• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Proyek Rel Kereta, Isran: Tanpa Russian Railways Tetap Jalan

by M Zulfikar Akbar
26 Februari 2019, 16:30
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Isran Noor(DOK/METRO SAMARINDA)

Isran Noor(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Apa kabar rencana pembangunan kereta api di Kaltim? Lama tak terdengar. Namun, Gubernur Kaltim Isran Noor memastikan proyek itu tetap jalan. Ini tak lepas dari keinginan pemprov untuk mempermudah dalam pengangkutan hasil sumber daya alam (SDA) di Benua Etam.

Isran mengaku, hingga kini pihaknya masih melanjutkan kerja sama dengan Russian Railways. Sebab, perusahaan asal Rusia itu berencana mengunjungi Kaltim bulan ini. “Pemprov sudah melakukan komunikasi dengan pihak Russian Railways. Mereka sekarang mau konvoi. Saya tidak tahu kapan pastinya, informasinya bulan ini,” tambahnya.

Mantan Bupati Kutim itu menuturkan, penyebab pihak Russian Railways tidak juga datang, lantaran di Rusia mengalami musim dingin. Jadi menghambat ke Benua Etam. “Kami tetap menunggu. Kalau tidak jadi juga tidak masalah. Banyak perusahaan nasional yang mau dan mampu mengerjakan,” bebernya.

Dia menilai, itu solusi terbaik jika perusahaan Rusia tersebut tidak jadi melaksanakan pembangunan rel kereta api. Sayangnya, orang nomor satu di Kaltim itu enggan menyebutkan nama perusahaan nasional itu. “Saya sampaikan, peluang pembangunan rel kereta di Kaltim cukup besar. Kalau dipersentasekan sekitar 60 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Samarinda Syafruddin mengaku belum mendengar informasi terbaru terkait proyek rel kereta itu. Dia pesimistis pembangunan rel kereta api di Kaltim, yang bekerja sama dengan Russian Railways. “Kesepakatan antara pemerintah pusat dengan Russian Railways belum ada. Adapun pembangunan kereta api kewenangan pemerintah pusat. Apalagi sudah ada PT KAI (Kereta Api Indonesia). Ini yang membuat saya pesimistis,” sebut dia.

Baca Juga:  Pemprov Bakal Evaluasi Pertambangan 

Apalagi, lanjut dia, pembangunan kereta api ini terbentur aturan. Ya, Russian Railways ingin membangun tidak untuk mengangkut barang saja. “Mereka mau investasi penuh, sekalian kereta penumpangnya. Sedangkan pemerintah pusat maunya angkutan barang saja. Ini yang membuat saya pesimistis. Belum ada poin yang disepakati,” katanya.

Kendati demikian, dia mendukung Isran Noor untuk memberdayakan perusahaan nasional. Jika memang Russian Railways tidak jadi lantaran berbenturan dengan aturan. “Lebih baik pembangunannya perusahaan nasional. Apalagi Kaltim sudah mengirim pelajar ke Rusia, khusus perkeretaapian,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Kaltim mengklaim, investor asal Rusia serius membangun proyek kereta api di Kaltim. Bahkan, Blackspace melalui anak perusahaan, PT Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI), menindaklanjuti dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Kutai Timur (Kutim), pada 1 Desember 2017. Itu sekaligus menjadi proyek kereta pertama di Kalimantan.

Baca Juga:  Selesai Februari, Kontraktor Jembatan Kembar Disanksi

Langkah SGMTI ini lebih progresif dari PT Kereta Api Borneo (KAB), anak perusahaan Russian Railways. Padahal, minat membangun jalur utara yang menghubungkan Maloy (Kutai Timur) ke Tabang (Kutai Kartanegara) lebih dulu didengungkan BUMN dari Negeri Beruang Merah itu.

KAB belum memulai karena mereka sedang fokus membangun pelabuhan di Kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU). Selepas itu, baru memulai pembangunan jalur selatan, PPU hingga Kutai Barat.

Pada 1 Desember 2017, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kala itu bersemangat groundbreaking bisa terealisasi di KEK MBTK. Ya, benar saja, kegiatan itu bisa sedikit menepis keraguan berbagai kalangan. Pasalnya, daerah ini punya catatan yang sedikit kurang mengenakkan. Sebelum swasta Rusia itu menjatuhkan pilihan ke Kaltim, perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ras al Khaimah juga demikian. Namun, setelah itu tidak ada kejelasan.

“Pak SBY (mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono) saja pernah bilang, beliau sudah banyak pengalaman cipika-cipiki (cium pipi kanan dan kiri). Tapi, tidak ada yang serius. Beda dengan ini,” ujar Faroek saat itu.

Baca Juga:  Investor Tiongkok Lirik Proyek Kereta Api Kaltim

PT SGMTI memenuhi janjinya melaksanakan groundbreaking pada Desember. Kaltim, khususnya Maloy, Kutim menurut mereka merupakan lokasi yang strategis karena dibangun dekat KEK MBTK yang memiliki pelabuhan internasional.

“Ada menteri yang meragukan, rel di sini disebut belum siap. Saya bilang konektivitas antarwilayah harus dibangun. Tidak mungkin daerah ini bisa maju kalau tidak begitu,” kata mantan bupati Kutim itu. Bisa naik kereta api tidak hanya punya Pulau Jawa, Kalimantan harus juga memiliki.

Gubernur pun meminta PT SGMTI ke depan tidak hanya membangun kereta khusus batu bara, namun menjadi multifungsi. Bisa untuk mengangkut komoditas sumber daya alam, juga kargo, dan penumpang. Di samping itu, dia mengingatkan agar pembangunan tidak boleh melenceng dari Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kaltim.

Namun, apa daya, pusat sudah memutuskan proyek rel kereta tampaknya harus berakhir sampai peletakan batu pertama. Belum diketahui kapan kembali dilanjutkan. Proyek sepur jalur utara itu menurut rencana terbagi dua tahap. Pertama, akan dibangun sepanjang 195 kilometer. Kedua, 125 kilometer. Artinya, total panjang yang akan dibangun 320 kilometer.(*/dq/rom/k16/kpg)

Tags: Isran Noorpemprov kaltimrel kereta api kaltimrussian railways
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Final AFF Cup U-22, Indonesia Siap Antisipasi Solidnya Pertahanan Thailand

Next Post

Sidang Kasus Pencemaran Teluk Balikpapan, Nakhoda Dituntut 10 Tahun Penjara

Related Posts

Keberadaan Masih Misteri, 48 Kendaraan Dinas Pemprov Kaltim Jadi Temuan BPK
Kaltim

Keberadaan Masih Misteri, 48 Kendaraan Dinas Pemprov Kaltim Jadi Temuan BPK

9 Juli 2026, 17:00
Gubernur Kaltim Anggarkan Rp73 Juta untuk Jasa Pembuat Pidato
Kaltim

Gubernur Kaltim Anggarkan Rp73 Juta untuk Jasa Pembuat Pidato

7 Februari 2026, 12:25
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Kaltim

Spekulasi di Balik Mundurnya Isran Noor dari Ketua NasDem Kaltim; IKN dan Sikap Anies, hingga Kursi Gerindra

14 November 2023, 12:15
Masa Jabatan Habis, Gubernur Isran Noor Pamit
Kaltim

Masa Jabatan Habis, Gubernur Isran Noor Pamit

26 September 2023, 11:08
Besok Gubernur Isran Bertandang ke Bontang, Bakal Resmikan Bantuan Rumah Layak Huni
Bontang

Besok Gubernur Isran Bertandang ke Bontang, Bakal Resmikan Bantuan Rumah Layak Huni

31 Juli 2023, 15:26
Nasdem Kaltim Usulkan Isran Noor Maju Capres 2024
Kaltim

Nasdem Kaltim Usulkan Isran Noor Maju Capres 2024

17 Juni 2022, 14:46

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.