BONTANG – RSUD Taman Husada dibuat geger, setelah pihak rumah sakit mendapat kabar ada pasien yang menguburkan bayi di sekitar gedung. Setelah diusut petugas, rupanya yang dibenamkan di dalam tanah bukan bayi, namun kaki hasil amputasi. Pemilik kaki diketahui adalah pasien yang mengidap penyakit diabetes.
Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, pada Jumat (13/7) lalu sekira pukul 18.00 Wita, seorang saksi bernama Supri (33) warga Kelurahan Gunung Telihan melihat seseorang sedang menggali tanah dengan menggunakan linggis.
“Saksi melihat Sj mengubur sesuatu dan diduga seorang bayi,” jelas Ferry, Minggu (15/7) kemarin.
Keesokan harinya, lanjut Ferry, saksi yang melihat kejadian itu menceritakan ke Rohim tentang hal tersebut dan melaporkan ke petugas sekuriti RSUD Taman Husada Bontang. Usai laporan tersebut, Sabtu (14/7) lalu sekira pukul 18.00 Wita barulah diketahui bahwa yang menguburkan organ adalah Sj (50).
“Dari keterangannya, Sj mengaku bahwa dirinya telah mengubur potongan kaki dari istrinya setelah diamputasi akibat penyakit gula,” terang dia.
Atas kejadian tersebut, Polres Bontang, dikatakan Ferry langsung mendatangi Tempat kejadian Perkara (TKP) di hutan sekitar RSUD Taman Husada. Selain itu, pemeriksaan saksi dan meminta keterangan pelaku pun telah dilaksanakan. Sementara Unit Identifikasi telah melakukan dokumentasi untuk memastikan bahwa organ tersebut adalah hasil amputasi yang sudah dikubur.
“Sj melakukan itu sudah mendapat surat keterangan dari rumah sakit, bahwa organ tersebut benar milik istrinya, dan tidak ada tindakan pidana maka hanya dimintai keterangan saja,” pungkasnya.(mga)







