• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Serial Karang Mumus (14) Wantilan

by BontangPost
19 Februari 2017, 13:01
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
ilustrasi(misman Rsu/net)

ilustrasi(misman Rsu/net)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Lewat sebuah video yang diupload di youtube, Mustofa menyaksikan seorang tokoh bicara soal Sungai Karang Mumus di masa lalu.

“Sungai ini dahulu sungai kehidupan. Dari sungai ini segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat bisa diambil,” katanya.

“Saya dahulu, lahir di dekat sini dan sering bermain di Wantilan yang tak jauh dari Jembatan Kehewanan,” lanjutnya.

Wantilan, Mustofa mendapat kata baru yang berhubungan dengan Sungai Karang Mumus. Selama ini tak pernah sekalipun dia mendengar kata ini. Yang sering didengar adalah wanti-wanti, atau terus menerus. Kakek dan neneknya sering mengucapkan kata itu, mewanti-wanti, mengucapkan pesan yang berulang-ulang seperti jadilah anak baik, rajin belajar, membanggakan orang tua dan jangan nakal.

“Kai ..tahulah apa itu Wantilan,” Mustofa bertanya pada Kai Nani, orang tua yang tahu benar seluk beluk Sungai Karang Mumus sejak jaman bahari.

“Tahu … dulu banyak Wantilan di Sungai Karang Mumus ini,” jawab Kai Nani.

“Iya kai, Wantilan itu apa?”

“Tempat pengergajian kayu,”

“Kok dibilang Wantilan, dari mana asalnya,” tanya Mustofa terus menggali.

Baca Juga:  Sehari, DLH Incar 500 R4 Uji Emisi 

“Apa ya, memang sudah begitu namanya. Kalau asal usulnya kai nda paham,” jawab Kai tak mampu menjawab pertanyaan mendalam dari Mustofa.

Setelah tidak mendapat jawaban yang memuaskan, Mustofa mulai berjalan, berkeliling dari rumah ke rumah mencari orang-orang tua bahari. Satu persatu ditemui namun tak juga ada jawab yang didapatkan. Terakhir malah Mustofa dimarahi.

“Dari bahari memang begitu namanya, apa lagi yang mau dicari-cari,”

Lelah berjalan, akhirnya Mustofa menuju beton pinggiran sungai yang rindang. Rindangnya tepian sungai yang kemudian memancing penjual membuka lapak. Di tepi sungai yang mulai menghijau itu kini berderet penjual aneka minuman. Awalnya pembeli minum sambil duduk-duduk di beton sungai. Lama kelamaan pemilik lapak menyediakan meja dan kurs lalu atap. Dan mungkin tak lama lagi tanah tempat air hujan meresap bakal disemen.

Beruntung masih ada sisa uang di saku Mustofa, sehingga bisa duduk di beton sungai sambil menikmati minuman dingin yang dibuat dari bubuk kemasan. Paduan antara warna minuman yang dikocok dengan air dingin dan sedikit es batu, membuat minuman itu begitu sempurna untuk siang yang panasnya serasa mencubit kulit. Panas, minuman manis dingin dan semilir angin membuat Mustofa diserang kantuk.

Baca Juga:  PDIP ‘Ngebet’ Usung Kader

“Lalu wae … kalau nyaman lupa teman,”

Begitu suara terdengar samar oleh Mustofa yang masih menggengam plastik minuman bersedotan. Nampak Bondan berdiri di seberang jalan, mukanya menghitam dibakar oleh panas mentari. Mustofa tersenyum tak menjawab. Bondan mendekat dan meminta sisa minuman yang belum tandas disedot oleh Mustofa.

“Dari mana kamu Mumus, kok duduk-duduk disini seperti orang hilang,”

“Kamu juga dari mana, siang-siang kok berkeliaran di jalanan. Sadarlah kulitmu itu sudah hitam … kok malah jalan di panas-panas cari hirang,” balas Mustofa pada Bondan.

“Cari koran, itu adikku dapat tugas dari sekolah untuk membawa kliping berita koran, lah kamu dari mana kayak orang linglung begitu”

“Cari Wantilan,” jawab Mustofa singkat.

“Mumus ini jaman sudah online. Ngapain kamu keliling-keliling cari-cari wantilan. Cari disini,” ujar Bondan memberikan HP pintarnya.

Baca Juga:  Sofyan Dianggap “Berkhianat” 

Mustofa paham maksud Bondan. Dengan memberikan HP pintarnya, Bondan ingin mengatakan “Just Googling,”

Mulailah jari Mustofa yang terasa kebesaran untuk keyboard virtual HP pintar Bondan mengetik keywords di situs mesin pencari. Begitu di klik, muncul puluhan situs yang punya relasi dengan terma Wantilan.

Mustofa dan Bondan membaca satu persatu. Hingga kemudian hampir serempak mereka mengatakan “Nah, ini sudah artinya,”

Di sebuah link yang mereka baca tertulis bahwa Wantilan adalah bentuk bangunan besar beratap  yang terbuka di  berbagai sisinya. Penjelasan ini sudah cukup untuk Mustofa, gambaran tentang pengergajian kayu cocok dengan arti yang didapat dari internet itu.

“Cocok ini sudah Bondan, kenapa pengergajian kayu dinamai Wantilan,”

“Nah, Mumus besok-besok kalau cari segala sesuatu tinggal cari saya saja,”

“Okey,”

“Eh, tapi jangan lupa kalau hari ini cuma dapat minuman sisamu, esok-esok kami mesti menyumbang paket data,” ujar Bondan sampai tertawa.

Pondok Wira, 08/09/2016 @yustinus_esha

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaSerial Karang Mumus
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PWI Berau Punya Nahkoda Baru

Next Post

PKT FC Gagal Menang

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.