• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Dikejar Ombak Lari ke Bukit, Tiga Hari Tak Makan Nasi

by BontangPost
5 Oktober 2018, 11:01
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
PENGALAMAN BARU: Faizal dan atlet Kutim saat mengantre pesawat hercules di Bandara Palu.(FAIZAL FOR SANGATTA POST)

PENGALAMAN BARU: Faizal dan atlet Kutim saat mengantre pesawat hercules di Bandara Palu.(FAIZAL FOR SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai Ketua Cabang Olahraga Redzone Airsoftgun Sangatta, Faizal menceritakan perjuangan dirinya bersama tim bisa lolos dari maut, saat gempa bumi di Palu Sulawesi Tengah, hingga kembali ke rumah dengan kondisi yang sehat.

——–LELA RATU SIMI, Sangatta——

Berawal dari keberangkatan bersama 10 rekannya di cabor yang sama, tepat pada Kamis pekan lalu, Faizal yang ingin berkompetisi di ajang Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2018, terpaksa batal. Pasalnya, rencana hari pertama timnya menuju pembukaan kegiatan olahraga tersebut, Palu dan Donggala di guncang gempa yang hebat, yakni 7,7 SR.

Masih di kota tersebut, ia bersama rekanan lainnya dari berbagai cabor, yang saat itu sedang berkumpul melihat langsung goncangan bumi dan ombak tsunami menerjang. Dengan rasa panik dan tidak percaya, mereka yang sedang berada di tepi pantai berlarian mencari bukit terdekat sebagai upaya penyelamatan diri.

Baca Juga:  Dinas Sosial Beri Bantuan Korban Kebakaran

“Kami dan cabor lain sedang kumpul di kafe pinggir pantai. Tiba-tiba menjelang senja, bumi bergoyang. Kemudian semua orang berhambur, temasuk saya dan empat lainnya menaiki bukit,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Kamis (4/10).

Lebih lanjut, ia menerangkan kondisi yang dialaminya. Ia mengaku merasa campur aduk, antara bingung, sedih, takut, bahkan pasrah. Pasalnya, kondisi daerah yang carut-marut sempat membuat ia tidak tenang. Terlebih memikirkan anggotanya yang terpencar.

“Awalnya tidak percaya, berlarian dikejar ombak sejauh sekitar lima kilometer. Melihat gedung runtuh, keadaan kota tidak beraturan, mayat berserakan, hingga penjarahan pangan ada di depan mata,” tuturnya.

Tidak memikiran rasa lelah dan lapar, ia terus berupaya menyelamatkan diri dan timnya yang tersisa. Hingga kembali turun dari bukit, untuk berkumpul kembali dengan tim besar atlet dari cabor lain berkumpul di satu lokasi.

Baca Juga:  IRT Nyambi Jadi Pengedar Narkoba

“Waktu kami di bukit, sekira pukul 19.30 wita itu ada lagi gempa susulan 7,4 SR. Saat kondisi itu saya pasrah, dalam keadaan yang gelap gulita dan takut longsor. Saya terus berdoa. Hingga turun lagi dan ketemu atlet lain,” katanya.

Tidak hanya itu, ia mengaku tidak menemukan dan memakan nasi selama tiga hari. Terhitung sejak kejadian bencana alam Jumat hingga Selasa. Namun menurutnya, menggantungkan hidup dan mati sepenuhnya pada Tuhan merupakan satu-satunya cara agar selamat.

“Kami hanya minum air putih dan cemilan dengan mengambil makanan di bandara oleh izin TNI. Di sana saya merasa uang tidak ada gunanya. Saya belajar dari sini, ilmu dan pengalaman baru dalam hidup,” terangnya.

Baca Juga:  WADUH!!! 294 Wanita Di Daerah Ini Gugat Cerai Suaminya

Hingga akhirnya, seluruh atlet Kutim berkumpul di Bandara Palu, mengantre untuk bisa mendapat posisi di pesawat hercules yang akan terbang ke Balikpapan. Menghubungi semua orang sebisanya untuk meminta bantuan pulang, namun sangat sulit. Berbekal surat rekomendasi dari Sekda Palu, pihak atlet Kaltim akhirnya bisa diterbangkan.

“Kami tidak bisa memaksa naik hercules, karena prioritas wanita dan anak. Jadi menginap dulu di bandara, mengantre panas-panasan. Sehingga kami harus mengalah dan berjuang untuk pulang. Sampai Selasa pagi, akhirnya kami bisa dapat posisi dan tiba di Balikpapan,” pungkasnya.

Dengan bantuan Airsoftgun Balikpapan, tim atlet Kutim dapat beristirahat dan tiba di Sangatta pada malam hari. “Alhamdulillah, seluruh atlet Kutim kondisinya aman semua, dan selamat sampai rumah,” tutupnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifKorban Gempa PaluSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kirim 10 Truk Barang, Total Capai Rp 2 M

Next Post

Kapal Bantuan Korban Gempa Palu Hilang

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.