SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim mulai mempersiapkan sosialisasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Tujuannya untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi lima tahun sekali ini. Mengikuti perkembangan zaman, sasaran sosialisasi ini kini melebar hingga ke warganet, sebutan warga yang aktif menggunakan media-media sosial di internet.
Syamsul Hadi selaku Komisioner KPU Kaltim divisi SDM dan partisipasi masyarakat menyebut, penting bagi KPU menggunakan kreativitas dalam penyampaian sosialisasi. Khususnya sosialisasi pada kelompok-kelompok sasaran yang masih kurang tersentuh pada pemilu sebelumnya.
“Salah satunya KPU melakukan sosialisasi kepada warganet. Karena sekarang seperti yang diketahui media sosial mempunyai peran yang besar di dalam menyampaikan informasi. Maka KPU juga masuk di situ,” kata Syamsul kepada Metro Samarinda.
Dalam sosialisasi kepada warganet ini, KPU berencana menggandeng berbagai komunitas di internet. Sosialiasasi yang dilakukan nantinya dengan menggunakan media-media populer saat ini, seperti misalnya meme atau video blog (vlog), dan bentuk-bentuk kreasi anak muda lainnya yang tengah menjadi kegemaran saat ini.
Termasuk lagu-lagu yang tengah populer di masyarakat khususnya di kalangan anak muda pemilih pemula, juga dimanfaatkan KPU Kaltim. Dalam hal ini, tim sosialisasi KPU mengubah lirik lagu tersebut dengan pesan-pesan kepemiluan.
“Sudah banyak komunitas anak muda yang menawarkan diri untuk nanti ikut berpartisipasi di dalam sosialisasi ini. Supaya mereka juga bisa terlibat dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Nanti akan kami rekrut untuk menyampaikan di lingkungannya masing-masing,” paparnya.
Salah satu contoh seperti yang dilakukan anak-anak mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di KPU Kaltim. Kata Syamsul, mereka membuat meme tentang pemilu. Dengan jargon-jargon yang menarik seperti “anak muda tidak keren kalau tidak datang ke TPS”, atau “tidak keren bila tidak menggunakan hak pilih”.
Harapannya, sosialisasi ini mulai digerakkan pada bulan Oktober. Syamsul menyebut, KPU memiliki keinginan untuk melakukan sosialisasi di setiap tahapan pilgub. Yang paling dekat yaitu perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
“Nanti meme-meme, atau vlog, mungkin juga video-video pendek, bisa diviralkan melalui media-media sosial seperti facebook, whatsapp, dan sebagainya,” pungkas Syamsul. (luk)







