SANGATTA – Kutim darurat banjir. Ya, Kota Singa ini kembali diterpa banjir yang cukup dahsyat. Sedikitnya lima kecamatan menjadi korban. Yakni, Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Teluk Pandan, dan Rantau Pulung. Hanya saja, dari informasi yang di dapat media ini, Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong turut terancam.
Dari musibah mematikan ini, ratusan rumah terendam. Paling parah di tiga kecamatan. Yakni Sangatta Selatan, Sangatta Utara, dan Bengalon. Kedalaman air bervariasi. Mulai dari sepinggang orang dewasa hingga dua meter.
Dikatakan Kepala Bidang Kedaruratan, Romi, pihaknya sudah melakukan pemantauan lokasi. Bahkan untuk Kecamatan Bengalon, sudah dilakukan pemasangan tenda darurat.
“Kami terus melakukan pemantauan. Jika dibutuhkan tenda, kami akan siapkan. Bahkan logistik sekalipun,” kata Romi.
Tidak hanya BPBD, tim lainnya seperti Basarnas dan aparat kepolisian, turut ikut mengamankan warga. Warga yang terjebak banjir langsung dievakuasi. Mereka diamankan ke dataran tinggi.
“Warga Munthe yang terjebak banjir langsung kami amankan. Mereka kami evakuasi ke tempat aman,” kata Ketua Harian PMI, Wilhelmus.
Tak ketinggalan, Polres Kutim turut membantu penanganan warga. Sedikitnya 12 personil Sabhara dan anggota lainnya turut terjun ke lapangan. Mereka menyasar warga yang membutuhkan bantuan. Khususnya yang terjebak banjir.
“Personil Sabhara sebanyak 12 orang melaksanakan penyelamatan warga yang terkena musibah banjir. Sementara, di Sangatta Selatan sebanyak 6 rumah terjebak banjir setinggi 1.5 meter,” kata Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan.
Baiknya, mereka semua cukup kooperatif saat dievakuasi. Mayoritas anak-anak dan perempuan tua. Sembari melakukan penyelamatan, anggota lainnya giat melakukan patroli bantuan.
“Demi keselamatan, jika ada yang membutuhkan bantuan segera melapor ke kami. Dengan sepenuh tenaga kami akan memberikan bantuan,” kata Ristiawan. (dy)







