• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Cerita Bayi yang Diduga Menderita Leukemia Mieloid Akut

Janin Sehat saat Hamil, Tahu Down Syndrome ketika Lahir

by Redaksi Bontang Post
12 Agustus 2020, 13:00
in Bontang, Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Bayi ini mendapat perawatan intensif di RSUD Taman Husada. (Adiel Kundhara/KP)

Bayi ini mendapat perawatan intensif di RSUD Taman Husada. (Adiel Kundhara/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

Derai air mata jatuh dari pelopak mata Liliana. Ia tidak bisa menahan kerinduannya. Ketika membesuk buah hatinya mendapatkan perawatan insentif di Ruang Neonatal intensive care unit (NICU) RSUD Bontang. Dua pekan raganya berpisah dengan anak kelimanya ini. Karena jantung hatinya ini diduga menderita leukemia.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

Proses persalinan telah dilewati oleh Liliana. Tepat pada 29 Juli pukul 09.20 Wita. Melalui operasi caesar. Namun, buah hati harus mendapatkan perawatan lanjutan. Dikarenakan bayi diduga menderita acute myeloid leukemia (AML).  Menurutnya pada masa hamil kondisi janin baik. Hasil pemeriksaan USG sejak usia kandungan 5 dan 8 bulan.

“Kata dokter bayinya sehat. Maksimal beratnya 3,3 kilogram,” ujar Liliana.

Keluhan lain juga tidak dirasakan. Bahkan janin saat itu pun gerak aktif. Ditelusuri, dari silsilah keluarga tidak ditemukan riwayat keturunan dengan diagnosa demikian.

Baca juga: Bontangpost.id Buka Donasi untuk Bayi Pengidap Leukemia Mieloid Akut

Ia justru mengetahui kondisi bayi demikian setelah melahirkan. Dimulai dari tidak adanya tangisan pasca-operasi. Diakuinya setiap kehamilan, tekanan darahnya selalu rendah.

“Pasti kalau diukur 80-90 mmHg,” sebutnya.

Setelah dia diperbolehkan pulang, rasa kerinduan membahana. Pasalnya, sang bayi diwajibkan tinggal guna mendapat perawatan intensif oleh tenaga medis. Terkadang isak tangis menyelimuti tiap malam hari.

“Selalu keingat tiap malam. Saya menangis. Padahal keempat kakaknya sehat semua,” ucapnya.

Baca Juga:  RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara

Kunjungan dilakukan tiap saat. Demi melihat buah hati. Selain itu kedatangannya juga untuk memasok kebutuhan popok, susu formula, dan pakaian. Kebutuhan ekonomi Liliana bertumpu pada suaminya. Dia memiliki usaha pentol rebus keliling.

Imbas pandemi Covid-19 ini pendapatan menurun drastis. Terlebih ketika harus menemani istri melewati proses pasca-operasi. Bahkan pernah sehari keuntungan yang didapatkan hanya Rp 30 ribu.

“Sebelum corona bisa mencapai Rp 500 ribu. Tetapi sekarang pendapatan turun,” sebut Rudi, suami dari Liliana.

Sementara, Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada dr Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari mengatakan, operasi caesar dipilih saat persalinan karena sang ibu menderita wasir.

“Takutnya kalau dipaksakan normal bisa terjadi pendarahan hebat saat bayi keluar,” kata perempuan yang akrab disapa Putri ini.

Ketika lahir, bayi mengalami down syndrome . Tandanya dengan tangisan yang tidak kuat. Sehingga pasien dilakukan observasi dan perawatan. Dengan pemasangan intubasi endotrakeal dan diberikan oksigenasi melalui ventilator. Bayi juga dilakukan pemeriksaan rontgen dan darah di hari sama.

Hasil pemeriksaan darah didapati pasien mengalami anemia dan salah satu kondisi ekstrim. Mengingat kadar sel darah putih mencapai 116.920 McL. Lantas, dokter mencurigai ke arah keganasan darah atau leukemia.

Pasca itu, tenaga medis melakukan pemeriksaan lanjutan. Berupa pemeriksaan morfologi darah tepi. Didapatkan pasien ini dicurigai menderita leukemia mieloid akut (AML).

Baca Juga:  Negosiasi Rumah Sakit Satelit, Dua Instansi Saling Tunjuk

“Leukemia sejak lahir itu kejadian jarang di dunia. Kejadian kongenital leukemia ini hanya 1-5 anak per 1.000.000 kelahiran hidup. Sangat kecil angkanya,” ucapnya.

Selain itu, penderita ini kurang dari 1 persen pada leukemia anak-anak. Kondisi yang menjadi faktor resiko anak ini mengalami keganasan ialah kondisi down syndrome (trisomi 21). Memang angka kejadian AML lebih tinggi dibanding tidak menderita down syndrome .

Tanda dan gejala bisa langsung dicurigai leukemia ketika kadar sel darah putih di atas 50 ribu McL. Menurutnya 85 persen terjadi kasus leukemia akut pada anak. Termasuk 49 persen pada kasus AML. Gejala lain yang mengantar diagnosa itu dari pemeriksaan darah.

Idealnya pasien ini dilakukan pemeriksaan lanjutan. Berupa aspirasi sumsum tulang. Akan tetapi, fasilitas itu belum tersedia di RSUD. Fasilitas itu hanya bisa didapatkan di rumah sakit Samarinda dan Balikpapan. Rujukan saat ini tidak bisa dilakukan mengingat kondisi bayi masih kritis.

“Kondisi pasien kritis dengan komplikasi yang muncul. Karena gangguan napas serta kondisi leukemia terjadi infiltrasi sel leukemia di banyak organ dalam. Ini menganggu fungsi optimal dari organ itu,” sebutnya.

Terapi yang diberikan kepada bayi selain oksigenasi ialah pemberian antibiotik dan transfusi darah sesuai kebutuhan. Karena pada anak leukemia pasti hasil darahnya akan naik-turun.

Baca Juga:  RSUD Tambah Jam Praktik Dokter Jiwa

Tak hanya itu, ia juga memberikan inutropik atau obat untuk menstabilkan tanda vital pasien. Pemeriksaan lain dilakukan rekam jantung. Pasalnya anak down syndrome  bisa mengalami gangguan jantung bawaan.  USG kepala pun dilakukan untuk melihat ada-tidaknya problem intrakranial di otaknya

“Pasien ini didapatkan adanya sakit jantung. Selain itu didapatkan ada kista di area otaknya,” paparnya.

Pemeriksaan lain juga diberikan sembari melihat perkembangan kondisi pasien. Potensi penyakit lain masih bisa terjadi. Berupa reaksi leukemoid. Sementara untuk TORCH dan HIV telah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya negatif.

Ia menjelaskan kemungkinan angka kelangsungan hidup atau survival rate sangat rendah. Dibandingkan pada anak-anak , leukemia bawaan lahir angkanya kurang lebih 10 persen. Sementara leukemia pada anak bisa sampai 70 persen.

“Itupun di daerah maju. Di Indonesia lebih rendah lagi,” tutur dia.

Putri menegaskan tidak semua pasien down syndrome  itu leukemia. Tetapi itu bisa menjadi salah satu faktor bayi ini berkembang menjadi leukemia. Pada usia remaja bisa muncul AML di kehidupannya.

Diketahui, Ruang baru NICU RSUD memiliki 12 outlet. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen manajemen. Mendukung program kesehatan nasional. Tujuannya untuk memberikan pelayanan kesehatan secara prima bagi bayi sehat maupun kritis.  (*)

Tags: leukemiaLeukemia Mieloid Akutrsud bontangrsud taman husada
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kerap Kucing-kucingan dengan PKL, Tim Kota Lakukan Pemantauan Rutin

Next Post

Tim Inafis Periksa Rumah yang Diduga Asal Api

Related Posts

Bontang Terima Rp13 Miliar dari Kemenkes, Gedung C RSUD Taman Husada Belum Disetujui
Bontang

Bontang Terima Rp13 Miliar dari Kemenkes, Gedung C RSUD Taman Husada Belum Disetujui

27 Oktober 2026, 11:30
RSUD Taman Husada Bontang Butuh Rp500 Miliar untuk Bangun Gedung C
Bontang

RSUD Taman Husada Bontang Butuh Rp500 Miliar untuk Bangun Gedung C

15 Oktober 2026, 13:00
Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub
Bontang

Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub

29 September 2026, 13:00
Retribusi Parkir RSUD Taman Husada Bontang Diundur, Berlaku Mulai 1 September
Bontang

Retribusi Parkir RSUD Taman Husada Bontang Diundur, Berlaku Mulai 1 September

7 Agustus 2026, 09:00
RSUD Taman Husada Matangkan Retribusi Parkir, Pasien dan Karyawan Dipastikan Gratis
Bontang

RSUD Taman Husada Matangkan Retribusi Parkir, Pasien dan Karyawan Dipastikan Gratis

24 Juli 2026, 10:30
Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK, Parkir RSUD Bontang Resmi Berbayar Mulai Agustus
Bontang

Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK, Parkir RSUD Bontang Resmi Berbayar Mulai Agustus

8 Juli 2026, 08:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.