BONTANG – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang mengimbau agar masyarakat Bontang tidak bepergian dulu untuk sementara waktu. Terutama, ke daerah-daerah yang sudah dinyatakan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Demi untuk mengantisipasi agar tidak terkontaminasi wabah difteri.
Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Diskes-KB Bontang Bahauddin. Kata dia, sejauh ini di Bontang masih terbilang aman. Meskipun memang sebelumnya terdapat satu anak balita yang di suspect difteri. Namun hasil pengecekan secara keseluruhan ternyata pasien tersebut negatif difteri dan sudah boleh pulang dari RSUD Taman Husada Bontang. “Tetapi kami sudah lakukan populasis atau pencegahan kepada keluarga dan tetangganya untuk antisipasi,” jelas Bahauddin saat ditemui di ruangannya, Kamis (4/1) kemarin.
Mengingat beberapa wilayah di Kalimantan Timur sudah ada yang menyatakan status KLB difteri seperti Kutai Timur (Kutim), Bahauddin mengharapkan agar masyarakat Bontang untuk sementara waktu menghindari bepergian ke tempat yang sudah dinyatakan KLB. Kalaupun harus bepergian dalam keadaan terpaksa, sebaiknya menghindari orang yang sedang sakit batuk, pilek, dan bersin-bersin. “Difteri ini sangat cepat penularannya, jadi diminta untuk waspada kalau bisa pakai masker. Untuk Balikpapan, Tenggarong, dan Samarinda saya belum tahu apa sudah menyatakan KLB atau belum, karena yang jelas sudah ditemukan juga kasus difteri di wilayah itu,” ungkap mantan Kabid Pelayanan di RSUD Taman Husada Bontang.
Sebagai upaya pencegahan, lanjut dia, Diskes-KB Bontang sejak merebaknya wabah difteri di beberapa tempat sudah melakukan antisipasi dengan memberikan sosialisasi baik di kecamatan maupun di kelurahan. Pihaknya juga sudah mengirim surat ke sekolah-sekolah yang ada di Bontang untuk mewaspadai penyakit difteri. “Kami imbau mereka yang belum lengkap imunisasi dasar agar segera mendatangi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas ataupun Posyandu,” ujarnya.
Saat ini, Bahauddin juga menyatakan bahwa pihaknya sedang mendata daerah mana saja yang cakupan imunisasinya kurang. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat sadar untuk membawa anaknya melakukan imunisasi
Seperti diketahui, difteri merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang penularannya melalui udara. Gejala penyakit difteri ini yakni sakit tenggorokan, demam, sulit bernafas dan menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung. Kelenjar getah bening di leher membengkak dan terasa sakit, serta terdapat membran tebal berwarna abu-abu yang menutupi belakang kerongkongan.
Dari gejala tersebut, Bahauddin meminta agar masyarakat yang mengalami gejala seperti itu segera datang ke fasilitas kesehatan. “Kami sudah waspada jika ada batuk pilek maka akan ditanya sudah bepergian dari mana, karena kami tak mungkin mencegah orang bepergian, tetapi untuk antisipasi,” pungkasnya. (mga)







