• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Waspada, Penyakit Menular Intai Janin 

by BontangPost
21 April 2018, 11:02
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
CEGAH PENYAKIT: Petugas memberikan vaksin kepada seorang anak di posko vaksin difteri Sangatta Utara.(DOK/SANGATTA POST)

CEGAH PENYAKIT: Petugas memberikan vaksin kepada seorang anak di posko vaksin difteri Sangatta Utara.(DOK/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Belum selesai menggelar vaksin difteri, Pemkab Kutim bakal disibukkan program Imunisasi Measles Rubella (MR). Imunisasi ini untuk mencegah penyakit rubella yang dapat membuat kecatatan pada anak.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes, dr. Yuwana Sri mengatakan target pelaksanaan imunisasi MR pada September mendatang, usai ORI Difteri tahap tiga.
“Mudah-mudahan vaksin difteri tahap akhir selesai. Jadi pelaksanaan vaksin MR ini bisa segera dilakukan di 18 kecamatan,” ucapnya saat ditemui belum lama ini.
Serangan penyakit rubella sendiri tampaknya tidak membahayakan, namun jika mengalami komplikasi, penyakit tersebut dapat menyebabkan kecacatan. Telebih pada wanita mengandung di usia trimester.

“Rubella memang tidak langsung menyebabkan kematian, namun jika terjadi komplikasi dengan penyakit lain, terutama pada wanita hamil muda. Maka anak yang ada dalam kandungan beresiko mengalami kecacatan bahkan kelainan organ jantung,” terangnya.

Baca Juga:  Hormati Para Tokoh dan Leluhur, Bupati Kunjungi Kesultanan Kutai 

Yuwana berharap kesadran masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Sebab imunisasi merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit.
“Masyarakat diimbau untuk sadar imunisasi dan sadar akan kesehatan anak, sehingga diharapkan tidak absen saat imunisasi measles rubella. Diharapkan pula para tokoh yang terlibat mampu mengajak warga untuk mengikuti vaksin yang hanya dilakukan satu tahapan saja,” ungkapnya.

Menurutnya, vaksin MR tersebut terbilang aman digunakan, karena sudah dipakai diberbagai negara. Imunisasi MR wajib untuk anak usia satu hingga 15 tahun. Agar terhindar dari penyakit measles dan rubella.

“Hingga saat ini kami sudah memasuki tahapan kampanye dan sosialisasi. Semua ini dilakukan sebagai upaya pencegahan. Pasalnya di luar Kutim, secara nasional sudah ada temuan kasus. Jadi jika yang sebelumnya tidak ada, sekarang sudah diwajibkan,” tuturnya.

Baca Juga:  Penyebab Asam Urat pada Generasi Milenial

Program nasional yang dicanangkan sejak 2017 tersebut, telah dilaksanakan di beberapa Kabupaten Kota se Indonesia. Minimnya informasi yang diperoleh masyarakat menjadi alasan dinkes untuk terus melakukan edukasi.

“Program ini sudah berjalan satu tahun. Hanya saja Kaltim dan beberapa daerah lain, seperti Bali baru akan melaksanakan dipengujung tahun ini,” paparnya. (*/la)

Apa Itu Rubella ..

RUBELLA atau campak Jerman merupakan penyakit menular atau infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit. Umumnya rubella ini sering terjadi pada anak dan remaja yang belum mendapat vaksin campak, gondok, dan lain-lain.

Tidak hanya anak yang dapat terserang, tetapi orang dewasa pun ikut terkena penyakit ini. Pada ibu hamil, penyakit ini bisa menyebabkan kematian janin atau cacat bawaan yang dikenal sebagai sindroma rubella kongenital (CRS). Data WHO menyebutkan, sedikitnya 100.000 bayi di dunia lahir dengan CRS setiap tahunnya.

Baca Juga:  Terkait Besaran Dana Porprov 2018, Tetap Optimis Meski Belum Ada Kepastian

Gejala Rubella

– Penderita rubella pada anak-anak biasanya tidak menunjukkan gejala dan gejalanya pun lebih ringan dibandingkan dengan penderita dewasa. Pada umumnya gejala akan muncul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Penyakit ini membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadinya penyakit rubella sampai menimbulkan gejala.

– Gejala-gejala yang sering terjadi ruam kulit menyebar ke tubuh selama 2-3 hari, sakit kepala dan demam ringan, hidung tersumbat, kelenjar getah bening leher dan bagian belakang telinga membengkak. Gejala pada orang dewasa pun sama, namun ada beberapa gejala tambahan, seperti hilangnya nafsu makan konjungtivis (kelopak mata dan bola mata), sendi bengkak, dan nyeri pada wanita usia muda.
*Diolah dari berbagai sumber

Tags: kesehatanPenyakit RubelaSangatta Post
Share3TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tidak Semua Kecamatan di Kutim Punya Dokter Gigi 

Next Post

INGAT!!! Batas Pelunasan Haji 4 Mei 

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.