SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akhirnya berhasil membuat sebuah aplikasi dengan metode pembelajaran elektronik atau electronic learning (e-learning), yang merupakan inovasi dengan menggunakan internet. Lewat kemajuan teknologi itu, aplikasi tersebut diharap mampu membantu masyarakat, khususnya guru dan peserta didik untuk terus meningkatkan proses belajar mengajar.
Bupati Kutim, Ismunandar mengatakan banyaknya manfaat yang dapat digunakan melalui e-learning. “Banyak manfaat dan kemudahan bagi siswa maupun orang tua murid. Pasalnya aplikasi itu dapat membantu orang tua dalam mengawasi kegiatan anak di sekolah,” katanya.
Dia berharap dengan peluncuran e-learning ini, dapat membantu memudahkan pemerintah dalam memantau kegiatan di sekolah. Tidak hanya itu, ia menjelaskan dilakukannya uji learning ini dengan proses bertahap.
“Kita akan uji learning dengan caranya yang bertahap. Saat ini kita masih mencoba dahulu di Sangatta,” tandasnya.
Senada dengan bupati, Sekretaris Dinas Pendidikan Kutim, Roma Malau menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi saat ini hanya masalah jaringan.
“Kami masih mencoba di SMP 1 dan SMP 2 Sangatta Utara. Sementara ini masih sedikit kesulitan dengan jaringan internet.
Saya berharap, kami sapat menguatkan pendidikan dan memajukan budaya. Agar Kutim setara dengan provinsi lain,” tutupnya.
Plt Kadisdik Roma Malau mengatakan website ini merupakan manajemen berbasis sekolah. Guru yang mengajar tidak memakai kapur lagi, namun sudah digital. Begitupun dalam pengisian rapot dan output nilai tercover dalam sistem anyar tersebut. “Ini pilot project, baru dua sekolah yakni SMPN 1 dan SMPN 2,” katanya.
Dia juga berusaha akan memenuhi program bupati dengan target minimal e- learning ada satu di tiap Kecamatan. Namun yang utama tentu fasilitas pendukung. “Ya pertama kami penuhi infrastruktur pendukungnya terlebih dulu,” katanya. (la/dy)







