• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Penderita  MR Tak Terdata

by BontangPost
20 September 2018, 11:03
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
Kadiskes Kutim/ Bahrani Hasanal(Dhedy /Sangatta Post)

Kadiskes Kutim/ Bahrani Hasanal(Dhedy /Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Tak ada data pasti jumlah penderita penyakit campak dan rubella (MR) di Kutim. Namun, Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim meyakini, penderitanya terdapat di Kutim. Namun tak terdata dengan baik. Sebab, penyakit ini masuk kategori umum.

“Kami lemah data. Tetapi ada saja. Kita ketahui juga, jarang yang berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Apalagi kalau di kampung, banyak menggunakan obat tradisional,” ujar Kadis Kesehatan, Bahrani Hasanal.

Memang kata dia, penyakit ini tak begitu membahayakan. Terlebih bagi kalangan dewasa maupun anak-anak. Seperti rubela, penderitanya hanya meriang dan menimbulkan bintik merah. Paling maksimal ialah demam rendah 30-35 Derajat Celcius.

Sedangkan campak, penderitanya bisa gondokan, batuk, pilek, dan paling maksimal demam tinggi.

Baca Juga:  Cegah Pengalihan Lahan Pertanian ke Perkebunan

“Kalau anak-anak dan dewasa biasa saja. Penyakitnya ringan saja. Jika pun terkena,  paling sembuh sendiri,” katanya.

Yang berbahaya kata dia, ialah ibu hamil.  Dikhawatirkan ibu hamil yang terkena penyakit ini, jika terkena, 80 persen dipastikan anaknya terjangkit.

“Jika anak terkena pada triwulan pertama, maka anak bisa buta, tuli, jantung bocor, dan kepala kecil. Bisa juga mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Mereka ini agak rawan,” katanya.

Memang kata dia, penyakit ini tak darurat di Kutim, melainkan hanya di Indonesia secara umum. Meskipun begitu, karena melihat dampak positifnya, makanya dilakukan vaksin massal.

“Kami akui juga, memang haram, akan tetapi dibolehkan. Kita melihat ke depan. Contoh, dulu terdapat penyakit cacar, sekarang tak ada lagi. Karena sudah divaksin semua,” katanya.

Baca Juga:  WASPADA!!! KTP-el Palsu Beredar di Kutim

Mengenai tingkat partisipasi masyarakat, dirinya membenarkan terbilang lamban. Yang sudah mencapai 90 persen baru Kecamatan Muara Wahau. Selebihnya masih merangkak. Rata-rata mencapai 60 persen.

“Kami memaklumi hal itu. Tak dapat dipaksakan bagi mereka yang mempertahankan pendapat jika vaksin MR haram. Yang jelas, kami terus berjalan menjalankan kewajiban. Alhamdulillah, saat ini sudah mencapai 60 persen se- Kutim,” katanya. (dy)

Tags: Sangatta PostVirus MR
Share3TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

RAPBD Perubahan  Rp 4,02 T

Next Post

Cari DPO Penganiayaan, Dapat Pengedar Sabu

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.