SANGATTA – Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan memiliki program anyar, yaitu bedah rumah warga. Sasaran utama warga pedalaman. Tidak seluruhnya, akan tetapi diprioritaskan warga paling miskin diantara yang miskin.
Munculnya program ini setelah dirinya bergerilya di beberapa kecamatan di Kutim. Hasil blusukan itupun melahirkan program bedah rumah.
Dijelaskannya, dari hasil kunjungannya, ditemukan banyak rumah yang tak laik huni. Khususnya bagian kamar mandi dan WC. Padahal, dua hal itulah merupakan wadah sakral yang seharusnya baik dan bersih.
Akan tetapi, pada program ini tidak hanya tertuju pada WC dan kamar mandi saja. Namun semua lokasi yang dianggap tidak laik. Seperti kamar tidur, atap, lantai dan lainnya.
“Karena kami lihat masih banyak di Kutim yang hidup di bawah garis kemiskinan. Di daerah pedalaman masih banyak. Jadi kami akan melakukan bedah rumah setiap bulannya di kecamatan – kecamatan,” ujar Kapolres Ristiawan.
Program ini tidak melibatkan siapapun. Akan tetapi inisiatif dari Polres Kutim itu sendiri. Itupun, dilakukan secara swadaya tanpa paksaan.
“Jadi swadaya saja. Kami patungan sesama polisi. Hasilnya, kami buatkan bedah rumah untuk masyarakat. Ya ini program saya untuk dunia dan akhirat kelak,” katanya
Hanya saja, bagi mereka yang ingin berpartisipasi dipersilahkan. Baik masyarakat umum, perusahaan maupun media sendiri. Semua terbuka lebar. Karena program ini tertuju kepada masyarakat. Semua untuk kepentingan masyarakat.
“Saya sih enggak mau masuk surga sendiri. Saya mau mengajak yang lain juga. Siapa yang mau mari gabung kita kerja sama sama. Kalau tidak mau tidak masalah. Kami kerja sendiri saja sama masyarakat,” katanya sembari tertawa.
Disinggung masalah waktu realisasi, dirinya mengaku masih melakukan komunikasi aktif di internal polisi. Hanya saja, kemungkinan paling lambat ialah akhir bulan Januari ini.
“Kan saya baru beberapa hari menjabat. Sabar saja. Tunggu tanggal mainnya. Ini kami masih terus melakukan pemantapan. Intinya lebih cepat lebih baik,” katanya. (dy)







