BONTANG – Kelurahan Tanjung Laut Indah (TLI) menjadi yang pertama melaksanakan Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di wilayah Kecamatan Bontang Selatan, Senin (19/2) malam lalu. Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Tanjung Laut Indah, kegiatan ini menghasilkan 206 usulan.
Dalam pelaksanaan Musrenbang tersebut, dihadiri Camat Bontang Selatan Asdar Ibrahim, Anggota DPRD Bahtiar Wakkang, Lurah Tanjung laut Indah Rosianton Herlambang, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, 33 Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, Karang Taruna, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Polsek Bontang Selatan, dan perusahaan yang berada di lingkungan Tanjung Laut Indah.
Lurah TLI Rosianton Herlambang mengatakan, tujuan Musrenbang untuk menggali usulan kegiatan permasalahan–permasalahan yang ada di masing-masing RT, untuk menyampaikan aspirasi keluhan masyarakat yang dibutuhkan. Kata dia, di Kelurahan Tanjung Laut Indah rata –rata mengusulkan masalah infrastruktur seperti jalan, parit, dan jembatan.
“Dalam musrenbang ini, sebanyak 206 usulan akan dikerucutkan menjadi 25 usulan oleh tim delegasi. Tim delegasi merupakan kesepakatan dari RT 5 orang. Dari tim ini akan menentukan usulan yang prioritas,” katanya.
Dia menyarankan kepada masyarakat, dalam melaksanakan rembuk warga di lingkungan RT melihat persoalan lingkungan, kondisi sosial, pengentasan kemiskinan, peningkatan perekonomian kerakyatan.
“Selama ini dari tahun ke tahun kami amati, usulan warga kebanyakan masalah peningkatan infrastuktur kegiatan fisik. Padahal, persoalan sosial dan kepemudaan juga sangat penting diperhatikan. Pemerintah disamping melaksanakan kegiatan fisik, yakni peningkatan infrastuktur juga menangani masalah kesejahteraan sosial masyarakat,” ungkapnya.
Mantan lurah Telihan Bontang Barat itu berharap, dari hasil musrenbang untuk skala prioritas yang belum terealisasi, nantinya dapat diwujudkan melalui dana aspirasi dewan yang sekarang di sebut Pokok pikiran dewan (Pokir).
“Masyarakat juga harus memahami pada kondisi Bontang saat ini. Karena semua kegiatan tidak terlepas dari anggaran,” pungkasnya.(*/wan/adv)






