• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Menag Makin Terpojok, KPK Temukan Ratusan Juta di Ruang Kerja Menteri Agama

by M Zulfikar Akbar
19 Maret 2019, 20:30
in Nasional
Reading Time: 4 mins read
0
Penyidik KPK membawa koper berisi berkas hasil penggeledahan di Kantor Menteri Agama, Jakarta, Senin (18/3/19). KPK melakukan penggedahan di ruangan Menteri Agama, Sekjen dan Kepala Biro Kepegawaian. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Penyidik KPK membawa koper berisi berkas hasil penggeledahan di Kantor Menteri Agama, Jakarta, Senin (18/3/19). KPK melakukan penggedahan di ruangan Menteri Agama, Sekjen dan Kepala Biro Kepegawaian. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin makin sulit berkelit dari kasus jual-beli jabatan yang melibatkan anggota DPR Romahurmuziy. Sebab, dalam penggeledahan di ruang kerja Menag tadi malam, tim KPK menemukan uang tunai ratusan juta. Fulus dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika itu langsung disita KPK.

Temuan mengejutkan itu bermula saat KPK mengirim tim untuk menggeledah dua lokasi. Yakni Kantor Kemenag dan Kantor DPP PPP. Di Kantor Kemenag, ada tiga ruangan yang digeledah. Yakni ruang kerja Menag, ruang kerja Sekjen Kemenag, dan ruang biro kepegawaian. Nah, uang ratusan juta itu ditemukan tim KPK saat menggeledah ruang kerja Menag.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum bisa memastikan jumlah uang tersebut. Dia hanya menyebut ratusan juta. Uang itu sudah disita oleh KPK. Dia mengakui, temuan tersebut membuat KPK berpeluang memanggil Menag. Sebab, Menag harus menjelaskan peruntukan dan asal muasal uang tersebut. Menag juga harus bisa menjelaskan alasannya menyimpan uang tunai sebanyak itu di ruang kerjanya. Meski begitu, Febri mengatakan bahwa hingga kemarin KPK belum mengeluarkan jadwal pemeriksaan tersangka maupun saksi.

Namun, dia kembali menegaskan bahwa peluang memanggil Menag sangat terbuka. Sebab, penyidik perlu menanyakan semua temuan mereka di lapangan kepada pihak-pihak terkait. ”Apalagi ada beberapa dokumen dan uang yang diamankan dan disita dari ruangan menteri agama hari ini (kemarin),” jelas mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut.

Dia menegaskan bahwa KPK tidak akan pandang bulu. Siapapun yang terlibat, dari partai apapun, pasti akan diproses. ”Tentu sudah kami identifikasi (pihak lain yang diduga terlibat). Tapi, sampai saat ini belum bisa disampaikan karena hal itu terkait dengan materi penanganan perkara,” bebernya. Pria asal Padang itu menyampaikan, selain uang tunai ratusan juta dari ruang kerja menag, sejumlah dokumen juga turut diamankan oleh penyidik.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Dirut Perum Perindo Sebagai Tersangka Kasus Impor Ikan

Apakah Menag terlibat dalam jual-beli jabatan? Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif belum bersedia menjawab dengan detail. ”Itu bagian dari penyelidikan dan penyidikan. Belum bisa kami jelaskan,” kata pejabat kelahiran 1965 itu. Dia hanya menegaskan bahwa KPK bakal mengejar semua pihak yang terlibat. Bukan hanya tiga tersangka yang sudah terjaring operasi tangkap tangan (OTT), pejabat internal Kemenag yang terlibat juga bakal diburu. Berdasar pengembangan kasus, KPK sudah memiliki petunjuk ke arah pejabat tersebut. ”Kemungkinan (pejabat internal Kemenag terlibat) itu ada,” kata Laode.

Sebagaimana diberitakan, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya pada Jumat (15/3). Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mochammad Romahurmuziy alias Romy, Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin, dan Kakan Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi. Mereka diduga terlibat dalam praktik jual beli jabatan di Kemenag. Haris dan Muafaq diduga menyetor upeti kepada Romy untuk mendapatkan jabatan. Sebagai Ketua Umum PPP, Romy disebut memiliki kedekatan dengan Menag yang juga politikus PPP itu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Romy dipecat dari jabatan ketum PPP.

Laode menyampaikan, dalam lelang terbuka kemenag, sudah jelas Haris Hasanudin tidak terpilih. ”Tapi, somehow bisa berubah,” ungkap dia kemarin. Karena itu, penyidik mencium ada gerakan lain yang diduga dilakukan oleh pejabat Kemenag.

Baca Juga:  KPK: Tempatkan Koruptor Kakap di Penjara Super Maximum

Penyidik KPK tidak hanya menggeledah beberapa lokasi di Jakarta kemarin. Mereka terus mengembangkan kasus dari temuan yang ada. Termasuk di antaranya laporan lain yang diduga turut melibatkan Romy. ”Itu sedang didalami oleh KPK. Dan laporannya sebenarnya banyak,” ucap Laode. Menurut dia, instansinya menerima beberapa laporan. Dia memastikan laporan yang masuk tidak hanya satu. ”Bukan cuma yang di Jawa Timur. Tapi, di kota lain,” ujarnya. Seluruh laporan tersebut, masih kata Laode, mirip dengan kasus yang saat ini sedang mereka tangani. Yakni berkaitan dengan jual beli jabatan.

Respons Menag

Menjelang magrib kemarin, Lukman sempat mendatangi kantornya. Dia datang dengan tergesa-gesa, tetapi masih bersedia diwawancara sejumlah wartawan. Lukman datang karena mendapatkan informasi bahwa ruangannya yang disegel KPK sejak Jumat (15/3) sudah selesai digeledah. ”Saya harus segera memasuki ruangan saya karena ada beberapa surat yang harus ditindaklanjuti, harus saya baca, harus saya tandatangani,” jelasnya.

Namun, Lukman tak mau mengomentari barang-barang yang disita KPK dari ruang kerjanya. ”Karena saya belum memberikan keterangan resmi kepada KPK. Saya harus menghormati KPK,” tuturnya. Apakah siap diperiksa KPK? ’’Pasti,’’ tegasnya.

Beberapa pejabat Kemenag juga tak mau berkomentar banyak tentang uang yang disita dari ruang kerja Menag. Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan menegaskan, pihaknya menghormati kewenangan KPK terkait penggeledahan. “(Terkait penyitaan uang, Red) Itu sudah ranah KPK,” kata Nur Kholis yang mengaku ikut mendampingi personel KPK membuka segel ruang kerja Menag. Dia menegaskan tidak bisa berkomentar terkait barang-barang yang disita KPK. Dia mengatakan, tugasnya hanya mendampingi personel KPK membuka segel ruangan. Setelah penggeledahan selesai, dilakukan penandatanganan berita acara. Lebih tepatnya berita acara penyitaan dokumen dan barang lain yang disita KPK.

Baca Juga:  Karut-marut Tambang Dibidik KPK

KPK Juga Geledah Kantor PPP

Tim KPK juga menggeledah Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Tujuh penyidik KPK masuk ke kantor partai berlambang kakbah itu. Mereka menggeledah ruang kerja Romy yang berada di lantai dua. Penggeledahan dilakukan sekitar dua jam. Para penyidik yang mengenakan masker itu terlihat membawa satu koper berwarna biru dan sejumlah dokumen penting.

Koper dan dokumen itu dimasukkan ke dalam bagasi mobil. Mereka enggan menyampaikan keterangan kepada awak media yang sudah menunggu di lobi kantor. Sekjen PPP Arsul Sani menyampaikan, dirinya tidak tahu apa saja dokumen yang dibawa penyidik KPK. ”Saya tidak mengerti. Sepanjang prosedurnya dipenuhi, kami hormati,” terang dia saat ditemui di kantor DPP PPP.

Anggota Komisi III itu tidak tahu apa yang ada di dalam ruang kerja Romy. Sebab, sejak Romy ditangkap, ruangan itu disegel oleh KPK. Dia masih menunggu pemberitahuan dari KPK. Biasanya penggeledahan disusul berita acara dari penyidik. Arsul menegaskan bahwa hanya ruangan Romy yang digeledah, tidak ada ruangan lain yang dimasuki penyidik. Menurut dia, KPK punya kewenangan untuk menggeledah demi mencari data sebagai barang bukti. Legislator asal Jawa Tengah itu pun menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. ”KPK punya kewenangan penyegelan, penggeledahan, dan penyitaan,” tutur dia. (lum/syn/wan/oni/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: korupsi kemenagKPKromahurmuziy
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Calon Tenaga Kerja RDMP Butuh Kepastian

Next Post

Pengumuman SNM PTN Maju Sehari

Related Posts

KPK Resmi Tahan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
Kriminal

KPK Resmi Tahan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

20 Februari 2025, 19:53
Anak Terlibat Penganiayaan Dokter Koas, KPK Mulai Analisis Kekayaan Dedy Mandarsyah
Nasional

Anak Terlibat Penganiayaan Dokter Koas, KPK Mulai Analisis Kekayaan Dedy Mandarsyah

16 Desember 2024, 08:00
DPR Tetapkan Pimpinan dan Dewas KPK, Ada Mantan Ketua PN Balikpapan hingga Hakim serta Jaksa yang Tangani Kasus Korupsi Mantan Gubernur Kaltim
Nasional

DPR Tetapkan Pimpinan dan Dewas KPK, Ada Mantan Ketua PN Balikpapan hingga Hakim serta Jaksa yang Tangani Kasus Korupsi Mantan Gubernur Kaltim

22 November 2024, 10:30
KPK Periksa 10 Proyek Strategis di Samarinda, Mulai Pembangunan Pasar hingga Pengendalian Banjir
Kaltim

KPK Periksa 10 Proyek Strategis di Samarinda, Mulai Pembangunan Pasar hingga Pengendalian Banjir

4 Oktober 2024, 16:00
KPK Tetapkan Mantan Gubernur Kaltim Jadi Tersangka Bersama Dua Orang Lainnya
Kaltim

KPK Tetapkan Mantan Gubernur Kaltim Jadi Tersangka Bersama Dua Orang Lainnya

27 September 2024, 13:08
93 Pegawai KPK Diduga Terlibat Pungli, Dewas Segera Gelar Sidang Etik
Kriminal

KPK Cecar Pengusaha Tan Paulin Soal Dugaan Transaksi Batu Bara di Kukar

30 Agustus 2024, 15:50

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.