• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kisah Keluarga Hamdana yang Kerap Makan Nasi dengan Garam

Ekonomi Semakin Sulit Sejak Suami Sakit

by M Zulfikar Akbar
17 April 2020, 15:11
in Bontang, Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Dari kiri, Aisyah, Sari  dan Isro asyik menonton televisi sebagai hiburan di tengah kesulitan hidup mereka, Kamis (16/4/2020). (FAREZZA AFIA/KP)

Dari kiri, Aisyah, Sari dan Isro asyik menonton televisi sebagai hiburan di tengah kesulitan hidup mereka, Kamis (16/4/2020). (FAREZZA AFIA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

Kesulitan ekonomi mendera pasangan Muhammad Riadi dan Hamdana. Bersama lima orang anak, mereka berjuang bertahan hidup di tengah kemiskinan.

FAREZZA AFIA ROHMATUL FIRDAUS, Bontang

MALAM telah larut saat Hamdana duduk di ruang tamunya. Air matanya membasahi pipi. Berselimut gelap, dia menangis dalam diam. Tak ingin membangunkan dua anaknya, Aisyah dan Sari yang baru saja tertidur.

Si bungsu Aisyah usianya 1 tahun 4 bulan. Sedangkan Sari adalah anak keempat. Empat bulan lagi usianya genap 4 tahun. Mereka sebelumnya menangis. Lantaran perut yang belum diisi makanan sejak sore.

“Saya tak bisa memberi mereka makan. Hanya bisa membujuk mereka agar tidur,” kata perempuan 32 tahun itu.

Hamdana menyebut tak punya uang lebih untuk memberi makan kedua anaknya yang kelaparan malam itu. Uang yang ada hanya cukup membeli beras di hari selanjutnya.

“Mau beli lauk juga enggak sanggup. Jadi nasi biasa dimakan sama garam. Kalaupun makan telur atau daging ayam itu pemberian tetangga,” ucapnya.

Baca Juga:  Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

Hamdana dinikahi Muhammad Riadi pada 2007 lalu. Mereka tinggal di sebuah rumah papan yang disewa Rp 300 ribu per bulan di Jalan Selat Lombok 2, Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan. Di rumah ukuran 6×6 meter itu, bahtera rumah tangga mereka dibangun hingga memiliki lima orang anak.

“Si sulung namanya Farid usianya 13 tahun. Kelas 5 SD. Anak kedua Siska. Usia 9 tahun kelas 2 SD dan ketiga Isro usia 8 tahun kelas 1 SD,” sebutnya.

Sejak menikah, pasangan ini memang hidup serba kekurangan. Hamdana menyebut, suaminya memang bekerja serabutan. Kadang menjadi buruh bangunan atau membersihkan kebun milik warga.

“Hari ini (16/4/2020) dipanggil buat gali kubur,” kata Hamdana.

Ekonomi keluarga semakin sulit ketika penyakit Riadi kerap kambuh. Meski masih berusia 33 tahun, Hamdana menyebut suaminya menderita sakit pinggang hingga tak sanggup bekerja terlalu keras.

“Sakitnya sudah lama sebelum kami menikah. Tapi setahun ini sering kambuh,” ujarnya.

Hamdana pun mencoba membantu. Dia biasa berkeliling mencari tanaman umbi-umbian. Mengambil daun mudanya dan menjualnya di pinggir jalan.

Baca Juga:  Unik, Tongkol Jagung dan Cangkang Kerang Disulap Jadi Keramik

“Apa pun bakal saya lakukan asalkan bisa makan. Yang penting halal,” tutur Hamdana sambil menyeka keringat Sari yang bermanja di sampingnya.

Namun pendapatan keduanya tetaplah kurang. Uang sewa rumah pun tak bisa dibayarkan selama 10 bulan. Upah yang diterima suami dari pekerjaan yang jarang didapat hanya diprioritaskan untuk kebutuhan makan anak-anak mereka.

“Kalau dipanggil kerja dapat Rp 150-200 ribu. Tapi itu jarang sekali. Jadi enggak bisa menabung,” ujarnya mengusap air mata menggunakan kerudung coklatnya.

Selain makan, saat ini Hamdana bingung dengan nasib pendidikan tiga anaknya. Ketika pemerintah meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, Farid, Siska dan Isro tak bisa mendapatkan pelajaran dari rumah. Sarana penunjang seperti smartphone tak ada.

“Disuruh fotokopi buku juga enggak ada uangnya. Enggak tahu mereka bisa naik kelas atau tidak,” sebutnya.

Kalaupun belajar, hanya bisa dilakukan saat matahari masih bersinar. Karena sering, lampu di rumahnya padam. Bukan karena gangguan, namun memang tak sanggup membeli token listrik.

Baca Juga:  Jatuh Cinta di Desa Pela

“Kemarin sempat dua malam gelap-gelapan. Bersyukur Rabu (15/4/2020) lalu ada yang bantu membelikan voucher listrik,” ucapnya.

Hamdana menyebut keluarganya bisa bertahan hidup karena masih ada orang baik yang selama ini membantu. Baik datang dari tetangga atau warga sekitar yang peduli. Dari pemerintah? Dia menyebut belum pernah.

“Pernah urus surat pernyataan tidak mampu dan melaporkan diri ke sekolah. Namun enggak ada apa-apa. Mungkin belum rezeki,” ujarnya iklas.

Baca juga: Dissos Kawal Kondisi Keluarga Hamdana

Untungnya si sulung paham kondisi keluarga, Farid sering membantu dengan membantu bersih-bersih rumah dan memijit warga. Biasanya diberi imbalan Rp 30 ribu. Duit itu langsung diberikan ke Hamdana agar dibelikan beras dan sayur.

“Kalau dia dapat uang. Langsung diberikan sama saya. Katanya biar saya yang kelola,” katanya sambil menatap Farid dengan bangga. (rdh/kpg)

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Nl6tT2zu9_0[/embedyt]

Print Friendly, PDF & Email
Tags: featurekeluarga tak mampu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pilkada Serentak Mundur, KPU Bontang Tunggu Perppu

Next Post

Badak LNG Gandeng LPADKT-KU, Sebar Ribuan Masker

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00
Feature

Kisah Warga Kaltim yang Menjalani Puasa di Luar Negeri; Nisa (1)

29 Maret 2023, 21:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.