• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Ketahui 5 Risiko Paling Berbahaya Jika Suka Makan Makanan Olahan

by M Zulfikar Akbar
28 Juni 2019, 16:30
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. Makanan olahan seperti sosis dan nugget bisa berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. (Hazeldines Butchers)

Ilustrasi. Makanan olahan seperti sosis dan nugget bisa berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. (Hazeldines Butchers)

Share on FacebookShare on Twitter

Makanan olahan memang enak untuk dikonsumsi. Seberapa sering Anda mengonsumsi nugget, sosis, kornet, dan makanan olahan lainnya? Makanan olahan memang wajar dikonsumsi, terlebih bagi Anda yang tak sempat memasak di tengah kesibukan. Namun, segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan tentunya tidak baik. Sebab, dari sisi kesehatan, makanan olahan bisa berpotensi menambah berat badan sehingga memicu risiko penyakit.

Dilansir dari Live Strong, Jumat (28/6), Ahli Gizi dan Pemilik Rise Up Nutrition Lindsey Pfau menjelaskan efek negatif dari makanan olahan disebabkan karena adanya zat tambahan dan bahan kimia yang digunakan untuk meningkatkan rasa serta warna.Terlebih untuk memperpanjang umur simpan.

Makanan olahan tidak hanya mengandung bahan kimia tetapi juga kadar tinggi natrium, lemak jenuh, dan lemak trans. Sedangkan karbohidrat hanya sedikit. Tidak ada serat yang menyehatkan jantung.

“Penyebabnya pengawet, gula, dan garam yang tinggi dan harus dihindari. Sebab ada banyak risiko yang bisa disebabkan makanan olahan,” jelasnya.  Setidaknya ada 5 risiko jika terlalu sering mengosumsi makanan olahan.

Baca Juga:  5 Aturan Pola Makan Sehat. Apa Saja Ya?

1. Obesitas

Penelitian memang belum dengan jelas menyimpulkan bahwa makanan olahan secara langsung menyebabkan obesitas. Tetapi memang ada hubungan antara mengonsumsi makanan olahan terlalu sering dengan kenaikan berat badan.

Analisis Desember 2017 yang diterbitkan dalam Current Obesity Reportsmenunjukkan bahwa empat dari lima studi yang ditinjau menyimpulkan bahwa konsumsi makanan olahan dapat meningkatkan risiko obesitas, sindrom metabolik, dan tekanan darah tinggi serta peningkatan total dan kolesterol LDL (yang berbahaya). Para peneliti masih belum bisa menentukan apakah risiko obesitas naik karena makanan yang sedang diproses atau karena kandungan gizi makanan olahan.

“Ketika berbicara tentang obesitas, berapa banyak yang dimakan. Diet tinggi karbohidrat kaya serat lebih baik,” katanya.

2. Kanker

Lindsey menjelaskan daging olahan seperti nugget, sosis dan kornet, sosis telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) mengklasifikasikan makanan olahan sebagai karsinogen yang juga ditegaskan oleh American Cancer Society (ACS). Daging-daging ini telah diasinkan, difermentasi atau diasap sebagai cara untuk meningkatkan umur simpan atau rasa. Sedangkan studi kohort pada Januari 2018 yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) menemukan bahwa makan makanan olahan sering dikaitkan dengan kanker salah satunya risiko kanker payudara.

Baca Juga:  Pemberian Ganja Medis ke Fika, Komisi III DPR Diminta Surati Jokowi

3. Stroke

Sebuah makalah Juli 2015 yang diterbitkan di Strokes menyarankan bahwa ada hubungan antara makanan olahan khususnya daging dan peningkatan risiko stroke. Terlalu sering makan makanan olahan begitu tinggi sodium, yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke. “Sodium dapat meningkatkan tekanan darahmu sementara potasium dapat menurunkannya,” ungkao Lindsey.

Ketika tekanan darah meningkat, aliran darah melalui arteri dibatasi dan begitu aliran darah ke otak tersumbat, itu dapat menyebabkan stroke. Terlebih lagi, kata dia, kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan pembekuan darah, yang juga dapat menghambat aliran darah ke otak. Selain itu, makanan olahan juga mungkin tinggi lemak trans seperti minyak terhidrogenasi parsial dapat berkontribusi terhadap kolesterol tinggi, serangan jantung, dan risiko stroke.

Baca Juga:  Penelitian Ungkap Dampak Minum Kopi Pada Gula Darah

4. Penyakit jantung

Tekanan darah tinggi dan stroke berjalan beriringan dengan penyakit kardiovaskular. Seperti hubungan antara natrium dan stroke, mengonsumsi natrium dalam jumlah tinggi juga bisa berperan memicu masalah jantung. Dan, kata Lindsey, makanan olahan yang mengandung lemak trans juga dapat meningkatkan risiko. Sebuah studi pada Mei 2019 di BMJ menemukan bahwa konsumsi makanan olahan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

5. Kematian dini

Sebuah studi pada Februari 2019 diterbitkan di JAMA Internal Medicine mengamati lebih dari 44.000 orang paruh baya di Prancis, peningkatan konsumsi makanan olahan dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Terlebih lagi, sebuah penelitian pada bulan Mei 2019 di BMJ menemukan bahwa konsumsi makanan olahan yang lebih tinggi, berisiko kematian sebesar 62 persen.

“Kita harus mengingat kata ‘risiko’, tidak ada makanan yang akan menyebabkan stroke atau bahkan meningkatkan risiko. Ini tentang seluruh makanan dan gaya hidup, seberapa sering menyantapnya atau membatasinya,” katanya. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kesehatanmakanan olahan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Blangko Kosong, Mayoritas Disebabkan KTP-El Rusak

Next Post

Zonasi Tuai Pro Kontra, Biaya Jadi Faktor Utama

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.