SANGATTA – Warga Gang Syamsul, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur, tepatnya di km 3 Jalan Poros Sangatta-Bontang mendadak heboh. Ini lantaran informasi dari salah satu warga yang menyebut adanya orang hilang.
Kala itu pukul 2.30 wita dinihari (8/12). Warga ramai berkumpul di halaman rumah berwarna biru, tempat tinggal korban. Tinggal bersama paman dan bibinya, Jumiati (20) diduga keluar dari rumah melalui jendela di kamar tidurnya.
Tiba-tiba saja pihak keluarga mendengar suara hentakan benda jatuh ke tanah tepat di posisi kamar korban. Tidak menunggu lama, paman dan bibi korban bergegas menghampiri sumber suara. Ketika diperiksa, ternyata kamar korban sudah kosong dengan kondisi jendela terbuka.
Sulaiman, paman korban, kemudian memanggil warga lainnya. Di tengah gelap malam, warga berbondong-bondong mencari korban yang diduga sedang kemasukan makhluk abstral. Sebab, sejak pukul 17.00 wita, sehari sebelum kejadian, korban terlihat diam dan terus menyendiri. “Memang sering kesurupan. Kami khawatir larinya ke dalam hutan,” ujar Sulaiman.
Pencarian yang dilakukan hingga matahari terbit itu tidak membuahkan hasil. Pihak keluarga kemudian menghubungi Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Kutim untuk meminta bantuan. Tidak hanya Basarnas, pencarian melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kutim, petugas pemadam kebakaran, TNI dan Polri dimulai pukul 7.00 wita.
“Pencarian sempat dihentikan pukul 11.00 Wita. Karena sebagian petugas atau anggota tim, melaksanakan salat Jumat. Kemudian pukul 13.00 Wita pencarian kembali dilakukan,” papar Kepala Markas PMI Sangatta Wilhemus.
Dia menerangkan, menurut keluarga, sebelum kejadian korban tidak punya masalah. Hanya saja, gelagatnya terlihat aneh, seperti orang kesurupan. Tak berapa lama korban pun langsung kabur dari rumah.
“Proses pencarian dibagi menjadi beberapa regu untuk menyusur ke beberapa titik,” sebutnya.
Akhirnya, kata pria yang akrab disapa Ewil ini, setelah berupaya keras mencari korban, sekira pukul 15.00 Wita korban ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ditemukan kondisinya mengalami depresi dan ada kemungkinan juga dehidrasi.
“Korban sudah ditangani tim medis. Kemudian sekitar pukul 15.30 Wita tim pencarian dibubarkan,” ucap Ewil. (aj)







