• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Unik, Tongkol Jagung dan Cangkang Kerang Disulap Jadi Keramik

by M Zulfikar Akbar
28 November 2019, 20:00
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Dari kiri: Fariz Aditya Chandra, Natashia Deborah, AAL Prajna Canricha Pradani, dan Alyaa Zalfaa Komara Putri menunjukkan produk keramik bikinan mereka. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Dari kiri: Fariz Aditya Chandra, Natashia Deborah, AAL Prajna Canricha Pradani, dan Alyaa Zalfaa Komara Putri menunjukkan produk keramik bikinan mereka. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

Di tangan empat mahasiswa Manajemen Bisnis ITS, tongkol jagung dan cangkang kerang menjadi barang bernilai jual yang inovatif dan ramah lingkungan.

FAJAR ANUGRAH TUMANGGOR, Jawa Pos

AAI Prajna Canricha Pradani menghubungkan keramik kreasi dirinya dan rekan-rekannya dengan Pantai Sanur, Denpasar, Bali. Menurut Cancricha, panggilan AAI Prajna Canricha Pradani, produk yang dilabeli Scammics itu terinspirasi dari kondisi pantai tanah kelahirannya tersebut. ”Ada banyak sampah di bibir pantai. Salah satu yang mendominasi adalah tongkol jagung. Jadi, turis-turis itu selesai memakan jagung, tongkolnya dibuang,” katanya.

Cancricha yang kala itu masih duduk di sekolah menengah atas tergugah. Dara 18 tahun tersebut ingin mengubahnya jadi bahan yang berguna. Dia membaca banyak referensi soal pemanfaatannya. ’’Dari salah satu bacaan, ternyata bisa dibuat keramik. Saya coba, hasilnya lumayan,” ungkap Canricha di ruang kepala Program Studi Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) kemarin (26/11/2019).

Baca Juga:  Cara Unik nan Berbeda Merayakan Hari Perempuan Sedunia

Dia pun mengikuti lomba dengan berbekal bahan dasar tongkol jagung itu di Korea Selatan pada 2018. Hasilnya, lolos jadi yang terbaik. ’’Belum bisa mendapatkan gold karena ada beberapa kekurangan di struktur keramik,” tutur mahasiswi semester I itu.

Dia pun berniat memperbaikinya saat kuliah. Harapan tersebut muncul ketika Canricha bertemu Alyaa Zalfaa Komara Putri, Natashia Deborah, dan Fariz Aditya Chandra Empat mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis ITS itu lantas berkolaborasi menyempurnakan keramik Scammics. ’’Saya belajar banyak dari jurnal dan buku. Ternyata, perlu ada tambahan limbah lain. Kami pilih cangkang kerang hijau,” ungkap dia. Limbah itu mereka dapatkan dari restoran di Bali. ’’Dua limbah ini kami dapatkan secara gratis,” ujarnya.

Pada Februari 2019, eksperimen dilakukan. Mereka mencoba tiga kali eksperimen hingga jadi produk keramik tersebut. Tingkat kesulitan pembuatan produk dinilai jadi salah satu masalah di samping ketersediaan alat. Menurut Canricha, dibutuhkan waktu seminggu untuk bisa menghasilkan satu keramik. Proses tersulitnya adalah saat pembakaran. ”Nggak semua bisa jadi keramik. Ada yang pecah, ada yang lengket di cetakan, hingga bolong-bolong karena gelembung udara,” ujarnya.

Baca Juga:  Puncak Samarinda, Bak Negeri di Atas Awan

Karena itu, pihaknya memaksimalkan pengadukan bahan-bahan. Alumnus SMAN Denpasar 3 itu meminta bantuan Balai Teknologi Industri Kreatif Keramik (BTIKKK) Kota Denpasar. ”Untuk hasil satu keramik yang bagus, perbandingan tongkol jagung dan cangkang kerang hijau 1:10. Dicampur dengan clay khusus untuk menguatkan struktur,” tambahnya.

Dinilai sudah cukup baik, Canricha bersama tiga temannya mengikutsertakan produk mereka pada lomba international business plan. Pada Jumat (15/11/2019), mereka menghadiri Advanced Innovation Global Competition (AIGC) 2019 di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Targetnya dapat medali emas. Namun, dalam tiga hari penyelenggaraan itu, hasilnya melebihi ekspektasi.

”Kami mendapatkan grand prize juga,” tutur Canricha. Juri, kata dia, menilai produk keramik tersebut inovatif dan ekonomis serta memiliki dampak sosial dan ramah lingkungan. Tentu saja, nilai plus didapat karena berbahan dasar limbah. ”Perpaduan tongkol dan cangkang kerang belum pernah dilakukan sebelumnya,” tutur Canricha.

Baca Juga:  Mengenal Christian Kustedi, CEO Muda Perusahaan Reseller

Dia menuturkan, produk itu siap dipasarkan. Mereka telah mengemasnya dalam kotak. Setiap 1 meter persegi dijual USD 30 (Rp 420 ribuan). Harganya memang lebih murah ketimbang harga pasar yang berkisar USD 35–150. ”Kami memang tidak mematok harga mahal. Yang penting laris dulu,” ujarnya.

Dari penjualan itu, 15 persennya bakal disumbangkan kepada petani jagung. Hal itu merupakan bentuk dukungan pemberdayaan masyarakat. ”Lebih baik dikumpulkan daripada dibuang sembarangan,” tambahnya.

Canricha mengakui prestasi yang sudah diraih bukan usaha mereka semata. Banyak yang membantu usaha pembuatan keramik tersebut. ”Saya ucapkan terima kasih ke guru saya yang di Denpasar. Senior di ITS. Serta para dosen,” ungkapnya.

”Usia mereka masih sangat muda. Baru semester I. Saya salut,” ujar Berto Mulia Wibawa, kepala Program Studi Manajemen Bisnis ITS.(jpc)

Tags: cangkang kerangfeaturekeramikkreatifitastongkol jagung
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kasus Perusda, Kejari Utus Tiga Penyidik

Next Post

Arab Saudi Mulai Layani Umrah Online

Related Posts

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.