• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Rusmadi Dari Akademisi menjadi Birokrat

by BontangPost
5 Januari 2018, 11:31
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
RUSMADI

RUSMADI

Share on FacebookShare on Twitter

KIPRAH Rusmadi dalam pemerintahan sejatinya bukan murni berasal dari birokrasi. Melainkan, mengawali karier sebagai seorang akademisi. Lulusan terbaik Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Mulawarman (Unmul) tahun 1986 ini memulai kerja sebagai tenaga honor di Balai Informasi Pertanian di bawah Kantor Wilayah Kementerian Pertanian di Samarinda tahun 1987.

Mengikuti seleksi penerimaan PNS di Unmul, Rusmadi akhirnya diterima sebagai dosen di almamaternya mulai 1988. Sembari melanjutkan pendidikan pascasarjananya di Universitas Brawijaya yang kala itu bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Gelar S2 di UGM diraih Rusmadi pada tahun 1992 dengan dengan predikat cumlaude.

Tidak berhenti di situ, Rusmadi kemudian mengejar gelar S3 ke Filipina. Di Universitas Los Banos, Rusmadi menyelesaikan pendidikan S3 bergelar doctor of philosopy alias PhD tahun 2001. Gelar doktornya ini sendiri dilabeli honor of society of agriculture, Gamma Sigma Delta.

Baca Juga:  Pemprov Diminta Banyak Berinovasi 

Karier sebagai akademisi di Unmul perlahan menanjak. Dari dosen biasa, Rusmadi menjadi Sekretaris Pusat Penelitian Pengembangan Wilayah Unmul dalam rentang 1996-1998. Kemudian, menjadi Asisten Direktur Program Magister Pertanian dalam tempo 2002-2005.

Berikutnya dia menjadi Pembantu Dekan Bidang Akademik, Fakultas Pertanian Unmul antara 2005 sampai 2008. Hingga pada akhirnya menjadi Dekan Fakultas Pertanian Unmul yang dijalaninya dalam rentang waktu 2008-2009.

Selain diajarkan pada para mahasiswa, ilmu yang dikuasai Rusmadi juga diterapkan dalam membantu program-program pembangunan di Kaltim. Dia sering diminta membantu penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk daerah-daerah yang ada di Kaltim.

Saat masih menjadi akademisi, Rusmadi juga terlibat dalam kegiatan non government organization (NGO). Salah satunya dalam program Building Institution for Good Governance atau disingkat BIGG. Dalam program yang diselenggarakan International City County Management (ICMA) ini, Rusmadi banyak bersentuhan dengan fungsi budgeting.

Melalui keaktifannya di NGO ini, Rusmadi kerap berhubungan dengan pihak legislatif dan eksekutif. Dari situ dia banyak belajar mengenai penyusunan anggaran yang di kemudian hari akrab dihadapinya kala bekerja di Pemprov Kaltim.

Baca Juga:  Ratusan Pelamar Gagal Ikuti Seleksi CPNS

Tidak bisa dimungkiri, kiprah sebagai akademisi sekaligus pegiat NGO ini membuat nama Rusmadi banyak dikenal. Termasuk oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang pernah menjadi dosen Rusmadi di bangku kuliah.

Dengan latar belakang keilmuan ekonomi pertanian yang dimiliki, Rusmadi dianggap kompeten membantuPemprov Kaltim dalam pembangunan yang tengah digalakkan. Apalagi Awang Faroek selaku gubernur di masa awal kepemimpinannya memiliki visi dan misi menjadikan Kaltim sebagai pusat agroindustri.

Dari seorang akademisi, Rusmadi dipercaya gubernur menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim tepatnya 2 Februari 2009. Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bappeda inilah, Pria kelahiran 30 Oktober 1962 asal Sungai Dama, Samarinda ini  menyusun program transformasi ekonomi yang menjadi tulang punggung pembangunan Kaltim saat ini.

Baca Juga:  Dewan Pesmistis Target Tercapai

Beberapa penghargaan diraih Kaltim berkat program-program yang dirintis Rusmadi sebagai Kepala Bappeda. Di antaranya yaitu Pangripta Nusantara dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2015 dan Bhumandala Award tahun 2016. Pun begitu, empat tahun berturut-turut sejak 2014, Kaltim selalu mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Di tahun 2013, Rusmadi dipercaya menjadi pelaksana tugas (plt) sekprov Kaltim. Dia menggantikan Sekprov Kaltim sebelumnya, Irianto Lambrie yang ditugaskan menjadi pejabat gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). Hingga pada Februari 2016 silam, Rusmadi secara definitif diangkat menjadi Sekprov Kaltim. Setelah sebelumnya secara gemilang lolos dalam proses seleksi yang dilakukan. (luk)

Tags: Metro Samarindarusmadi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tertinggi di Polling, Rusmadi Mundur

Next Post

Tak Ingin ‘Melawan’ Gubernur

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.