• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Waspada Titik Api Saat Kemarau, Tidak Hanya Cuaca, Ulah Manusia Jadi Pemicu 

by BontangPost
18 Mei 2018, 11:00
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
Foto wajah Dandim 0909/SGT, Kamil Bahren Pasha.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Foto wajah Dandim 0909/SGT, Kamil Bahren Pasha.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Musim kemarau dan kekeringan diperkirakan akan melanda Kabupaten Kutai Timur pada pertengahan tahun 2018. Yang berpotensi menimbulkan titik api. Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi Dandim 0909/SGT, Kamil Bahren Pasha.

Menurutnya sejumlah kecamatan di Kutim sangat rentan mengalami kebakaran hutan. Sehingga dirinya sejak jauh hari menyiapkan diri agar siap. melakukan penanganan jika hal tersebut terjadi kembali.

“Banyak sekali titik rawan api di sini. Contoh saja Muara Wahau, Muara Bengkal, dan Sangatta Utara, beberapa waktu lalu sempat memanas, menimbulkan api yang besar. Di sana ada sebanyak 16 titik, tapi syukur saja bisa cepat dipadamkan,” terangnya saat ditemui belum lama ini.

Baca Juga:  Enam Mobdin Belum Dikembalikan Eks Dewan

Tidak hanya itu, dirinya mengatakan kebakaran lahan kerap kali terjadi. Termasuk daerah yang sebelumnya sempat dipadamkan, sangat berpotensi kembali bereaksi. “Beberapa hari lalu ada lagi di Muara Wahau, padahal di kecamatan itu sudah sempat kami padamkan sebelumnya. Kami tidak ingin api itu menyebar, jadi segera dihentikan dengan cepat,” paparnya.

Membuka lahan dapat menjadi salah satu pemicu mudahnya penyebaran api. Menurut Kamil, hal seperti ini cukup berakibat fatal. Pasalnya Indonesia telah dicap menjadi wilayah pengirim asap terbesar ke negara tetangga.

“Pekan lalu titik api yang timbul bukan hanya karena faktor alam, tetapi juga karena ulah manusia. Terutama perluasan lahan, masyarakat yang awalnya ingin membakar lahan hanya satu hektar. Tetapi ternyata menyebar, kemudian meluas menjadi empat hektar karena tidak dipantau, sehingga menyebabkan kebakaran hutan besar. Kami berupaya mencegah, jangan sampai kita terus diberi gelar negara yang merugikan negara terdekat,” ujarnya.

Baca Juga:  Sudah Membeludak, OPD Masih Usulkan TK2D

Dirinya mengimbau pada masyarakat agar saat membakar lahan harus dijaga. Selain itu untuk saling mengingatkan supaya mampu menjaga lingkungan. Baginya hal seperti ini merupakan tanggungjawab bersama bagi seluruh elemen. “Membuka lahan tidak dilaran, hanya saja harus terus diawasi agar tidak meluas,” tandasnya. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kebakaran hutanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gagal Jumatan di Hays

Next Post

Situasi Masih Rawan, Rutin Patroli Hingga Kondisi Kembali Normal 

Related Posts

Belum Genap Triwulan I, Sudah 22 Kasus Karhutla di Kota Taman
Bontang

Belum Genap Triwulan I, Sudah 22 Kasus Karhutla di Kota Taman

9 Maret 2020, 14:00
Karhutla Belum Tuntas, Jambi Berkabut, Riau Membiru
Nasional

Karhutla Belum Tuntas, Jambi Berkabut, Riau Membiru

29 September 2019, 11:00
Kota-Kota Dilanda Kabut Asap: Mata Perih, Dada Sesak, Muntah-Muntah
Feature

Kota-Kota Dilanda Kabut Asap: Mata Perih, Dada Sesak, Muntah-Muntah

16 September 2019, 13:00
Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Kemenhub Minta Pengguna Jasa Transportasi Udara Sabar
Nasional

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Kemenhub Minta Pengguna Jasa Transportasi Udara Sabar

16 September 2019, 11:00
Makin Tak Terkendali, Kebakaran Lahan Menghampiri Bandara APT Pranoto
Kaltim

Makin Tak Terkendali, Kebakaran Lahan Menghampiri Bandara APT Pranoto

16 September 2019, 10:00
Kabut Asap Selimuti Bontang, Kualitas Udara Buruk, Ini Pemicunya
Bontang

Kabut Asap Selimuti Bontang, Kualitas Udara Buruk, Ini Pemicunya

15 September 2019, 10:55

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.