SANGATTA- Menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Kutim, Dinas Kesehatan (Diskes) mengaku mengucurkan anggaran sebesar Rp 450 juta.
Perlu diingat, anggaran tersebut bukan untuk pembelian vaksin atau fasilitas suntik massal, akan tetapi khusus dipergunakan sebagai dana konsumsi dan transportasi logistik.
Sedangkan vaksin, didapat secara cuma-cuma. Yakni dari pemerintah provinsi (pemprov) yang dipinjamkan dari Kukar dan Paser.
“Anggaran KLB difteri Rp 450 jutaan. Sebagian besar untuk operasional pelaksaan ORI,” ujar Kadiskes Bahrani Hasanal.
Anggaran dan bantuan vaksin, lanjut mantan Dirut RSUD tersebut, sudah terpenuhi seluruhnya. Bukan untuk Kutim, akan tetapi khusus di dua kecamatan. Yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Itupun, tidak semua masyarakat, akan tetapi di khususnya kepada mereka yang masih berusia 0-19 tahun. Target tuntas ialah sebanyak 50 ribu orang.
“Sementara kami anggap cukup. Karena anggaran tersebut hanya untuk konsumsi dan logistik. Sedangan vaksin sudah aman. Kami dapat bantuan provinsi,” katanya.
Suntik difteri masih berlanjut hingga saat ini. Poskonya sudah ditentukan. Salah satunya di puskesmas masing masing. Suntik massal ini akan terus disuarakan. Sehingga semua masyarakat khususnya anak anak bisa melakukan suntik difteri.
“Jadwalnya Bulan Januari, Februari dan Agustus. Kami buka terus. Jadi silahkan bagi orang tua bawa anaknya dan ajak keluarga serta tetangga yang belum di suntuntik untuk mendapatkan vaksin,” katanya. (dy)







