SANGATTA- Pemkab Kutim, kembali memanjakan para pertani. Sebelumnya di Kecamatan Rantau Pulung, kini di Kecamatan Kaliorang.
Dua kecamatan ini dibuatkan embung air atau tempat penampungan air jumbo untuk pengairan warga. Baik untuk kebutuhan warga maupun mengairi lahan pertanian.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kaliorang, Agustina mengatakan pembangunan embung di Desa Bangun Jaya sudah dikerjakan beberapa bulan lalu. Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Mulai Juni dikerjakan dan di jadwal selesainya November,” katanya melalui pesan singkat, Sabtu (17/11) kemarin.

Wanita yang kerap disapa Tina tersebut menjelaskan, kolam penampungan air tersebut berukuran 18 x 26 meter. Mampu memenuhi kebutuhan persawahan hingga puluhan hektare lahan pertanian. “Diperkirakan bisa sampai 54 hektar. Hanya antisipasi jika datangnya bulan kemarau saja,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian, Sugiono membenarkan jika terdapat pembangunan embung di sejumlah Kecamatan. Ada tujuh pembagunan Embung yang tersebar di Kutim. Salah satunya di Rantau Pulung dan Kaliorang.
“Untuk kecamantan Kaliorang, tahun ini mendapatkan dua embung. Ada di Desa Bangun Jaya dan Citra Manunggal Jaya,” katanya.
Di kesempatan berbeda, salah satu masyarakat Kaliorang Ade Basir Al- Musana merasa senang atas pembangunan embung ini. Selain berfungsi mengairi sawah pada musim kering, bisa juga digunakan untuk keperluan rumah tangga.
“Bisa dipakai buat keperluan mencuci, mandi dan lain-lain. Jadi sangat membantu sekali warga sekitar,” katanya.
Karena, pada saat musim kemarau, warga cukup kesulitan mencari air bersih. Warga hanya mengandalkan air sungai. “Tetapi kalau kemarau panjang, pernah juga air sungai hampir kering. Kalau ada embung pasti sangat membantu. Tetapi saran saya, embungnya dikasih pagar. Jangan sampai makan korban,” harapnya. (dy)







