• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

HMI Ancam Demo, LPK Minta Kualitas Air Diperhatikan 

by BontangPost
2 Maret 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
Foto Aji Mirni Mawarni/Dirut PDAM(Foto Dhedy/Sangatta Post)

Foto Aji Mirni Mawarni/Dirut PDAM(Foto Dhedy/Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta, mengancam menggelar aksi besar-besaran jika Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua Cabang Kutai Timur (Kutim) memaksakan menaikkan tarif dasar air Juni mendatang. Hal ini dilontarkan pada saat PDAM menggelar diskusi panel dengan masyarakat di Gedung Serba Guna (GSG) pada Selasa, (28/2) lalu.

Dikatakan Ketua HMI Cabang Sangatta, Alfian Sinu, penolakan lantaran kenaikan tarif air dianggap akan memberatkan masyarakat Kutim. Terlebih, bagi mereka yang berada di kalangan bawah.

“Kalau PDAM menaikkan tarif air, kami dari HMI akan demo. Karena hal itu akan mensengsarakan rakyat kalangan bawah,” ujar Alfian Sinu, di tengah-tengah masyarakat pada saat  menyampaikan aspirasinya di depan panelis.

Belum diterapkannya kenaikan tarif ini saja, masyarakat sudah cukup mengeluh. Mulai dari permasalahan kualitas air, kuantitas air hingga kontinuitas. Untuk itu, saat ini PDAM belum tepat menaikkan tarif air di Kutim.

“Kami kira saat ini belum tepat. Mungkin perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Yang paling terpenting ialah masalah pelayanan ditingkatkan terlebih dahulu. Karena pelayanan lah yang paling diharapkan oleh masyarakat,” katanya.

Meskipun begitu, dirinya cukup memberikan apresiasi kepada PDAM. Karena, sebelum menaikkan tarif air, terlebih dahulu menggelar diskusi kepada masyarakat Kutim.  Sehingga, masyarakat mengetahui semua permasalahan yang dihadapi oleh PDAM.

Baca Juga:  Tuntutan Sekolah Swasta Dipenuhi

“Kami cukup senang karena diundang. Sehingga kami mengetahui semuanya. Tetapi apapun alasannya, kami minta PDAM untuk menunda terlebih dahulu kenaikan tarif ini. Kalaupun sudah merupakan kewajiban, maka kenaikannya wajib menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Karena kami tidak menginginkan, dengan naiknya tarif air malah mensengsarakan masyarakat,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh Iwan. Warga Sangatta Utara ini menolak wacana kenaikan tersebut. Karena PDAM saat ini dinilai belum maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya, permasalahan penggiliran air bersih. “Silahkan saja naik, tetapi berikan yang terbaik bagi masyarakat. Naiknya pun harus disesuaikan dengan kemampuan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Masyarakat (LPK) Kutim, Andi Arafah, mengaku tidak mempermasalahkan jika PDAM berniat menaikkan tarif. Sebab, air merupakan kebutuhan masyarakat banyak. Dengan catatan, PDAM bisa memperhatikan kualitas air yang akan disalurkan kepada pelanggan. Karena jangan sampai, masyarakat membayar mahal, akan tetapi pelayanan terabaikan.

“Masyarakat tidak masalah (air naik,red). Karena itu merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa dipisahkan. Tetapi berikan masyarakat pelayanan yang terbaik. Dari pada beli air, Rp60 ribu per tandon.” pinta Arafah.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Setujui Kenaikan Tarif

Dirinya juga meminta kenaikan tarif air tidak terlalu besar dan memberatkan masyarakat. Kenaikan bisa disesuaikan dengan kemampuan masyarakat itu sendiri. Jangan sampai, naiknya tarif yang berlebihan malah membuat masyarakat berhenti berlangganan. Tentu, malah akan membuat PDAM kehilangan pelanggan. “Hitung juga kenaikannya,” katanya.

Terlepas dari itu, Arafah, juga berharap kepada PDAM dapat memanfaatkan semua potensi air bersih yang ada di Kutim. Sehingga, disaat kemarau, PDAM tidak kewalahan lagi dalam mendistribusikan air bersih. Salah satu yang direkomendasikannya ialah kawah di eks pertambangan batu bara KPC.

Kemudian, kedepannya air PDAM tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci  saja, akan tetapi sesuai dengan namanya yakni dapat diminum seperti halnya di daerah lain. Karena sangat disayangkan, banyaknya potensi yang ada di Kutim tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. “Juga kami harap, PDAM tidak hanya memberikan pelayanan di tempat khusus saja, akan tetapi disebar kepada semua masyarakat. Jadi semua masyarakat bisa merasakannya,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM, Aji Mirni Mawarni, mengaku mewacanakan kenaikan tarif air. Ada beberapa pertimbangan atas kebijakan tersebut. Pertama, karena saat ini tengah dilanda defisit. PDAM sudah tidak mendapatkan subsidi penuh dari pemerintah. Sementara harga pokok produksi jauh lebih tinggi ndari harga jual. Seperti, pembelian obat air, BBM dan lainnya.Jika tidak dinaikkan, maka akan berpengaruh besar terhadap kelancaran air bersih.

Baca Juga:  Penyakit Kulit Terbanyak di Sel Polres Kutim

Karena hal ini dianggap penting, untuk itu pihaknya menggelar diskusi panel kepada masyarakat dan semua tokoh agar permasalahan yang dihadapi PDAM dapat dicarikan solusi. Hasilnya, cukup memuaskan. Pasalnya, hampir semua pihak mendukung kanaikan tersebut. Dengan catatan, pelayanan lebih ditingkatkan dari sebelumnya.

“Untuk itu, ke depan kami akan perhatikan lagi masalah kualitas air. Sebenarnya, kualitas air sudah maksimal, akan tetapi pipa kami yang belum dibersihkan. Sehingga, pada saat tersalurkan ke masyarakat, air terlihat kotor. Tetapi, kami akan bersihkan secepatnya. Tidak hanya masalah kualitas, kuantitas, dan kontinuitas juga menjadi hal yang utama. Jadi tiga hal ini akan dikedepankan,” katanya.

Dirinya juga mengaku, dari 18 kecamatan, sudah 17 kecamatan yang mendapatkan pelayanan PDAM. Meskipun, baru di kota induknya. Hal ini lagi-lagi, diperlukan waktu dan tahapan untuk mewujudkan mimpi tersebut. “Jadi perlu bertahap. Tetapi itu semua akan diusahakan agar semua dapat menikmati air listrik,” katanya. (dy)

 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: demokenaikan tarif airsanggata post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

 21 Hari Polisi Gelar Operasi Simpatik

Next Post

Pro-Kontra Kenaikan Tarif Air, Keputusan di Tangan Bupati

Related Posts

Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur
Kaltim

Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

12 April 2026, 21:40
Aktivis Mahasiswa Khariq Ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara, tanpa Surat Perintah
Nasional

Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa, Tiga Orang Tewas

30 Agustus 2025, 09:09
Demo Mahasiswa Bontang Tuntut Tuntaskan Banjir, Ini Kata Pemkot
Bontang

Demo Mahasiswa Bontang Tuntut Tuntaskan Banjir, Ini Kata Pemkot

12 September 2022, 15:43
Sopir Truk Ancam Demo
Bontang

Sopir Truk Ancam Demo

20 Desember 2018, 17:10
Menanti Keseriusan Isran-Hadi 
Kaltim

Menanti Keseriusan Isran-Hadi 

11 Desember 2018, 16:30
Tolak Politik Praktis Masuk Kampus, Mahasiswa Untag Gelar Aksi dan Pencopotan APK
Kaltim

Tolak Politik Praktis Masuk Kampus, Mahasiswa Untag Gelar Aksi dan Pencopotan APK

30 Oktober 2018, 16:50

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Avtur Naik, Harga Tiket Pesawat dari Samarinda Ikut Melambung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.