• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Ini Penyakit Paling Banyak Diderita Warga di Kutim 

by BontangPost
22 Maret 2018, 11:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
EDUKASI: Dokter Gigi Kutim ajarkan siswa cara sikat gigi yang tepat, di SDN 006 Sangatta Selatan, Rabu (21/3).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

EDUKASI: Dokter Gigi Kutim ajarkan siswa cara sikat gigi yang tepat, di SDN 006 Sangatta Selatan, Rabu (21/3).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Kerusakan di rongga gigi dapat berdampak pada penyakit-penyakit serius, seperti gangguan ginjal, jantung, bahkan stroke. Sehingga kerusakan gigi menduduki posisi 10 penyakit terbanyak diderita masyarakat Kutai Timur (Kutim). Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kutim, memberikan edukasi tentang cara yang benar menyikat gigi dibeberapa sekolah dasar di Sangatta.

Ketua PDGI Kutim, Dwi Agustina mengatakan kesehatan gigi dan mulut masyarakat akan masuk pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Riskesdas merupakan survei lima tahunan yang diadakan Kementerian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Hasilnya dapat digunakan untuk menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, terutama kesehatan gigi pada anak.

“Kami mengadakan edukasi ke sekolah dasar untuk megajarkan mereka perihal kesehatan gigi dan mulut, yang bersamaan dengan peringatan hari kesehatan gigi dan mulut sedunia. Kami melihat masih sangat banyak anak yang belum memahami cara menyikat yang benar agar terhindar dari karies atau gigi keropos,” ujarnya saat ditemui di SDN 006 Sangatta Selatan, Rabu (21/3).

Baca Juga:  Tambah Pengalaman, MAC Berangkatkan 22 Atlet 

Ketua pelaksana WOHD, Marten Tandi mengungkapkan walau kesadaran warga terhitung tinggi untuk menyikat gigi, namun ada hal lain yang kurang diperhatikan.
Banyaknya makanan yang menyebabkan kerusakanan jaringan keras gigi. Terutama makanan yang dikonsumsi anak-anak dan mengandung gula.

“Walaupun sudah menyikat gigi dengan rutin, namun jika anak masih sering mengonsumsi permen atau coklat, maka gigi mereka akan cepat keropos,” ujarnya.

Menurutnya cikal awal kerusakan gigi disebabkan dari perubahan warna, dari putih menjadi abu-abu. Hal tersebut menandakan gigi tersebut sudah mengalami pengeroposan. Setelah itu akan mengalami kerusakan parah.

“Bersama dengan kegiatan yang perdana dilaksanakan di Kutim ini, kami ingin menekan angka kerusakan gigi pada anak saat mereka berusia diatas 12 tahun kelak. Jadi kami mengajarkan sejak dini, dimana status kerusakannya sangat rentan dibanding orang dewasa,” Kata salah satu dokter gigi di Kutim tersebut.

Baca Juga:  Anggota Polres Ikut Dibidik

Dirinya berharap semua ilmu yang disampaikannya dapat ditanamkan anak-anak sejak saat ini sampai kapanpun. Selain itu, pengetahuan baru ini dapat menjadi motivasi bagi anak untuk mengajak orangtua agar menyikat gigi dengan benar pada pagi dan malam hari.

“Saya sangat berharap dengan memberikan pelajaran seperti ini, setiap anak mampu mengimplementasikan di rumahnya masing-masing. Selain itu juga dapat mengajak orangtuanya agar membantu memerhatikan kesehatan gigi dan mulut pada anak,” jelasnya.

Perihal tindak lanjut, timnya akan kembali memeriksa kesehatan gigi siswa-siswi tersebut pada tiga minggu mendatang. Hal tersebut berkaitan dengan penelitian yang akan mereka rekap ditahun 2018 ini.

“Untuk mengetahui jumlah kesehatan gigi anak di Kutim, kami mengimbau pada guru untuk dicek setiap minggunya. Kemudian diminggu ke tiga, kami akan datang kembali untuk pengecekkan dan pendataan,” tutupnya. (*/la)

Baca Juga:  Satu Embung untuk Mengairi 54 Hektare Sawah 
Tags: GigikesehatanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PT ATM Sayangkan Sikap Kemenag

Next Post

Edukasi Siswa Demi Mencapai KLA 

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.