Terpadu”.
“Kami mengharapkan kawasan hutan botani yang ada di Bukit Pelangi dikelola IKA Kehutanan bersama mahasiswa Kehutanan Stiper Kutim. Kami juga memohon agar kawasan hutan pendidikan Stiper yang ada di Karangan diperluas yang saat ini hanya 20 hektare. Agar ketersediaan air bersih di Karangan tetap terjaga hingga 30 sampai 40 tahun yang akan datang,” papar Azis. (dy/ver/sos)







