• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pertambangan Mulai Merambah Kawasan Permukiman, Warga Desa Mulawarman Kian Terdesak 

by BontangPost
27 September 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Mursidi Muslim(DOK/METRO SAMARINDA)

Mursidi Muslim(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

“Tetapi seiring berjalannya waktu, tadinya mereka diuntungkan, justru sekarang merasakan dampak buruk. Kalau mereka terus bertahan di situ, kesehatan terganggu, air bersih minim, dan banyak keluhan lain.” Mursidi Muslim (Anggota DPRD Kaltim)

SAMARINDA – Kasus perusahaan batu bara yang mengepung lahan warga di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun tak kunjung diselesaikan pemerintah daerah. Sedangkan permukiman warga, hampir seluruhnya tidak lagi layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Muhajir (40), Kepala Dusun Karya Harapan, Desa Mulawarman, Rabu (26/9) kemarin, mengungkapkan, warga Desa Mulawarman telah merasakan banyak penderitaan di balik aktivitas tambang yang mengelilingi pemukiman warga.

Masalah yang tidak kalah penting yakni warga mengeluarkan uang untuk membeli air bersih. Dulu sebelum tambang beroperasi, air bersih dengan mudah didapatkan. “Sekarang kami harus beli air untuk minum. Kalau air bersih, kadang dapat juga dari perusahaan. Tetapi itu tidak cukup. Terpaksa harus keluar uang lagi,” sebutnya.

Baca Juga:  Soal Difteri, Pemkot Belum Berpikir KLB 

Musim kemarau menambah pilu warga Mulawarman. Air yang dulu digunakan, kini tidak lagi layak. Kata Muhajir, bantuan air dari perusahaan tidak pernah cukup untuk kebutuhan warga di tiga dusun di desa yang dulu dikelilingi hamparan sawah itu.

Warga di desa yang memiliki penduduk 800 kepala keluarga itu tidak lagi tahan tinggal di desa tersebut. Sebab lahan pertanian tidak dapat digarap. Sebelum tambang beroperasi, sawah masih menjadi sumber penghidupan. Namun kini tergerus karena banyak lahan yang beralih menjadi tambang batu bara.

Sehingga mayoritas warga meminta pemerintah dan perusahaan membebaskan lahan yang ditempati warga. Dengan begitu, penduduk setempat dapat meninggalkan desa tersebut. “Kami minta ada ganti untung. Lahan kami diambil saja. Entah oleh pemerintah atau perusahaan. Yang penting kami bisa pindah dari desa itu,” pinta Muhajir.

Baca Juga:  Bakal Calon Jangan Saling Klaim, Hanura Tunggu SK Pusat

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Mursidi Muslim mengatakan, kondisi Desa Mulawarman memang sangat memprihatinkan. Semua berawal dari masyarakat yang “tertipu” dengan beragam tawaran manis dari perusahaan.

Para pengusaha tambang batu bara menawarkan lapangan kerja baru, ganti rugi lahan ratusan juta, hingga tawaran meningkatnya kesejahteraan di beragam bidang. Lalu sebagian besar warga ramai-ramai melepaskan lahannya.

“Tetapi seiring berjalannya waktu, tadinya mereka diuntungkan, justru sekarang merasakan dampak buruk. Kalau mereka terus bertahan di situ, kesehatan terganggu, air bersih minim, dan banyak keluhan lain,” bebernya.

Opsi yang pernah ditawarkan ialah desa tersebut direlokasi. Namun pelaksanaan solusi itu terkendala anggaran yang begitu besar yang harus digelontorkan pemerintah daerah untuk memindahkan desa.

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu Pendidikan, Guru TK Kartika Jaya Ikut Pelatihan

Permintaan warga agar lahan dibebaskan dapat dijadikan pilihan untuk menyelesaikan masalah desa itu. “Masyarakat menjual lahannya di perusahaan. Nanti kami yang mediasi. Tentu saja sesuai dengan standar harga yang layak,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, pihaknya akan meninjau keadaan warga di Desa Mulawarman. Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya untuk menyerap sebanyak mungkin aspirasi dari masyarakat setempat.

“Kemudian kami upayakan untuk mempertemukan warga dengan perusahaan. Pemerintah provinsi juga akan kami libatkan. Karena ini sudah wewenang provinsi,” tuturnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Desa MulawarmanMetro Samarindatambang
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kabulkan Tuntutan TK2D, DPRD Minta Tes CPNS Ditunda 

Next Post

Tingkatkan Kualitas Seleksi CPNS, Pemkot Samarinda Tetapkan IPK Pelamar 2,75 

Related Posts

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58
Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim
Kaltim

Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim

24 Februari 2026, 14:00
Kejaksaan Tinggi Kaltim Tahan Direktur Tiga Perusahaan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tambang di Kukar
Kaltim

Kejaksaan Tinggi Kaltim Tahan Direktur Tiga Perusahaan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tambang di Kukar

24 Februari 2026, 10:10
Wabup Kutim Sentil 38 Perusahaan Tambang, Realisasi PPM Disorot
Kaltim

Wabup Kutim Sentil 38 Perusahaan Tambang, Realisasi PPM Disorot

23 Februari 2026, 18:33
JATAM Ungkap Jaringan Bisnis Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur Sherly
Nasional

JATAM Ungkap Jaringan Bisnis Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur Sherly

19 November 2025, 14:53

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.