• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Gereja Itu Bernama Abbalove

by BontangPost
23 September 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

 

Justru di Amerika. Minggu lalu. Saya baru tahu. Di Indonesia ada gereja bernama ini: Abbalove.

 

Saya tidak menyangka. Akan semeja di restoran Italia. Di Houston, Amerika. Makan malam bersama. Dengan wanita muda. Cantik pula. Elizabeth namanya.

 

Dia wanita Indonesia. Tinggal di Houston sudah lama. Kelahiran Mamassa. Di pedalaman Sulawesi sana.

 

Dia pastor. Baru 1,5 tahun terakhir ini. Pastor di Amerika.

”Gerejanya apa?,” tanya saya.

”✺*@눈_눈,” jawabnya.

 

Dengan suara yang jelas. Saya menelengkan telinga. Merasa tidak mendengar apa-apa.

 

Belum pernah saya mendengar deretan huruf itu. Belum pernah mendengar ada gereja bernama seperti yang diucapkannya.

 

Padahal, rasanya, saya begitu banyak punya teman dari gereja. Begitu sering datang ke perayaan Natal mereka.

”Ejaannya gimana?,” tanya saya.

 

”Belum pernah dengar ya?,” tanyanya balik.

 

”Maafkan. Belum pernah,” jawab saya.

 

Wanita itu mengeja. Dua kali. Ternyata bunyinya ini: Abbalove.

 

Dari kata Abba dan Love.

Abba berasal dari bahasa Ibrani. Lebih tepatnya dari bahasa Aramaic. Satu bahasa yang digunakan dalam pergaulan Yesus. Saat kecil. Itu menurut Elizabeth.

 

Dalam bahasa Arab abba itu menjadi abah. Artinya ayah.

Penamaan Abbalove, kata Elizabeth, memang untuk mencerminkan cinta sesosok bapak. Yesus. Pada anaknya sendiri. Bukan sekedar cinta pada orang lain. Kasih tak terbatas. Tak bersyarat.

Baca Juga:  Hati Baru

 

Gereja ini lahir di Indonesia. Di Jakarta. Yang mendirikan adalah Pastor Eddy Leo. Saat ia masih mahasiswa. Kini, 30 tahun kemudian, baru punya empat gereja. Yang di Jakarta.

 

Gereja kelimanya justru lahir di Amerika. Di Los Angeles. Patornya seorang dokter. Juga asal Indonesia: Pastor Philip Adidaja.

 

Di Indonesia pastor identik dengan pemimpin agama Katolik. Pemimpin gereja Protestan biasa disebut pendeta.

 

Di Amerika sebutannya sama: Pastor.

 

Tidak hanya Abbalove yang masuk Amerika. Banyak juga gereja asal Indonesia. Yang ‘ekspor’ ke Amerika. Bethany, misalnya. Ada di mana-mana. Saya pernah ke yang di Philadelphia.

 

Banyak juga pastor kita yang khotbahnya di sana. Yang paling terkenal tentu saja: Stephen Tong. Yang dari Batu, Malang, itu.

 

Elizabeth dulunya pun sudah Kristen. Di gereja lain. Juga sudah jadi guru sekolah Minggu. Saat tinggal di Balikpapan.

 

Di kota minyak itu pula Elizabeth ketemu masa depannya. Pemuda bule. Asal Amerika. Dari Texas. Bekerja di perusahaan minyak. Yang sekarang menjadi suaminya. Yang memberinya dua anak.

Rumah mertua Elizabeth tidak jauh dari rumahnya di Houston sekarang.

 

Pastor Abbalove yang dokter Los Angeles itulah. Yang membuat Elizabeth pindah gereja. Menjadi pengikut Abbalove. Bahkan kini jadi pastor andalnya.

Baca Juga:  Dua Boys Wardah

 

Sang dokter-pastor datang ke Houston. Bertemu Elizabeth. Sekian tahun lalu. Atas rekomendasi teman Elizabeth di Kuala Lumpur. Dua hari pastor Philip tinggal di rumah Elizabeth.

 

Itulah awal dia jadi jemaat Abbalove.

 

Suaminya juga. Kian intensif. Naik jadi pastor.

 

Sang suami mendorongnya.

Kini rumah Elizabeth berdwifungsi. Merangkap jadi center Abbalove di Houston.

Belum mendirikan gereja. Baru rencana.

 

Sudah 60 orang yang gabung ke Abbalove. Yang sudah dibaptis 17 orang. Selebihnya sudah dibaptis di gereja asal mereka.

 

Pembaptisan itu dilakukan di kamar mandi. Di rumah Elizabeth. Yang diubah jadi tempat pembaptisan. Menggunakan bat tub yang ada.

 

Di Abbalove pembaptisan memang harus menyeluruh. Seluruh badan. Harus basah. Sampai kepala. Harus dimasukkan ke dalam air. Seluruh badan.

Elizabeth sendiri yang membaptis.

 

Setelah didoakan,  yang dibaptis masuk bat tub. Yang sudah diisi air. Penuh. Dengan pakaian komplit. Pakaian biasa. Duduk di dalam bat tub. Tinggal leher dan kepalanya yang masih di atas air.

 

Lalu tangan kiri Elizabeth memegang bagian belakang kepala sang jemaat. Tangan kanan menjepit hidung sang jemaat. Dengan jarinya. Memasukkan kepala sang jemaat ke dalam air. Sekejap. Selesai.

 

Keluarga yang dibaptis menyaksikan. Demikian juga jemaat yang lain. Ikut memberi doa. Memberi tepuk tangan. Ketika permandian selesai.

Baca Juga:  Menjenguk Bu Ani

”Di Jakarta permandian dilakukan di kolam renang,” ujar Elizabeth. ”Yang dibaptis banyak,” katanya.

 

Hampir tiap hari rumah Elizabeth ramai. Banyak jemaat yang datang. Untuk 101. One on One. Curhat. Dan saling curhat.

 

Hubungan antar jemaat dibuat akrab. Kekeluargaan. Ada sistem cell. Satu cell enam keluarga. Jemaat dari luar kota dianjurkan bermalam di rumah jemaat Abbalove setempat. Jangan di hotel. Harus dianggap satu keluarga.

 

Kebaktian tiap Minggu pun tidak disebut kebaktian. Tapi perayaan. Bersenang-senang. Karena Tuhan hadir bersama mereka.

 

Itu juga yang terjadi di Jakarta. Di gereja lain. Yang lagi hit saat ini. Di kalangan anak muda.  Gereja JPCC. Jakarta Praise Community Church.

 

Perayaannya di mall. Penuh sesak. Tiga session sehari.

Benar-benar seperti perayaan. Musik mendominasi. Dengan lagu-lagu gembira. Meriah. Dengan sound system yang hingar bingar. Lagu keagamaan.

 

Tuhan hadir bersama mereka. Saya ikut di dalamnya. Dua bulan lalu. Ikut melihat  kegembiraan itu.

 

Orang Indonesia memang sangat beragama. Yang Islam sangat menonjol semangat ibadahnya. Yang Kristen sangat aktif kegiatannya. Yang Budha saya tahu sekali: juga luar biasa. Yang Hindu sangat mendominasi Bali. Sampai dengan budayanya. Yang Konghucu seperti bangkit sejak dibebaskannya.

 

Indonesia mungkin negara paling religius di dunia. (dahlan iskan)

Tags: dahlan iskan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bawaslu Bongkar 29 APS Caleg 

Next Post

Takut sama Kaus

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.