• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Raja Tempe Maling Hati untuk Tamunya

by BontangPost
5 November 2018, 06:00
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Cerita raja tempe di Jepang asal Kabupaten Grobogan itu sungguh menarik. Wartawan Disway, Dahlan Iskan, membuat tulisan bersambung, setelah bertemu dengannya dalam lawatannya ke Negeri Sakura itu, pekan lalu. Inilah tulisan seri pertama.

Saya akhirnya mengunjungi pabrik tempe ini. Di Kyoto, Jepang. Milik raja tempe kita: Rustono. Tepatnya di desa Hachiyado, dekat kota kecil Otsu.

Rustono menjemput saya di stasiun Shinkansen Kyoto. Saya memang naik kereta cepat itu dari Tokyo: dua jam. Lalu naik mobilnya. Menuju rumahnya. Yang jadi pusat pengiriman tempe ke seluruh Jepang.

Rumah itu dilengkapi cool storage. Yang suhunya -30 derajat Celsius. Di situlah tempe Rusto’s disimpan. Agar tahan lama. Menunggu dikirim ke pelanggan. Lewat jasa pengiriman.

Saat saya datang istrinya lagi melakukan pengepakan tempe. Dimasukkan ke dalam boks besar. Sang istri tidak memperhatikan kedatangan saya. Lalu kaget.

Kisah tempe Jepang ini sangat menarik. Tapi kisah raja tempenya tidak kalah menarik. Terutama kisah cintanya.

Waktu itu Rustono kerja di hotel Sahid Jogja. Sebagai orang dari desa bin desa, Rustono selalu mimpi: meningkatkan derajatnya. Bisa kawin dengan salah satu tamunya. Atau anak tamu hotelnya.

Ia ceritakan mimpinya itu ke teman-teman sekerjanya. Rustono diejek: orang desa saja mimpi kawin dengan tamu hotel.

Rustono memang berasal dari sebuah desa di Grobogan, Jateng. Tepatnya desa Kramat, dekat Mrapen: asal api abadi untuk setiap ada PON itu.

Orang tuanya petani. Bersaudara 10 orang. Rustono yang nomor 9. Saat kecil ayahnya meninggal. Sang ibu sendirian: membesarkan 10 anaknya.

Begitu tamat SMAN Grobogan Rustono ke Jakarta. Ikut bibinya. Sambil kuliah di Universitas Sahid. Jurusan perhotelan.

Kerja di Sahid Hotel Jogja adalah penugasan pertamanya.  Ia anak yang hemat. Dua tahun kerja sudah bisa beli mobil bekas: Jip Willy’s. Ia tukangi Willy’s-nya itu. Jadi mobil yang keren. Ia memang tipe orang yang tidak bisa diam.

Rustono selalu melayani tamu hotel dengan hatinya. Tamu yang ulang tahun ia beri bunga. Yang ia petik dari taman. Ia taruh dalam gelas yang ada airnya. Ia ucapkan selamat ulang tahun pada tamunya.

Demikian juga kalau ada tamu yang lagi berbulan madu. Rustono ringan kaki. Membantu apa saja untuk membuat tamunya senang.

Suatu saat ada tamu dari Jepang. Wanita muda, umur 29 tahun. Sendirian.

Rustomo menyapanya dengan keramahan khasnya: keramahan yang ia pertahankan sampai sekarang.

Keramahannya itu membuat sang tamu mudah akrab. Lalu bertanya, keesokan harinya: maukah mengantar ke Borobudur. Berapa harus membayar.

Rustono mau. Bahkan menawarkan naik Willy’s-nya. Sang tamu kesenangan. Naik jip terbuka.

Menjelang Borobudur Rustono menawarkan pada tamunya: maukah melihat pedesaan. Sambil bercerita bahwa ia juga berasal dari desa.

Sang tamu mau saja. Bahkan suka. Lalu ditawarinya maukah minum air kelapa muda. Sambil menjelaskan bagaimana cara minum air kelapa muda. Yang belum pernah dialaminya.

Sampai di rumah temannya itu Rustono menghentikan Willy’s-nya di bawah pohon kelapa. Lalu Rustono sendiri yang memanjat pohon tinggi itu. Mengambil kelapanya. Memangkas sabutnya. Mengajari cara meminumnya. Langsung dari lubang batoknya.

Sang tamu sangat terkesan atas perhatian Rustono. Sampai memanjat pohon  kelapa. Yang begitu tingginya.

Besok malamnya sang tamu minta diantar ke Prambanan. Melihat sendratari.

Besoknya lagi minta diantarkan ke pantai: Parangtritis. Waktunya minta pas senja tiba.

Saat itulah mereka berdua berjalan di pantai. Yang airnya tersapu warna merah. Terkena sinar dari ufuk yang masih tersisa.

”Tiba-tiba dia menyatakan I love you,” ujar Rustono.

Itulah hari terakhir sang tamu berada di Jogja. Keesokan harinya harus kembali ke Jepang.

”Bagaimana ini,” ujar Rustono meresponnya. ”Hari ini bilang cinta, besok pulang ke Jepang,” tambahnya.

”Jangan khawatir. Saya akan segera kembali lagi,” ujar sang tamu.

Rustono saat itu di usia yang sama: 29 tahun. ”Saya lebih tua beberapa hari. Dia 5 Oktober. Saya 2 Oktober,” ujar Rustono.

Cinta dilanjutkan lewat kata-kata. Lewat tilpon. Sang tamu yang terus meneleponnya. Sampai Rustono sungkan. Mahal. Minta agar jangan lewat tilpon. Pakai surat saja.

Begitulah Rustono sering mengiriminya kartu pos. Dengan gambar lokasi-lokasi yang pernah didatangi pacarnya itu.

Sang tamu memang terikat tanggal yang ada di tiket. Harus pulang. Dia datang ke Jogja karena mampir.

Tujuan pokoknya adalah mengantarkan teman akrabnya. Ke Bali. Kawin dengan laki-laki Bali. Ia tidak mau lama-lama mengganggu bulan madu sang teman. Ingin ke Jogja. Tidak dia sangka dia kecurian di Jogja. Ada maling yang nggondol hatinya.  Rustono malingnya. (dahlan iskan / bersambung)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pariwisata Minim PAD

Next Post

DKP3 Bakal Sediakan Depo Elpiji Khusus

Related Posts

Ketidakjelasan Status Aset Beras Basah Bontang Hambat Penataan, Pemkot Temui Pemprov Kaltim
Bontang

Pemkot Bontang Matangkan PLTS di Dua Pulau, Listrik Ditarget Menyala 24 Jam

2 November 2026, 14:49
Investasi Usaha Pinjaman dan Fashion Bermasalah, Enam Warga Bontang Lapor Polisi
Bontang

Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

2 November 2026, 13:12
CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang
Kaltim

Dugaan Korupsi Pengelolaan Batu Bara, Tiga Direktur Varia Niaga Samarinda Jadi Tersangka

2 November 2026, 11:00
Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026
Bontang

12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

2 November 2026, 09:15
Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti
Kriminal

Pria di Muara Badak Diringkus Polisi, Tujuh Paket Sabu Ditemukan di Rumah

2 November 2026, 08:17
Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.