• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Menelusuri Latar Belakang Predator Seksual Reynhard

Di Sekolah Tak Menonjol, Hanya Diingat Kemayu

by M Zulfikar Akbar
9 Januari 2020, 11:30
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Reynhard Sinaga (FACEBOOK)

Reynhard Sinaga (FACEBOOK)

Share on FacebookShare on Twitter

Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga di Manchester menyedot perhatian dunia. Disebut-sebut sebagai pemerkosaan berantai terbanyak di bumi, banyak yang ingin tahu latar belakang mahasiswa S-3 University of Leeds itu.

FEBRY FERDIAN, Depok, Jawa Pos

DARI sejumlah dokumen yang ada, Reynhard diketahui sebagai warga Jalan Dahlia, Pancoran Mas, Depok. Rumahnya berlantai dua, berdiri megah. Sejumlah warga sekitar mengonfirmasi bahwa bangunan itu adalah rumah keluarga cowok dengan tinggi 170 cm yang akrab disapa Rey tersebut. Di sampingnya, ada gedung Graha and Convention Hall Ronatama. Area parkirnya luas.

Gedung itu juga milik mereka. Jika ditotal, semua properti keluarga tersebut di kawasan itu mencapai 3 hektare.

Saat didatangi kemarin (7/1/2020), hanya tukang kebun dan penjaga rumah yang menemui. Seperti sudah mendapat brifing mengenai kabar tak mengenakkan, mereka irit bicara. Hanya jawaban singkat dan gelengan kepala. ”Semuanya di luar negeri,” kata salah seorang penjaga.

Properti milik keluarga Reynhard Sinaga yang ada di Jalan Dahlia, Kota Depok, kemarin. (FEBRY FERDIAN/JAWA POS)

Seorang pemilik warung di depan rumah yang meminta disapa Bulik mengatakan bahwa orang tua Rey jarang di rumah. Tapi, semua tahu bahwa keluarga itu kaya raya meski tidak ada yang tahu bisnis yang dijalani. Lokasi rumah tersebut merupakan kompleks hunian mewah dan rumah keluarga pria kelahiran Jambi, 19 Februari 1983, itu merupakan yang terbesar. Gedung convention hall-nya biasa disewakan untuk umum.

Baca Juga:  Paman di Bontang Kuala yang Nyaris Perkosa Keponakan Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Abraham Jonathan, ketua RW 11, lingkungan rumah itu, mengatakan bahwa keluarga Rey sudah lebih dari empat tahun tinggal di situ. Selama ini mereka dikenal baik. Namun memang jarang di rumah. ”Tapi, kalau pekerjaannya apa, saya enggak tahu. Mereka baik. Selalu rutin kalau kasih sumbangan pas 17-an dan kegiatan lain,” ucap dia.

Abraham menjelaskan, orang tua Rey selalu mengatakan bahwa salah satu anaknya sedang kuliah di Inggris. Tetapi, Abraham tidak mengetahui apakah yang dimaksud itu Rey atau bukan. ”Pas pindah ke sini, anaknya udah kuliah di Inggris. Tapi, anaknya itu kan ada empat,” tutur dia.

Dia tidak menyangka bahwa kejadian yang menyedot perhatian dunia itu melibatkan keluarga warganya. Abraham hanya bisa prihatin dan mendoakan agar kasus tersebut segera selesai.

Sebelum berangkat ke Inggris, Rey menyelesaikan kuliah di UI. Dia merupakan lulusan SMAN 1 Depok. Jawa Pos (induk Bontangpost.id) mendatangi tempat itu dan bertemu dengan Kepala SMAN 1 Depok Supiana.

Supiana membenarkan, ada catatan yang menyebutkan bahwa Rey pernah menuntut ilmu di sekolah itu. Rey lulus pada 2002 dari jurusan IPA. Nilai akademiknya berada pada tingkatan rata-rata di sekolah. ”Dia enggak ranking, di tengah-tengah,” terang Supiana.

Baca Juga:  Gauli Anak Sendiri, AF Didakwa Pasal Berlapis 

Soal kepribadian, tidak banyak yang diketahui Supiana tentang Rey. Sebab, kala itu Supiana belum bertugas di sekolah tersebut. Para guru hingga wali kelas yang pernah mengajar Rey, menurut dia, juga sudah pensiun. Namun, berdasar informasi yang masuk, Rey disebutnya sebagai siswa yang baik. Rey masuk Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) melalui jalur SBMPTN. ”Kalau dulu kan sedikit yang bisa masuk. Dia salah satunya. Berarti kan bagus juga,” ucap dia.

Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti membenarkan bahwa Rey merupakan alumnus UI. Meski begitu, UI sebagai lembaga pendidikan mengutuk perbuatan tersebut. Perbuatan yang biadab serta bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan. ”Kami ikut prihatin kepada para korban atas peristiwa yang mereka alami,” ucapnya dalam pernyataan tertulis.

Rifelly meminta perbuatan Rey tidak dikaitkan dengan statusnya sebagai alumnus UI. ”Meski yang bersangkutan alumnus, perbuatannya sama sekali tidak terkait dengan UI,” katanya.

UI berkomitmen melaksanakan pengajaran dan pendidikan untuk generasi muda. Agar para penerus bangsa memiliki intelektualitas tinggi dan berbudi luhur. Pihak kampus menghormati putusan pengadilan sepenuhnya.

Berdasar data yang didapatkan dari masa kuliahnya, Rey pernah tinggal di Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Depok. Di data tersebut, dia mencantumkan alamat surelnya, yakni pantat_babi_bersinar@yahoo.com.

Baca Juga:  Pria di Bontang Barat Ditangkap karena Perkosa Anak di Bawah Umur
Reyhard di buku kelas Arsitektur FTUI. (RADAR DEPOK)

Rey juga pernah menuntut ilmu di SMPN 2 Depok. Salah seorang gurunya yang menolak disebutkan namanya mengatakan, Rey adalah siswa yang tidak terlalu menonjol di kalangan guru. ”Seperti siswa pada umumnya,” ucapnya kepada Radar Depok kemarin.

Hanya, guru yang pensiun pada 2016 tersebut menjelaskan, di masa sekolah Rey sudah terlihat kemayu. Tetapi, perilaku itu Rey tunjukkan ketika bersama teman. Sedangkan saat berhadapan dengan guru, Rey biasa saja.

Dikutip dari The Guardian, Rey dibesarkan di keluarga Katolik. Dia datang ke Inggris pada 2007. Selama hampir sepuluh tahun kemudian sampai ditangkap pada 2 Juni 2017, Rey menjalani hidup dengan uang kiriman orang tua. Ayahnya disebut sebagai seorang banker. Selain membayar ribuan pound sterling buat biaya kuliah, ayahnya menyewa flat di Montana House untuk tempat tinggal Rey. Flat itu hanya berjarak beberapa pintu dari kelab Factory yang menjadi tempat favorit Rey untuk mencari mangsa.

Rey diketahui jarang berbicara tentang keluarganya. Selama persidangan kasus itu, ibunya datang hanya sekali ketika pretrial hearing pertama. Tinggal di Manchester, Rey tak pernah menyembunyikan orientasi seksualnya sebagai gay. Dia biasa menghabiskan waktu di Canal Street dan Gay Village. Dia juga menggunakan sejumlah aplikasi kencan khusus gay di Grindr dan Hornet. (jpc)

Source: Jawa Pos
Tags: pemerkosaanpredator seksualreynhard sinaga
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terjaring OTT KPK, Segini Total Harta Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Next Post

Tak Hanya Turunkan Berat Badan, Berjalan Ternyata Punya Banyak Manfaat

Related Posts

Diduga Korban Kekerasan Seksual, Gadis di Bawah Umur asal Balikpapan Meninggal
Kriminal

Pria di Bontang Barat Ditangkap karena Perkosa Anak di Bawah Umur

20 September 2025, 19:19
Gagal Memperkosa, Pria di Samarinda Malah Pukul Korban
Kriminal

Ketahuan Hendak Perkosa Tetangga yang Masih di Bawah Umur, Pria di Bontang Selatan Ditangkap

25 Januari 2025, 14:59
Paman di Bontang Kuala yang Nyaris Perkosa Keponakan Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Kriminal

Paman di Bontang Kuala yang Nyaris Perkosa Keponakan Dituntut 2,5 Tahun Penjara

2 Juli 2024, 15:34
Habis Mabuk, Paman di Bontang Kuala Nyaris Perkosa Keponakan
Kriminal

Habis Mabuk, Paman di Bontang Kuala Nyaris Perkosa Keponakan

29 Januari 2024, 17:01
Habis Pesta Miras, Dua Pria di Bontang Perkosa Pelajar di Bawah Umur
Kriminal

Habis Pesta Miras, Dua Pria di Bontang Perkosa Pelajar di Bawah Umur

17 Oktober 2023, 12:32
Bocah 11 Tahun di Kukar Tega Perkosa Balita 4 Tahun di Kebun Sawit
Kriminal

Bocah 11 Tahun di Kukar Tega Perkosa Balita 4 Tahun di Kebun Sawit

8 Juni 2023, 16:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.