SAMARINDA – Sejumlah tokoh politik Benua Etam sudah mengambil ancang-ancang untuk meramaikan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018.
Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Yusran Aspar menjadi salah satunya. Menjadi nahkoda Gerindra Kaltim, eks anggota DPR RI itu siap berlayar mengarungi ketatnya “lautan” demokrasi menuju KT 1 alias Gubernur Kaltim.
Bahkan, Yusran sudah punya modal penting untuk bersaing dengan calon lainnya. “Saya punya 3O (Tiga O): Otak, ongkos, dan otot. Pengalaman saya memimpin PPU juga menjadi modal utama,” kata Yusran, seperti dikutip Balikpapan TV (BTV), anak perusahaan Kaltim Post Group (KPG).
Berbeda dengan kandidat lain yang masih kasak-kusuk melakukan penjajakan, Yusran sudah menyiapkan program unggulan. Salah satu yang akan “dijualnya” adalah program pengentasan kemiskinan.
“Sesuai perintah agama, fakir miskin dan anak terlantar harus disantuni, kemudian mengentaskan kemiskinan. Karena, miskin pasti menganggur dan pengangguran pasti miskin. Untuk itulah, UMKM (usaha menengah kecil mikro) dikembangkan karena menyerap tenaga kerja paling besar,” jelasnya.
Yusran optimistis programnya bisa diterima rakyat Kaltim. Program itu belum sudah dilakukan sejak dirinya menjabat Bupati PPU.
“Perlu diketahui, bunga pinjaman berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar 5 persen untuk UMKM hanya ada di PPU. Sejak 2004 sudah saya gagas. Bahkan, di PPU ada UPTD PU (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pekerjaan Umum) di setiap kecamatan. Tugasnya, membangun infrastruktur daerah pelosok,” bebernya.
Untuk merealisasikan program tersebut, sambung dia, harus ada konektivitas antar-wilayah, baik provinsi, kabupaten hingga desa.
“Itu kata kunci untuk kemajuan Kaltim. Saya sudah punya bekal itu dan yang penting, menjadi pemimpin itu pengabdian yang tulus dan memahami persoalan daerah,” ungkapnya.
Berbekal enam kursi di Karang Paci–sebutan untuk DPRD Kaltim–Gerindra tentunya harus berkoalisi dengan partai politik (parpol) lain. Untuk dapat mengusung calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub), minimal harus diusung 11 kursi.
Dengan demikian, Yuspar mesti melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan parpol lain. “Komunikasi lintas partai terus dilakukan, termasuk dengan Ibu Rita Widyasari (Bupati Kutai Kartanegara). Selain itu, saya akan melakukan survei untuk melihat elektabilitas,” katanya.
Jika Yusran maju, setidaknya sudah ada pegangan. Salah satunya adalah persebaran suara Gerindra. Saat ini, Gerindra punya 38 anggota DPRD kabupaten/kota di Kaltim. Itu belum termasuk enam anggota DPR Kaltim dan satu DPR RI.
Mengacu pada hasil pemilihan legislatif (pileg), suara kader Gerindra lumayan besar. Untuk DPRD kabupaten/kota se-Kaltim, totalnya mencapai 163.819. Kemudian, untuk total suara di provinsi mencapai 190.557 (termasuk Kaltara). Sementara untuk pencalonan DPR RI, suaranya mencapai 222.472 (termasuk Kaltara).
Jika seluruh pengurus, kader, dan wakil rakyat Gerindra bergerak, tidak menutup kemungkinan langkah Yusran akan nyaman.
Keseriusan Yusran terlihat dari peringatan HUT ke-9 Gerindra yang dipusatkan di Tanjung Redeb Hutani (TRH) Kabupaten Berau awal Februari. Di sana, Yusran juga sekalian melakukan konsolidasi internal. Dia memastikan jika kader Gerindra akan mengambil peran di kenduri demokrasi terbesar di Kaltim.
“Prinsipnya Gerindra siap, tinggal dari DPP nanti, siapa yang ditunjuk (maju di Pilgub Kaltim, Red.),” katanya.
Meskipun belum mendapat kepastian dari pusat, nama Yusran sudah muncul di permukaan. Sekretaris DPD Gerindra Kaltim Sutrisno Toha menggaransi, Yusran adalah figur pemimpin tangguh. Pasalnya, benar-benar meniti karier politiknya dari bawah.
“Pak Yusran berkarier dari bawah, mulai dari honorer sampai menjadi Bupati PPU dua periode,” timpal Sutrisno yang juga anggota DPRD Kaltim Dapil Kukar-Kubar, ditemui di Berau.
Sutrisno pun optimistis kader Gerindra di daerah memuluskan jalan Yusran menuju KT 1. “Basis suara Gerindra di seluruh Kaltim merata. Suaranya rata-rata di atas 30 ribu,” ungkap Sutrisno.
Yusran kembali mengungkapkan, perayaan HUT Gerindra akan jadi momentum untuk berjuang menyelamatkan bangsa. Itu sesuai tema mereka: Bergerak! Selamatkan Masa Depan Bangsa. “Gerindra prihatin dengan bangsa ini,” ujar Yusran.
Ketua Badan Seleksi Organisasi (BSO) DPP Gerindra, Amir Tohar mengungkapkan, penetapan cagub dari partainya tetap akan melalui mekanisme. “Ada proses seleksi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, jika Gerindra Kaltim mengajukan nama ketuanya sebagai cagub, akan ditindaklanjuti DPP Gerindra dengan survei untuk melihat kelayakan calon yang diajukan.
“Kalau survei oke, maka akan diberikan rekomendasi langsung dari ketua umum,” jelas Amir.
Ketua DPC Gerindra Berau, Taufik Waligar merupakan salah satu pengurus daerah yang menegaskan dukungannya terhadap Yusran.
“Sosok Yusran Aspar adalah kader Gerindra yang berkomitmen untuk bekerja keras mendorong rakyat Kaltim untuk maju dan sejahtera,” tegasnya.
Senada dikatakan ketua Gerindra Kukar, H Rudiansyah. Dia menyebut, saat ini fokusnya adalah mencalonkan Yusran sebagai cagub.
“Soal Pilgub Kaltim, kami mengusung ketua kami, Yusran Aspar. Tetapi, apakah beliau maju sebagai gubernur atau wakil gubernur, kami belum mengetahui jelas,” ujar Rudi, sapaan akrabnya. (gun)
Kekuatan Gerindra
Lembaga Kursi Suara Pemilu
DPR RI 1 222.472*
DPRD Kaltim 6 190.557*
DPRD Samarinda 5 34.813
DPRD Balikpapan 6 25.664
DPRD Bontang 4 11.098
DPRD Penajam Paser Utara 3 9.717
DPRD Paser 3 9.783
DPRD Kutai Kartanegara 4 32.093
DPRD Kutai Barat 2 6.398
DPRD Kutai Timur 4 21.480
DPRD Berau 3 10.069
DPRD Mahakam Ulu 4 2.704
Keterangan: *) Perolehan sebelum pemekaran Kaltara.
Sumber: Dari berbagai sumber.







