• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Di Jerman, Neni Suarakan Komitmen Lingkungan Hidup

by BontangPost
28 November 2017, 11:50
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
KOMITMEN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menghadiri Conference of The Parties to The United Nations Framework Convension on Climate Change ke-23, di Bonn, Jerman, 8 hingga 13 November 2017 lalu. (Dokumentasi Pribadi)

KOMITMEN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menghadiri Conference of The Parties to The United Nations Framework Convension on Climate Change ke-23, di Bonn, Jerman, 8 hingga 13 November 2017 lalu. (Dokumentasi Pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Bontang mendapat undangan International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI), yaitu organisasi kota-kota di dunia yang memiliki kepedulian lingkungan, untuk menghadiri pertemuan Conference of The Parties to The United Nations Framework Convension on Climate Change ke–23 (COP23) 8 hingga 13 November 2017, di Bonn, Jerman.

MERUPAKAN suatu kehormatan yang sangat besar bagi Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama suaminya H Andi Sofyan Hasdam dapat hadir di pertemuan tersebut. Pasalnya, COP23 hanya dihadiri oleh wali kota di dunia termasuk Amerika Serikat, yang dinilai memiliki komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Kehadiran Neni Moerniaeni pada pertemuan internasional seperti ini bukan pertama kali, namun hampir setiap pertemuan yang digagas oleh ICLEI, termasuk pada pertemuan COP23 yang bertujuan untuk menurunkan tingkat emisi dan memperlambat terjadinya pemanasan global. Pihak ICLEI melihat kesungguhan dan keseriusan Wali Kota Bontang dalam menangani masalah lingkungan di Kota Taman.

Dalam pertemuan COP23 tersebut, Neni menyampaikan kerusakan lingkungan di kota kecil seperti Bontang, sebetulnya tidak ada artinya jika diproyeksikan pada persoalan lingkungan secara nasional apalagi internasional. Namun bagi wali kota perempuan pertama di Kota Bontang ini, tidak ada masalah yang besar jika tidak mulai dari kecil.

Dan lagi pula, persoalan lingkungan sangat terkait dengan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, di balik berbagai persoalan dalam masalah lingkungan yang berasal dari sumber energi, dengan tegas dan pasti mengambil beberapa langkah penting yaitu dengan menyediakan lampu-lampu jalan bersumber energi solar, penghematan penggunaan bahan bakar oleh PNS dengan berangkat ke kantor bersama-sama dengan menggunakan bus dan mewajibkan bagi pasangan yang akan menikah dan bagi PNS yang akan naik pangkat untuk menanam pohon.

Baca Juga:  Harapkan Sampah Warga Diangkut oleh KSM

“Coba kita tengok betapa banyaknya persoalan lingkungan di Kota Bontang baik persoalan lingkungan darat, laut dan udara. Jika hal ini tidak disadari, maka suatu saat akan timbul persoalan pelik yang bisa berdampak pada menurunnya kualitas hidup masyarakat. Untuk itu mental peduli dari pada lingkungan mulai sekarang harus kita tanamkan dalam diri dimulai pada diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang berada disekitar kita,” jelasnya.

Langkah selanjutnya yang diambil adalah dengan menggiatkan penanaman pohon, termasuk penanaman pohon bakau di wilayah pesisir. Mengingat penanaman pohon bakau dipesisir sangat penting artinya.

“Selain dapat menjaga agar tidak terjadi erosi pantai, juga menjadi habitat bagi hewan laut. Dan yang tidak kalah pentingnya, bahwa pohon bakau merupakan salah satu pohon yang dapat menekan tingkat emisi karbon ke udara,” terangnya.

Baca Juga:  Kapal Terlambat, Penumpang Jenuh 

Berbagai masalah yang bisa menyebabkan terjadinya degradasi lingungan di Bontang lanjutnya adalah didaratan. Di mana terdapat persoalan sangat mendasar seperti pemenuhan kebutuhan air masyarakat. Saat ini, kebutuhan air dipenuhi dari air bawah tanah. Menurutnya hal ini tentu memiliki risiko sangat besar, terutama akan terjadinya intrusi air laut.

Dan jika hal tersebut terjadi, maka jawabannya ada dua, pertama mendatangkan air dari Sungai Mahakam dengan pipanisasi atau melalui proses menawaran air laut (desalinasi). Pilihan desalinasi kata wali kota secara teknis tidaklah sulit, namun biayanya sangat besar dan pasti akan membebani masyarakat. Oleh karena itu, sebelum air bawah tanah kritis, yang paling mudah dilakukan adalah dengan melakukan penanaman pohon untuk menahan air bawah tanah.

“Pembahasan selanjutnya yang saya angkat dalam COP23 di Bonn, Jerman, adalah masalah penghematan energi. Karena penghematan ini akan secara langsung menekan tingkat emisi dan menghemat bahan bakar yang sumbernya semakin sedikit. Sebagai solusinya banyak ahli yang sudah bicara pada penyediaan sumber energi terbarukan seperti nuklir, solar dan energy hidro dan angin. Bahkan Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat menekankan agar tidak lagi menggunakan batubara sebagai sumber energi. Tentu ini masih sulit diikuti oleh Indonesia yang masih pada tahap pemenuhan tingkat elektrifikasi masyarakatnya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Belasan Siswa SMA Diduga Keracunan

Namun demikian Neni Moerniaeni menyatakan bahwa masih sangat banyak persoalan lingkungan yang harus dibahas, termasuk hadirnya perusahaan di tengah masyarakat yang selain membawa manfaat positif berupa devisa untuk negara, adanya dana CSR serta manfaat ketenaga kerjaan. Namun yang tetap perlu dicermati adalah pencemaran udara yang berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat. Tentu inipun memerlukan penelitian yang mendalam.

“Dalam permasalahan lingkungan ini tidak mungkin dapat ditangani jika hanya pemerintah yang peduli. Kesadaran masyarakat sangat diperlukan sehingga Kota Bontang menjadi kota yang betul-betul ramah lingkungan dan kualitas hidup masyarakatnya menjadi semakin baik,” tuturnya.

Bonn adalah kota kecil di Jerman yang merupakan salah satu kota di dunia yang sangat ramah lingkungan. Sedangkan pertemuan COP  bukan hal yang asing karena COP13 pernah dilaksanakan di Bali pada tahun 2007 yang lalu ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden SBY, dan tercatat sebagai salah satu COP yang sukses dan berhasil walaupun dalam pelaksanaannya terjadi berbagai dinamika dan suasana panas, namun akhirnya menghasilkan konsep “shared vision dan mitigation” berupa Bali Road Map. (hms/andi)

 

 

Tags: bontanglingkungan hidup
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

TNI-Polri Dibenturkan soal Papua

Next Post

Dody Mangkir di Panggilan Kedua

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.