• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Program Kusuka Belum Optimal 

by BontangPost
17 April 2018, 11:31
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Baharuddin Demmu(DOK/METRO SAMARINDA)

Baharuddin Demmu(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Program Kartu Pelaku Usaha Perikanan (Kusuka) tampaknya masih belum menyentuh para nelayan Kaltim. Pasalnya, sejak digulirkan 2016 lalu oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), masih banyak nelayan di Bumi Etam yang belum memilikinya.

Untuk itu, DPRD Kaltim meminta Pemprov Kaltim melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tingkat provinsi dan kabupaten untuk menyosialisasikan Kusuka tersebut. Pasalnya kartu tersebut sudah bergulir sejak 2016 lalu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Baharuddin Demmu menyebut, Kusuka sudah pernah disosialisasikan penyuluh perikanan dari KKP RI. Sejauh ini, banyak nelayan masih memegang kartu nelayan yang lama. Kartu nelayan memiliki batasan waktu penggunannya. Begitu juga fungsi dan manfaatnya yang terbatas bagi nelayan.

Baca Juga:  Belanda Terus Menggempur, Para Pejuang Terkepung

“Kusuka itu memiliki fungsi untuk asuransi dan terhubung dengan perbankan. Sehingga sangat bermanfaat bagi nelayan. Jika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan luka atau kematian, melalui Kusuka nelayan bisa mengklaim asuransi,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, Minggu (15/4) kemarin.

Dia menjelaskan, di tahun pertama kala pemerintah pusat memperkenalkan Kusuka, nelayan tidak perlu membayar biaya tahunan asuransi. Nelayan baru diminta membayar sekira Rp 170 ribu di tahun kedua.

“Bagi nelayan yang ikut harus bayar asuransi. Kalau dulu mereka diminta bayar Rp 170 ribu tiap tahun. Tapi di awal peluncurannya, pemerintah membebaskan biaya bagi nelayan. Di tahun kedua, nelayan harus bayar sekitar Rp 170 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Penerima Beasiswa Mesti Didata

Mantan pengurus Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim itu mengatakan, dilihat dari fungsinya yang begitu luas dan bermanfaat bagi perlindungan nelayan, pemerintah perlu mengambil langkah agar nelayan di Benua Etam segera mendapatkan Kusuka.

“DKP harus turun ke lapangan, sosialisasikan kartu itu. Jangan sampai program pemerintah pusat yang sangat bermanfaat ini tidak ditindaklanjuti pemerintah daerah. DKP provinsi dan kabupaten harus responsif menyosialisasikan program ini,” tegasnya.

Kata dia, pemerintah daerah dan penyuluh di bawah naungan KKP RI dapat bekerja sama memasyarakatkan Kusuka. Tujuannya diharapkan seluruh masyarakat Kaltim mendapatkan kartu tersebut.

“Nah selama ini saya belum melihat langkah DKP provinsi dan kabupaten. Padahal hampir setahun lebih kartu itu bergulir, sama sekali tidak ada sosialisasi tentang program ini. Kecuali yang dilakukan penyuluh perikanan Kaltim,” sebutnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: KUSUKAMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Oknum Mahasiswa Nyambi Bisnis Sabu 

Next Post

Dua Istri Tentara Diganjar Penghargaan

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Belum Tahan Tersangka Kasus Penganiayaan di Muara Badak, Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.