“Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, pasien yang sudah dipulangkan dari rumah sakit, kami pastikan bebas dari virus difteri. Ia bebas berinteraksi dengan siapa saja. Kami berharap masyarakat tetap berkomuniasi seperti biasa dengan pasien,” dr. Osha Rafshodia, Kepala UPTD Surveilans Informasi Dinkes Samarinda
SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mengimbau masyarakat agar tidak menghindari pasien yang diduga terserang virus difteri. Pasalnya, baru-baru ini berkembang isu di sejumlah kecamatan di Kota Tepian, pasien yang sudah dipulangkan dari rumah sakit cenderung dihindari, karena dianggap menyebarkan virus yang mematikan tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Surveilans Informasi Dinkes Samarinda, dr. Osha Rafshodia menyatakan, pasien yang sudah dipulangkan dari rumah sakit dipastikan 100 persen bebas dari penyakit difteri. Sehingga, masyarakat tidak perlu takut berinteraksi dengan pasien.
“Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, pasien yang sudah dipulangkan dari rumah sakit, kami pastikan bebas dari virus difteri. Ia bebas berinteraksi dengan siapa saja. Kami berharap masyarakat tetap berkomuniasi seperti biasa dengan pasien,” ujarnya, Jumat (26/1) lalu.
Walau begitu, pasien difteri yang sudah dipulangkan akan tetap dikontrol petugas rumah sakit. Karena sebulan setelah dinyatakan bebas dari virus difteri, pasien akan divaksinasi.
“Vaksinasi ini bukan karena yang pasien masih mengidap penyakit difteri. Tetapi untuk menjaga ketahanan tubuhnya. Tujuannya, agar ke depan tidak terserang penyakit yang sama,” jelasnya.
Kasus virus difteri berasal dari 11 kelurahan di Samarinda. Antara lain Kelurahan Handil Bakti, Simpang Pasir, Gunung Lingai, Sungai Pinang Dalam, Gunung Kelua, Mangkupalas, Bengkuring, Makroman, Karang Asam, Sidomulyo dan Sempaja Selatan. Karenanya, pasien yang pernah dirawat di rumah sakit berasal dari kelurahan-kelurahan tersebut.
Sementara itu, upaya menghentikan penyebaran virus yang menular melalui udara itu terus dilakukan Dinkes beserta sejumlah rumah sakit, posyandu, organisasi profesi, dan organisasi non-profesi. Hal itu dilakukan dengan mengimunisasi seluruh pelajar di sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA.
Sampai Kamis (25/1) lalu, Dinkes sudah memvaksinasi 53.445 orang. Vaksinasi ini sebagai salah satu langkah pelaksanaan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditetapkan pemerintah pada 15 Januari lalu.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin, silahkan datang ke posyandu, rumah sakit, atau Dinkes. Boleh datang meminta vaksin, asal jangan berbondong-bondong datang pada waktu bersamaan,” tandasnya. (*/um)







