• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Serial Karang Mumus (15) Septic Tank Bernama Karang Mumus

by BontangPost
20 Februari 2017, 18:08
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
ilustrasi (Misman Rsu/Net)

ilustrasi (Misman Rsu/Net)

Share on FacebookShare on Twitter

Serial Karang Mumus (15)

“Karang Mumus belum merdeka, kita bersama harus memerdekakannya dari sampah,”

Begitu cuplikan sambutan Pak RT saat membuka acara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 71 di tepian Sungai Karang Mumus. Seperti biasa peringatan diisi dengan aneka kegiatan dari pagi hingga sore hari. Konon menurut cerita warga, perayaan hari kemerdekaan kali ini adalah yang terbesar.

Mustofa, Bondan dan teman-teman lainnya sejak pagi tumplek blek di tepian sungai seusai upacara di sekolahnya.

“Ada kotak sarapan, dan tumpukan hadiah yang panjang. Mantap ini,” ucap Mustofa mengomentari apa yang disediakan oleh penyelenggara.

“Ada juga amplop Mumus, lumayan untuk jajan sebulan,” sambung Bondan.

Mustofa bukanlah jenis bocah pemangsa jajan. Selain tak dibiasakan oleh orang tuanya, nafsu rendah Mustofa terhadap jajanan dipengaruhi oleh lidahnya yang hanya mengenal enak dan enak sekali. Maka tempe goreng berbalut tepung yang terus disajikan oleh mamaknya setiap hari sudah cukup untuk membuat mulutnya sibuk mengunyah. Sesekali memang Mustofa membeli jajanan, pentol rebus, bakar atau goreng yang banyak dijajakan oleh pedagang keliling.

Baca Juga:  Meski Dapat Peringatan, Pengusaha Taksi Online Pilih Tetap Beroperasi 

Sepanjang hari itu hampir semua pertandingan diikuti oleh Mustofa. Namun tak satupun peringkat juara bisa digenggamnya hingga kemudian dia ikut pertandingan terakhir yaitu pungut sampah. Pada kompetisi ini Mustofa tak terkalahkan, kebiasaannya memunguti botok, kotak atau gelas minuman membuat sampah yang dikumpulkan Mustofa bernilai tinggi.

Sore usai pulang dari lomba, dengan baju dan celana basah karena diakhir lomba diisi dengan saling simbur, Mustofa berjalan pulang sendirian. Ada selembar koran terhampar di jalan, Mustofa memungutnya untuk dibuang di TPS yang tak jauh dari posisinya sekarang.

Namun di halaman koran itu ada gambar yang menarik, foto tentang aksi demonstrasi yang dilakukan oleh salah satu LSM Progresif Revolusioner yang masih tersisa di Kota Samarinda. Demo itu mengangkat tagline “Sungai Mahakam Bukan Toilet”. Mereka menyuarakan itu dengan menyusun kloset di sepanjang tepian Sungai Mahakam.

Baca Juga:  KPU “Bidik” Warganet, Pakai Meme dan Vlog untuk Sosialisasi

“Wah mantap ini, kalau Sungai Mahakam Toilet berarti Sungai Karang Mumus septic tank,” guman Mustofa.

Bertahun tinggal di tepi Sungai Karang Mumus, Mustofa paham benar bahwa sungai ini telah menjadi tempat buangan dari semua yang ingin dibuang dan dihindari oleh masyarakat. Apa yang dibuang awalnya mengambang kemudian perlahan luruh tenggelam karena diselimuti berat lumpur, yang awalnya melayang layang dalam air.

Semua buangan akan abadi di Sungai Karang Mumus karena tak pernah terlepas hingga ke muara. Air pasang dari Sungai Mahakam akan mengembalikan semua yang terbuang di Sungai Karang Mumus yang telah mencapai muara, kembali ke arah hilir. Dan nama lain dari tempat bersemayan dari semua buangan adalah septic tank.

Baca Juga:  Paslon Harus Siap Kalah 

Mustofa tahu septic tank adalah tempat membusukkan buangan, dari benda padat menjadi cair dan larutan. Maka septic tank akan menghasilkan lindi atau air coklat lebih cenderung ke hitam. Dan begitulah warna Sungai Karang Mumus andai hujan tak menguyur.

“Kalau tak percaya bukalah septic tank, warna airnya jelas tak akan beda jauh dengan yang ada di sungai ini,” ucap Mustofa entah pada siapa. Pondok Wira, 10/09/2016 @yustinus_esha

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaSerial Karang Mumus
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wow!! Bocah SD Kemudikan Dump Truck, Polisi Tercengang

Next Post

Tularkan Ilmu dan Pengalaman, Ingatkan soal Salat hingga Tauhid

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.