• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kisah Rusdiansyah, Tergolek di Kasur Usai Kecelakaan Kerja

by Fitri Wahyuningsih
17 Juni 2020, 19:30
in Bontang, Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Rusdiansyah tergolek di kasurnya. (Nasrullah/Bontangpost.id)

Rusdiansyah tergolek di kasurnya. (Nasrullah/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Tubuhnya tergolek lemah di kasur. Berdiri tak bisa. Bicara tak bisa. Duduk tak lama. Makan, minum, hingga buang air; semua mesti dibantu. Semua pun mesti dilakukan di kasur. Sejak mengalami kecelakaan kerja medio Februari 2020 silam, dunia berjalan demikian lambat bagi Rusdiansyah. Semestanya kini hanya berkutat di kasur tipis kedap air ukuran 2×1 meter.

Dalam segala keterbatasan itu, untungnya ada sang istri, Jumiati, yang selalu setia mendampingi. Rusdiansyah dirawat sebaik-baiknya. Sebisa mungkin segala keperluannya dipenuhi. Semua dilakukan dengan hati yang lapang, kehati-hatian, dan tentunya, penuh cinta.

“Bagaimana pun kondisinya, bapak adalah suami saya. Dia bapak bagi anak kami,” ujarnya bangga.

Jumiati menjelaskan, kondisi Rusdiansyah berubah demikian drastis usai kecelakaan kerja yang menimpa. Itu terjadi medio Februari 2020.

Kala itu, Rusdiansyah bekerja sebagai wakar atau penjaga di kawasan Bontang Baru. Namun karena pendapatan dari pekerjaan itu tidak mencukupi. Walhasil ia memilih alih profesi.

Baca Juga:  Ajak Makan Ikan Papuyu, Dinasihati Pentingnya Sebuah Reward

“Kebetulan diajak temannya, kerja proyek di Bontang Lestari. Dia ambil lah kerjaan itu,” beber Jumiati seraya menyentuh tubuh lemah suaminya.

Jumiati sendiri tak tahu pasti lokasi, dan nama perusahaan tempat suaminya bekerja. Sebab ketika mengalami kecelakaan, Rusdiansyah baru kerja selama 2 hari. Ia belum sempat bercerita soal tempat barunya bekerja. Yang jelas, pria 44 tahun itu bekerja sebagai tenaga pembantu kelistrikan.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=c8VhnTluT4o[/embedyt]

Kecelakaan kerja itu terjadi pada Kamis (27/2/2020) siang. Tak ada yang tahu bagaimana persisnya kronologi kecelakaan itu. Apakah Rusdiansyah ditabrak, atau jatuh. Tiba-tiba ketika ditemukan rekannya yang lain, tubuh Rusdiansyah sudah tergeletak di tanah. Topi proyek masih utuh di kepala. Tak ada bekas luka atau luka ditemukan di tubuhnya. Namun ketika dilarikan ke Puskesmas Bontang Lestari, Rusdiansyah sudah tak sadarkan diri.

Baca Juga:  Beredar Memorandum Kronologi Kecelakaan Kerja di Tambang KPC yang Menewaskan 1 Pekerja

Selang beberapa jam ditangani tim medis di Puskesmas, Rusdiansyah sempat bangun. Anggota tubuhnya masih bisa bergerak. Semisal tangan dan kaki. Namun khawatir ada hal buruk terjadi, dia lantas dilarikan ke RS Pupuk Kaltim.

“Mau dibawa ke RSUD (Taman Husada) tapi ICU penuh. Makanya ke RS Pupuk Kaltim,” terang Jumiati.

Sekitar 10 hari Rusdiansyah dirawat di RS Pupuk Kaltim. Tim medis sempat ingin melakukan operasi bagian perutnya. Sebab di sana terdapat semacam gumpalan darah akibat kecelakaan. Namun rencana itu diurungkan. Seiring membaiknya tubuh Rusdiansyah.

Sedihnya ketika siuman, beberapa anggota tubuhnya sudah tak bisa digerakkan. Tubuh bagian kanan, mulai tangan hingga kaki lumpuh, mati rasa. Tubuh bagian kiri bisa bergerak, tapi terbatas.

“Ini cuma bisa duduk, itupun enggak lama. Jalan sudah enggak bisa. Bicara juga enggak bisa,” kata Jumiati, ada nada lirih dalam suaranya.

Baca Juga:  Jelajah Hutan Kutim (1): Menikmati Karya Seni Nan Agung yang Terukir di Bebatuan

Dalam keluarga kecilnya yang berisi 3 orang (Rusdiansyah, Jumiati, dan seorang putrinya usia 8 tahun), Rusdiansyah merupakan tulang punggung. Segala keperluan rumah, sejatinya disokong dia. Namun seiring penyakit yang menimpa, praktis keluarga kecil ini tak memiliki penyokong ekonomi.

Sementara ada banyak perlu dibiayai. Pendidikan anak. Kebutuhan pangan sehari-hari. Kebutuhan Rusdiansyah, semisal pampers dan biaya berobat. Serta air, listrik, dan sewa rumah yang totalnya sekitar Rp 800 ribu per bulan.

“Dua bulan ini dibantu pemerintah (BLT). Ada juga beberapa dari teman dan keluarga. Tapi untuk ke depan, kami tidak tahu mau dapat dari mana,” ungkap Jumiati.

Sebabnya, bila ada yang berbaik hati ingin membantu atau menyalurkan donasi kepada keluarga malang ini, dapat menyambangi kediaman mereka. Di Jalan DI Panjaitan, Gang Piano 11, Nomor 83. Atau dapat menghubungi Jumiati melalui nomor ponsel 0852-4968-9036. (*)

Tags: featureKecelakaan Kerja
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PLTS Mulai Beroperasi, Selangan Kembali Terang

Next Post

Hetifah Minta Gugus Tugas Covid-19 Bangun Care Center Bagi Anak

Related Posts

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
KPC Benarkan Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pekerja, Telusuri Penyebar Memorandum
Kaltim

KPC Benarkan Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pekerja, Telusuri Penyebar Memorandum

1 Juni 2026, 13:10
Beredar Memorandum Kronologi Kecelakaan Kerja di Tambang KPC yang Menewaskan 1 Pekerja
Kaltim

Beredar Memorandum Kronologi Kecelakaan Kerja di Tambang KPC yang Menewaskan 1 Pekerja

30 Mei 2026, 10:00
Kecelakaan Kerja di Tambang KPC, Mobil Masuk Kolam, Satu Karyawan Tewas
Bontang

Kecelakaan Kerja di KPC Tewaskan Satu Pekerja, DPR RI Dorong Investigasi Terbuka

14 Januari 2026, 11:00
Kecelakaan Kerja di Tambang KPC, Mobil Masuk Kolam, Satu Karyawan Tewas
Kaltim

Kecelakaan Kerja di Tambang KPC, Mobil Masuk Kolam, Satu Karyawan Tewas

12 Januari 2026, 16:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dibutuhkan 21 Pipe Fitter untuk Pabrik 5 Pupuk Kaltim, Cek Syaratnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.