Program bantuan langsung tunai (BLT) jilid tiga bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Taman masih meninggalkan persoalan. Keluhan datang dari para pemilik toko yang bertindak sebagai penyalur bantuan.
bontangpost.id – Dua pekan lalu penyaluran bantuan lansung tunai (BLT) dampak pandemi Covid-19 sudah dilakukan di tiap kelurahan. Tetapi hingga kini paket sembako yang dipasok oleh seluruh toko di Kecamatan Bontang Selatan belum dibayarkan oleh Pemkot Bontang.
Salah satu pemilik toko yang berada di Bontang Selatan mengaku memasok 100 paket sembako. Tiap paketnya berisi beras 15 kilogram kualitas medium, gula pasir 3 kilogram, dan telur satu piring.
“Belum dibayar hingga kini. Padahal sudah dua pekan,” kata pemilik toko yang enggan identitasnya dipublikasi, kemarin (20/7/2020).
Kondisi ini berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya pada distribusi jilid pertama dan kedua, pembayaran dilakukan sehari usai toko mengantarkan barang. Ia pun sempat menanyakan ke pihak kelurahannya. Namun informasi yang didapat prosedur pembayaran baru mulai diurus di tingkat kecamatan.
“Tetapi belum tahu kapan pasti realisasinya,” ucapnya.
Menurutnya, toko memerlukan pembayaran segera mungkin. Lantaran untuk memutar pasokan barang lainnya untuk melayani konsumen. Dijelaskan dia, berdasarkan pendistribusian sebelumnya, pembayaran dibarengi dengan penandatanganan SPJ dan perjanjian apabila paket tidak diambil oleh penerima BLT. Sementara toko menyerahkan kepada petugas bukti administrasi barang yang telah dikeluarkan.
“Kalau bisa segera dibayar karena ini sudah ditagih oleh agen. Setelah barang dikirim dua minggu memang harus dibayar ke sana (agen),” sebut dia.
Ia pun bingung kepada siapa mau mengadu permasalahan ini. Sesungguhnya, Jono merasa terbantu dengan program BLT ini. Lantaran bantuan itu bisa sebagai pemberdayaan toko di masa pandemi Covid-19.
“Memang ini sebagai salah satu bentuk pemulihan ekonomi. Tetapi jangan begini sistemnya,” pungkasnya.
Sementara, Plt Camat Bontang Selatan Usman HM membenarkan situasi keterlambatan pembayaran ini. Menurutnya alur saat ini dalam proses pengurusan pencairan dana.
“Mungkin besok (hari ini, Red.) bisa dibayarkan,” kata Usman.
Ia meminta pemilik toko tidak perlu khawatir. Dikarenakan, program ini masuk dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) kecamatan.
“Sehingga pasti terealisasi itu,” pungkasnya. (*/ak/rdh/kpg)







