• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pemerintah Dinilai Tak Serius

by BontangPost
25 September 2018, 11:31
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Baharuddin Demmu(DOK/METRO SAMARINDA)

Baharuddin Demmu(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, pada Jumat (21/9) lalu, di sidang paripurna yang dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Meiliana, melayangkan protes pada pemerintah daerah. Terkait pencemaran Sungai Santan yang terletak di Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Menurut dia, sejak sungai tercemar, ikan yang ada di sungai tersebut banyak yang mati. Padahal, Sungai Santan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga Desa Santan Ilir, Santan Tengah, dan Santan Hulu.

“Saya minta ini ditindaklanjuti. Karena ini sudah kesekian kalinya ikan-ikan mati dan air berubah warna. Kalau bahasanya rakyat, air di sungai itu tinggal dikasih nasi. Sehingga berubah menjadi nasi kuning,” sebutnya.

Baca Juga:  Harga Beras Naik, Pedagang Menjerit 

Dia menduga pencemaran air tersebut terjadi karena adanya tambang batu bara yang beroperasi di hulu Sungai Santan. Diperlukan penelitian lebih lanjut dari pemerintah untuk memastikan dugaan tersebut.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Saya minta dibentuk tim untuk mengecek lokasi dan melakukan penelitian yang sesungguhnya. Sehingga nanti ditemukan penyebabnya. Kalau ditemukan penyebabnya, harus diberikan sanksi,” sarannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Metro Samarinda, Sungai Santan menjadi sumber air bersih serta mengaliri lahan dan tambak masyarakat di tiga desa di Kecamatan Marang Kayu. Belakangan ini, warga setempat tidak lagi menggunakan air di sungai itu karena kualitasnya yang buruk.

Efek jangka panjang dari pencemaran air sungai tersebut, masyarakat sekitar menghabiskan biaya sedikitnya Rp 400 ribu setiap bulan untuk membeli air. Bahkan air sungai tidak dapat lagi digunakan untuk mengairi kolam ikan.

Baca Juga:  KPU Kaltim Datangi Dua Parpol

Seorang warga sekitar, di akhir 2017 menunjukkan pada mahasiswa, terdapat kolam yang kering karena telah lama tidak diisi dengan air. Bahkan ada beberapa warga yang terpaksa membeli air untuk mengisi kolam. Alasannya, supaya ikan yang telah terlanjur dipelihara tidak mati.

Himpunan Mahasiswa Marang Kayu mencatat, sejak 2016 pencemaran telah terjadi di Sungai Santan. Catatan organisasi tersebut, di hulu sungai terdapat tambang batu bara yang dikelola PT Indominco Mandiri.

Pada 24 November 2015, KLHK menarik persetujuan untuk kegiatan pertambangan di Sungai Santan, Sungai Kare, dan Sungai Pelakan. Namun kebijakan tersebut masih meninggalkan sejumlah celah bagi pengusaha untuk melakukan aktivitas pertambangan di hulu Sungai Santan.

Baca Juga:  Soal Lahan Tol, Awang: Enggak Ada Lagi Masalah

Nyatanya, tiga tahun terakhir, citra satelit menangkap terdapat aktivitas perusahaan batu bara di hulu sungai itu. Para mahasiswa sempat mendengungkan akan melakukan ekspedisi untuk menelusuri sungai itu. Sehingga dapat mendesak pemerintah untuk menghentikan aktivitas pertambangan di sungai yang menjadi nadi warga Marang Kayu itu. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarindapencemaran lingkunganSungai Santan
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kaltim Krisis Lahan Pertanian 

Next Post

Kursi Wawali Belum Bertuan 

Related Posts

104 Kasus Pengaduan Pencemaran Lingkungan di Kutim, DLH; Kalau Tak Ditindak, Aturan Hanya Jadi Kertas
Lingkungan

104 Kasus Pengaduan Pencemaran Lingkungan di Kutim, DLH; Kalau Tak Ditindak, Aturan Hanya Jadi Kertas

12 Agustus 2025, 12:14
Tiga Rumah Sakit di Bontang Dapat Peringkat Merah Properlink Daerah
Bontang

Tiga Rumah Sakit di Bontang Dapat Peringkat Merah Properlink Daerah

6 Juli 2025, 11:16
Lowongan Kerja Operator Biodiesel Pabrik CPO Bontang Lestari
Bontang

PT EUP Bontang Dapat Peringkat Merah, Bangun Tangki Tidak Sesuai Amdal

4 Juli 2025, 16:02
Enam Perusahaan di Kutim Dinilai Gagal Kelola Lingkungan, Bupati; Mereka Wajib Memperbaiki
Kaltim

Enam Perusahaan di Kutim Dinilai Gagal Kelola Lingkungan, Bupati; Mereka Wajib Memperbaiki

1 Juli 2025, 17:35
Ini Perusahaan di Kutim yang Dinilai Kementerian LH Bermasalah Dalam Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan

Ini Perusahaan di Kutim yang Dinilai Kementerian LH Bermasalah Dalam Pengelolaan Lingkungan

29 Juni 2025, 16:50
Daftar Perusahaan di Kaltim yang Mendapatkan Catatan Buruk Kementerian Lingkungan Hidup
Lingkungan

Daftar Perusahaan di Kaltim yang Mendapatkan Catatan Buruk Kementerian Lingkungan Hidup

26 Juni 2025, 10:48

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.