Rachman Wahid
Pemimpin Redaksi Bontang Post
Era digitalisasi saat ini telah memaksa semua jenis media untuk mampu berinovasi, termasuk media cetak. Karena hanya dengan mengikuti era, media cetak seperti koran akan mampu bertahan.
Sebagai sebuah media, koran sudah diuji sejak lama apakah bisa bertahan atau tidak. Mulai dari kemunculan radio, televisi hingga saat ini media online.
Dahlan Iskan mengatakan, sejak lama koran diramalkan akan mati karena gempuran media online. Tapi kenyataannya, koran masih tetap hidup sampai sekarang. Justru media online yang kini sedang dibunuh oleh media sosial. Sedangkan koran masih tetap hidup, karena mau mempertahankan kualitas berita. Hal tersebut dikatakan mantan Menteri BUMN tersebut saat saya berkunjung ke kediaman beliau, November lalu.
Koran bisa saja mati, tapi tak menutup kemungkinan untuk bertahan. Untuk bisa hidup atau mati, ada syaratnya. Koran kalau tidak beradaptasi dan tidak dijaga mutunya, maka betul-betul akan mati.
Nah, cara beradaptasi yang paling bisa dilakukan koran di era saat ini ialah dengan melakukan berbagai inovasi. Hal ini juga dilakukan koran lokal konten pertama di Kota Taman, Bontang Post, hingga mampu bertahan di tengah gempuran persaingan media. Salah satu inovasi yang kami lakukan ialah berupaya menerapkan perwajahan yang lebih segar. Dengan perwajahan yang apik dan tidak monoton, jelas akan lebih menarik bagi pembaca. Selain berinovasi, kami juga harus menyajikan “berita lebih” dari jenis media lainnya. Jika radio, televisi, dan media online lebih mengutamakan kecepatan berita, kami justru bermain pada pendalaman berita dan ketepatan.
Selain inovasi berupa perwajahan yang menarik, dalam era konvergensi media ini, tak hanya koran Bontang Post yang dituntut mengikuti perkembangan zaman, tapi para wartawan-wartawan juga harus siap ikut berkembang.
Sebagai ujung tombak informasi, wartawan tidak boleh pernah merasa cukup informasi. Wartawan saat ini diwajibkan mampu menyerap semua info yang ada
Wartawan zaman now juga dituntut untuk mampu multitasking, yakni mengerjakan berita untuk semua jenis media, baik cetak maupun online. Wartawan Bontang Post wajib paham menempatkan dan memilih berita yang menarik untuk edisi cetak maupun online. Terintegrasi dengan portal berita Bontangpost.id, kini pembaca setia Bontang Post juga dapat mengakses beberapa berita populer maupun headline yang ada di koran melalui portal berita kami. Caranya pun mudah. Pembaca cukup mengunduh aplikasi Scan QR Code secara gratis dari smartphone, baik Android maupun iOS. Kemudian, buka aplikasi tersebut dan dekatkan smartphone Anda dengan QR Code yang ada di koran. Secara otomatis, Anda akan langsung terhubung dengan berita-berita yang terbit di portal bontangpost.id.
Untuk produk berita, kami juga akan menyajikan rubrik In Depth News, di mana Bontang Post akan mengupas lebih dalam isu-isu menarik yang ada di Kota Taman dan rubrik Clearing House of Information yang akan mengungkap fakta atau hoax sebuah berita.
Jadi, di era teknologi saat ini mau tutup atau tetap bertahan adalah pilihan, dan bersaing bukan berarti saling menjatuhkan. Yang mampu beradaptasi yang akan terus bertahan. Selamat datang di zaman digital, selamat datang di Bontang Post yang baru. (***)







