• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Amerika Serikat Anggap Tiongkok Menindas Etnis Uighur

by M Zulfikar Akbar
6 Desember 2019, 13:00
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Personel keamanan Uighur berpatroli di dekat Masjid Id Kah, Xinjiang, Tiongkok. Penduduk terus diawasi. (Ng Han Guan/AP)

Personel keamanan Uighur berpatroli di dekat Masjid Id Kah, Xinjiang, Tiongkok. Penduduk terus diawasi. (Ng Han Guan/AP)

Share on FacebookShare on Twitter

Amerika Serikat terus menyodok sisi sensitif Tiongkok. Selasa lalu (3/12), Dewan Perwakilan AS mengetok palu atas rancangan undang-undang mengenai isu penindasan etnis Uighur. Regulasi tersebut menyulut api baru dalam pertikaian dua raksasa ekonomi dunia itu.

”Hari ini, hak asasi dan martabat komunitas Uighur terancam oleh aksi barbar Beijing. Hal ini membuat seluruh dunia marah,” ungkap Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi menurut Agence France-Presse.

Undang-undang serupa sebenarnya sudah dibuat Senat AS September lalu. Namun, majelis rendah yang dikuasai Partai Demokrat merasa bahwa keputusan pemerintah kurang kuat. Karena itu, mereka membuat aturan Uighur versi mereka sendiri.

Regulasi tersebut mewajibkan kementerian luar negeri untuk menyelidiki kekejaman pemerintah Tiongkok di Xinjiang dalam jangka waktu. Presiden AS Donald Trump juga wajib memberikan sanksi kepada lembaga atau sosok yang bertanggung jawab atas penindasan etnis Uighur.

Baca Juga:  Hujan Uang di Tol

”Tindakan Tiongkok adalah kamp konsentrasi (Nazi, Red) di era modern,” tegas anggota kongres fraksi Republik Chris Smith seperti yang dilansir oleh Al Jazeera.

Undang-undang tersebut mendapatkan dukungan kuat dari dewan perwakilan. Dari 408 anggota yang memberi suara, hanya satu yang menolak. Yakni, perwakilan distrik 4 Kentucky, Thomas Massie. Massie juga menolak rancangan Undang-Undang Hongkong saat diuji di dewan perwakilan.

”Ketika pemerintah mencoba mencampuri urusan domestik negara lain, itu artinya kita mengundang negara lain untuk mencampuri urusan kita,” jelasnya.

Undang-undang tersebut butuh persetujuan dari Gedung Putih sebelum diberlakukan. Namun, kongres harus menggabungkan dua kebijakan serupa sebelum mengajukannya ke Trump. Sampai saat ini, pemerintah belum memastikan apakah presiden AS bakal menyetujui proposal tersebut.

Baca Juga:  Akhirnya, Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda

Meski kebijakan tersebut belum berlaku, pemerintahan Xi Jinping sudah kebakaran jenggot. Tak lama setelah Dewan Perwakilan AS mengetokkan palu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok langsung memberikan tanggapan resmi. Lembaga diplomasi Negeri Panda itu menganggap AS berusaha memfitnah Tiongkok.

”Kebijakan di Xinjiang merupakan langkah untuk melawan kekerasan, terorisme, dan separatisme. Berkat kebijakan itu, tidak ada lagi serangan teroris dalam tiga tahun terakhir,” ujar Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying menurut BBC.

Tiongkok meminta agar Trump mencegah pemberlakuan aturan tersebut jika ingin tetap menjalin kerja sama. Sebelumnya, Tiongkok sudah menolak rencana kunjungan kapal angkatan laut AS dan memberikan sanksi kepada LSM kemanusiaan AS. Beberapa keputusan itu dinilai merupakan balasan atas Hong Kong Human Rights and Democracy Act. (jpc)

Baca Juga:  Dunia Mengecam, AS Tetap Mengakui Dataran Tinggi Golan

REPRESI TIONGKOK DI XINJIANG
– Melarang warga beribadah, berjenggot, atau bercadar.
– Menuding semua konten berbahasa Arab, termasuk lagu, sebagai ajaran ekstrem.
– Mengumpulkan sampel DNA dari anak-anak.
– Menggunakan CCTV untuk melacak dan mengawasi warga.
– Mengirim jutaan orang ke kamp reedukasi.
– Memisahkan anak-anak dari keluarga.

Sumber: Agence France-Presse, BBC

Tags: amerika serikattiongkokuighur
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Komponen Harley Ternyata Milik Bos Garuda, Erick Pecat Ari Askhara

Next Post

Ketahui 3 Fakta Penting Seputar Penyakit Jantung

Related Posts

Dikecam di Negeri Sendiri, Pemimpin Yahudi Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat
Internasional

Dikecam di Negeri Sendiri, Pemimpin Yahudi Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat

5 Juni 2020, 11:30
Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru
Nasional

Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru

20 Mei 2020, 16:30
Palestina Batalkan Seluruh Perjanjian dengan Israel dan AS
Internasional

Palestina Batalkan Seluruh Perjanjian dengan Israel dan AS

20 Mei 2020, 15:30
Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam
Internasional

Menlu: ABK WNI di Kapal Tiongkok Belum Terima Gaji, Kerja 18 Jam

11 Mei 2020, 11:30
ABK WNI Diduga Diperbudak di Kapal Ikan Tiongkok
Internasional

ABK WNI Diduga Diperbudak di Kapal Ikan Tiongkok

7 Mei 2020, 10:30
Rupiah Sementara Terkuat di Asia
Ragam

Ekonomi Tiongkok Mulai Pulih dari Korona, Rupiah Terima Sentimen Positifnya

31 Maret 2020, 19:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.