• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Astaga, Kecurangan UNBK Lagi!

by M Zulfikar Akbar
9 April 2019, 16:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA kembali diwarnai kecurangan kemarin. Foto-foto soal ujian mata pelajaran biologi tersiar di grup aplikasi percakapan Whats Apps. Meski begitu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih belum mengambil tindakan tegas.

Berdasarkan pengamatan Jawa Pos, grup bernama ”Biologi” itu memiliki 26 anggota di dalamnya. Dengan jumlah anggota yang lebih dibanding kasus kecurangan mapel matematika Selasa pekan lalu (2/4), grup obrolan tersebut terkesan lebih private.

Nah, oknum dalam grup tersebut memotret soal matematika. Jepretan itu lantas diunggah pukul 07.02. ”Bantu dong,” tulis oknum tersebut kemudian. Sekejap, anggota lainnya merespon foto soal tersebut dengan memberikan jawaban. Mulai sejak itu puluhan soal ujian tersebar dalam grup tersebut.

Padahal, jadwal sesi pertama mapel pilihan jurusan itu baru dimulai pukul 07.30. Tak ayal, status si pengunggah itu menimbulkan tanda tanya. Apakah dia siswa, guru, pengawas, atau seorang teknisi?

Baca Juga:  Diwajibkan Kemendikbud, Puluhan Kepala Sekolah Belum Punya NUKS

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menduga, oknum yang mengunggah foto soal berada di Indonesia bagian tengah atau timur. Yang memiliki selisih waktu lebih cepat. ”Jika kemungkinan itu benar, artinya itu kecurangan yang dilakukan siswa,” kata Bambang.

BSNP langsung melakukan koordinasi dengan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud untuk melacak dan mengidentifikasi oknum tersebut melalui sistem digital. ”Aplikasi itu sekedar media berbagi informasi. Tapi malah disalahgunakan. Esensinya ini ada pada mentalitas peserta UN dan task commitment pengawas ruang ujian,” ucap Bambang kesal. Ketentuan sanksi mengacu pada prosedur operasional standar (POS) BSNP.

Dalam Bab XIV POS BSNP tertulis, bagi siswa yang mebocorkan soal saat ujian nasional sedang berlangsung, dianggap melakukan pelanggaran berat. Ancamannya mendapat nilai 0 untuk mata pelajaran terkait.

Kepala Puspendik Moch Abduh menuturkan, sudah menelusuri jejak digital laporan itu. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan tegas yang dilakukan Kemendikbud untuk memberikan efek jera. Apakah harus menunggu hingga UN selesai baru ditindak? Menurut Abduh, pihaknya belum bisa melakukan tindakan apapun. Sebab, proses investigasi masih berlangsung. ”Nanti menunggu hasil investigasi Itjen,” ujar pria asal Sidoarjo itu.

Baca Juga:  Kemendikbud Akan Buat Aturan Larangan Tes Calistung Masuk SD

Sementara itu, inisiator Semua Murid Semua Guru Najelaa Shihab menilai kecurangan terjadi karena sebagian besar murid berfikir bagaimana caranya mendapatkan nilai setinggi-tingginya di UN. Meski, saat ini sudah tidak menjadi faktor utama penentu kelulusan.

”Masih dianggap bahwa ini ujian yang menakutkan perlu ada istigosah dan lain sebagainya. Jadi paradigma ini harus diubah,” jelas dia. Jika tidak ada perubahan, tujuan akhir pendidikan nasional hanya nilai ujian. Bukan mencetak anak-anak yang berkarakter dan miliki integritas.

Bagi Najelaa, kejadian tersebut merupakan sebuah alarm. Jangan-jangan sistem pendidikan Indonesia masih masalah. Tak ayal, banyak siswa yang mencari jalan pintas demi meraih nilai ujian yang tinggi. Padahal, kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai. Malah itu faktor penentu paling rendah.

Baca Juga:  Juli, Sekolah Kembali Dibuka, Dimulai dari SMA, Khusus Daerah dari Zona Hijau

”Kalau nilainya tinggi tapi karakternya buruk dan tidak memiliki integritas, mau di sekolah atau nantinya bekerja di profesi apapun tidak akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas,” urai perempuan 42 tahun itu.

Dibutuhkan revolusi mental penyelenggara pendidikan, terutama birokrat pendidikan dan guru agar mentalitas dan pemikiran siswa berubah. Yakni, dengan memberikan contoh teladan yang konkret. Meski, tidak secara tertulis di dalam kurikulum. Tapi, harus dilakukan.

Najelaa menyatakan, bahwa siswa yang curang itu justru yang membutuhkan pertolongan. Banyak sekali guru diajak diskusi olehnya malah dibiarkan melakukan kecurangan bahkan membantu. ”Justru mereka (guru, Red) itu ketakutan kalau nilai ujian siswanya rendah. Akibatnya, guru itu mendapat cap jelek atau memperburuk citra sekolah,” terang mantan dosen psikologi Universitas Indonesia itu. (han/wan/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kemendikbudunbk sma
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Launching Viral 500K dan Bike to Work, Pupuk Kaltim Promosikan Pola Hidup Sehat

Next Post

Jos Darmawan, Koleksi 200-an Mobil Kuno dan Kenangan yang Tak Bisa Dibeli

Related Posts

Wacana New Normal Mengemuka, Disdikbud Bontang: Tahun Ajaran 2020 Belum Jelas
Bontang

Masa Pandemi, Disdikbud Bontang Bisa Pilih Penyederhanaan Kurikulum

11 Agustus 2020, 15:30
Uss
Nasional

Juli, Sekolah Kembali Dibuka, Dimulai dari SMA, Khusus Daerah dari Zona Hijau

17 Juni 2020, 08:56
Anggaran Tunjangan Profesi Guru Dipangkas Rp 3 Triliun
Nasional

Anggaran Tunjangan Profesi Guru Dipangkas Rp 3 Triliun

20 April 2020, 18:30
Mendikbud Dukung Kepala Daerah Liburkan Sekolah Gara-Gara Korona
Nasional

Kemendikbud Siapkan Program Belajar dari Rumah di TVRI

10 April 2020, 14:30
Diduga Jaringan Bermasalah, Peserta UNBK Terganggu
Bontang

Jadwal UNBK SMA Masih “Mengambang”

20 Maret 2020, 15:30
Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa
Nasional

Guru Honorer Wajib Kantongi NUPTK

2 Maret 2020, 09:42

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.