SANGATTA – Program Smart Regency atau Kabupaten Pintar yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sleman, ternyata menarik minat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sebab, diterapkannya program tersebut akan meningkatkan kolaborasi antara warga dengan pemerintah kabupaten dalam segala hal. Baik soal pembangunan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan pelayan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar warga lainnya.
“Kami kan sudah study tiru di Kabupaten Sleman. Jadi saat berbincang tadi yah didukung lah,” ucap Bupati Kutim Ismunandar, usai mendengarkan pemaparan terkait Program Smart City dari PT Telkom, Senin (11/12).
Hanya saja kata dia, untuk menerapkan program tersebut di Kutim tidak mudah. Karena luas wilayah Kutim yang cukup besar. Sementara fasilitas sarana pendukungnya belum memadai. Sehingga, sebelum program itu berjalan, maka perlu dilengkapi terlebih dahulu.
“Kalau cuma di Sangatta saja kan sudah lancar. Nah makanya kami minta seperti di Busang, Tanjung Mangkaliat, Sandaran dipasangkan (fasilitas penunjang, Red.) dulu,” ujarnya.
Oleh karena itu, sebagai tahap awal kata Ismu, Pemkab akan coba melakukan kajian untuk menerapkannya di Sangatta terlebih dahulu untuk Smart Regency. Bahkan, kedepan akan dikembangkan lagi lebih jauh menjadi Smart Vilage.
“Karena disini (Sangatta, Red.) sudah siap, jadi mau kami kaji dulu. Setelah sukses baru di kembangkan ke wilayah lain,” sebut Ismu.
Untuk mempersiapkan program tersebut, kata dia, Pemkab menunjuk Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Kominfo) Kutim sebagai penanggungjawab dan pelaksananya. Sehingga, diharapkan bisa lebih fokus karena sesuai bidangnya.
“Saya belum lakukan evaluasi lagi. Tapi, kami sudah tunjuk Kominfo yang bertanggungjawab untuk mempersiapkannya,” katanya. (aj)







