• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

25 Persen Vaksin MR Belum Berjalan

by BontangPost
16 Oktober 2018, 11:04
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Masih sekira 25 persen Imunisasi Measles Rubella (MR) belum dapat dilakukan. Bahkan tahap dua yang harus dilakukan di Kutim, dengan target September terpaksa diundur hingga akhir Oktober 2018.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Bahrani menyatakan, pihaknya terpaksa mengundur imunisasi MR hingga akhir Oktober. Pasalnya, banyak masyarakat yang masih ragu dengan kandungan yang ada di dalamnya.

“Banyak warga yang menolak, karena dipikirnya haram. Sehingga kami harusnya berakhir di September, tetapi kami harus kejar target dan diundur sampai Oktober,” tuturnya saat diwawancarai usai coffee morning.

Dia menuturkan, hingga saat ini vaksin MR masih terus dilakukan, namun cakupannya masih kurang. Berdasar data dari Dinkes per 13 September 2018, baru 75 persen untuk anak usia sembilan bulan – 15 tahun di Kutim.

Baca Juga:  WASPADA!!! 15 Kecamatan Rawan Bencana 

“Vaksin MR masih terus berjalan, tetapi masih 25 persen yang belum. Dengan melibatkan MUI dan Menteri Agama, sekarang pun kami masih laksanakan sosialisasi untuk imunisasi,” katanya.

Ada sejumlah sekolah, lanjut Bahrani, yang masih menolak untuk imunisasi, tentu saja hal itu menjadi target Dinkes, untuk mencapai target sekira 95 persen imunisasi MR, agar Kutim terbebas dari campak dan rubella.

“Masih banyak sekolah yang menolak imunisasi, kalau belum mencapai 95 persen MR masih bisa menjadi ancaman bagi Kutim,” ujarnya.

Menrutnya, MR itu merupakan penyakit yang bahaya, sehingga adanya imunisasi ini sangat penting untuk memutus mata rantai kasus measles dan rubella. Karena kedua penyakit ini bisa mengkhawatirkan. Measles sendiri menyebabkan kematian, sedangkan rubella, jika menular kepada ibu hamil, maka bisa terjadi keguguran, kecacatan permanen pada bayi, yang disebut cognitive rubella syndrom (CRS). Indonesia saat ini darurat CRS, karena cukup banyak yang terkena kasus tersebut.

Baca Juga:  KPK Minta OPD Pasang Jaringan Smart Regency 

“MR ini berbahaya dan harus berobat ke lima poli sekaligus, MR sangat bahaya bagi ibu hamil karena jika sudah terkena tidak akan sebanding dengan biaya berobatnya,” terangnya.

Selain itu, Bahrani juga membeberkan ada beberapa daerah di Kutim yang telah mencakup 95 persen mengikuti Vaksin MR, sehingga ia mengharapkan Sangatta dan daerah lainnya juga dapat mencapai persentasi tersebut, hanya masih dibutuhkan  kepedulian terhadap MR.

“Wahau, Batu Ampar, Long Mesangat itu sudah bagus 95 persen semoga daerah lain bisa mengikuti,” harapnya. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Sangatta PostVaksin MR
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sabu Disimpan di “Kondom”

Next Post

Cina Boy, Asen Jaga, Patok Lele “Hidup” Kembali

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Belum Tahan Tersangka Kasus Penganiayaan di Muara Badak, Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.