• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Terinspirasi dari Kota Batu, Hadirkan Ragam Lampion Bertema

by BontangPost
12 Maret 2017, 13:01
in Kaltim
Reading Time: 5 mins read
0
MENAWAN: Pintu Masuk Mahakam Lampion Garden berbentuk istana dalam kisah 1001 malam. Taman lampion ini memang terbagi dalam beberapa area tematik. (FAHMI FAJRI/METRO SAMARINDA)

MENAWAN: Pintu Masuk Mahakam Lampion Garden berbentuk istana dalam kisah 1001 malam. Taman lampion ini memang terbagi dalam beberapa area tematik. (FAHMI FAJRI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Pesona Wisata Taman Lampion di Tepi Sungai Mahakam

Sejak setahun silam masyarakat Samarinda memiliki pilihan tempat wisata baru yang terbilang unik di tepian Sungai Mahakam. Seperti namanya, Mahakam Lampion Garden, taman yang diresmikan di penghujung 2015 ini memang menghadirkan pesona lampion di tengah keramaian malam Kota Tepian.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

ADALAH Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang pertama kali mencetuskan ide pembangunan taman lampion ini. Idenya muncul ketika Jaang berkunjung ke Kota Batu, Jawa Timur di awal tahun 2014. Rupa-rupanya, pesona wisata taman lampion “Batu Night Spectacular” membuatnya terinspirasi untuk mewujudkan taman serupa di Samarinda.

“Keinginan Pak Wali Kota untuk membuat tempat wisata keluarga yang aman, nyaman, dan murah. Juga untuk menambah tempat wisata keluarga di Samarinda,” cerita Samsul Hadi, Manajer Operasional Mahakam Lampion Garden saat ditemui Metro Samarinda (Bontang Post Group/Kaltim Post Group) Sabtu (11/3) kemarin.

Setelah melalui berbagai kajian dan perencanaan, mulailah dilakukan pembangunan tahap pertama di taman kota milik pemerintah di Jalan Lintas Kalimantan Poros Selatan pada Oktober 2014. Luas areanya mencapai 1,2 hektare, termasuk lapangan bola yang direncanakan untuk area parkir. Tahap pembangunan keduanya dilakukan di tahun 2015. Taman kota yang sebelumnya gelap dan tak terurus serta menjadi wilayah “abu-abu” pun disulap menjadi sebuah taman nan menarik dengan berbagai hiasan lampion beraneka bentuk.

“Menurut cerita di tempat ini dulunya sering digunakan untuk tindakan kriminal seperti transaksi narkoba dan praktik mesum. Sekarang dengan digunakannya area taman untuk taman lampion, hal-hal seperti itu tidak ada lagi,” terangnya.

Dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Samarinda, taman ini lantas diresmikan oleh Syaharie Jaang tanggal 22 November 2015. Untuk pengelolaannya, awalnya berada di bawah Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai leading sector. Namun kemudian bekerja sama dengan pihak swasta dalam hal ini PT Samaco terhitung sejak 22 April 2016 setelah melalui proses lelang terbuka. Harga tiket masuknya disepakati dari pemerintah yaitu Rp 10 ribu per orang.

“Rinciannya Rp 5 ribu untuk tiket masuk, Rp 5 ribu untuk jaminan keselamatan pengunjung. Harga tiket itu termasuk murah. Di Jawa saja harga tiket masuk taman lampion Rp 20 ribu per orang,” jelas Samsul.

Pria asal Sidoarjo ini menerangkan, sesuai master plan yang sudah dibuat, taman ini memiliki konsep wahana keluarga yang murah, aman, dan nyaman. Dengan harga tiket yang relatif terjangkau, lingkungan bersih, serta aneka lampion beraneka bentuk dan ukuran, taman lampion ini menjadi salah satu destinasi yang patut dikunjungi. Dalam hal kenyamanan, pengunjung tidak perlu khawatir dengan adanya pengamen atau pihak-pihak lain yang mengganggu kegiatan wisata.

Baca Juga:  Diguyur Hujan, Jalan KS Tubun Amblas 

“Dalam tahap awal ini, konsep yang kami tawarkan yaitu taman untuk pesta kebun. Dengan hiasan lampion-lampion dan wahana permainan anak. Bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan keluarga atau perusahaan seperti family gathering atau arisan,” sebutnya.

Jumlah item lampion sendiri, lanjut Samsul, ada sebanyak 100-an lebih. Semuanya didatangkan dari sanggar lampion Kota Batu. Bentuknya beraneka ragam dan terbagi dalam beberapa area tematik. Area pertama yaitu area bernuansa 1001 malam yang menyapa setelah pintu masuk taman. Setelah itu, area landmark atau monumen-monumen dunia. Berbagai lampion dalam bentuk miniatur bangunan-bangunan bersejarah dunia bisa ditemui di sini.

“Mulai dari Menara Miring Pisa Italia, Menara Eiffel Perancis, hingga Merlion dari Singapura,” terang Samsul.

Melewati area monumen dunia, pengunjung bakal mendapati aneka rupa lampion berbentuk binatang. Kuda Nil, Jerapah, Harimau, merupakan binatang-binatang yang bisa ditemui wujud lampionnya di sini. Naik ke atas melewati jembatan, pengunjung lantas dibawa ke area romantis. Aneka lampion yang melambangkan cinta seperti bentuk hati nan merah siap melengkapi suasana romantis pasangan yang menghabiskan malam di sini. Banyak pengunjung mengabadikan momen dengan berfoto di area ini.

“Di area ini juga kami gunakan untuk kegiatan-kegiatan, misalnya panggung musik dan juga pesta ulang tahun. Tinggal menghubungi kami untuk kami sediakan sound system dan MC-nya,” jelasnya.

Terus menelusuri area taman, pengunjung mesti melewati “Lorong 1000 Bayangan” yang bakal membuat sejenak terpukau. Di kanan dan kiri lorong ini terdapat cermin panjang, memantulkan banyak bayangan siapa saja yang memandang ke dalamnya. Dari pantauan Metro Samarinda, lorong ini cukup membuat pengunjung tertarik dan penasaran.

“Melewati lorong, kita masuk ke area mistik. Walaupun lampion-lampionnya bertema seram, tapi tetap terasa fun dan menghibur,” kata Samsul.

Area terakhir yang bisa dinikmati pengunjung yaitu area fun. Dirancang khusus untuk anak-anak, di area ini banyak lampion bertema superhero dalam komik-komik kesukasaan anak-anak seperti Batman dan Superman. Barulah setelah melewati area ini, pengunjung memasuki “Pasar Wisata”, dengan aneka stan permainan dan sajian kuliner yang menggoda. Pengunjung pun bisa memanjakan lidah dengan suasana dan latar pemandangan Sungai Mahakam yang menenangkan.

Baca Juga:  Rusmadi-Nusyirwan Berjuang ke Puncak 

“Selain dari pihak kami, pasar wisata ini juga diisi oleh para pedagang dari luar. Biaya sewa satu tenda per bulannya Rp 1,5 juta, itu untuk biaya listrik dan keamanan. Sekarang ini ada sekitar enam pedagang yang menyewa di sini,” terangnya.

Selain tema-tema tersebut, Mahakam Lampion Garden tak lupa mengadopsi budaya lokal Kaltim. Beberapa ikon Benua Etam seperti burung Enggang dan Anggrek Hitam pun bisa ditemui di sini. Dengan fasilitas-fasilitas tersebut, taman lampion ramai dikunjungi pengunjung. Baik dari Samarinda maupun dari berbagai daerah di Kaltim lainnya.

Bahkan pengunjungnya lebih banyak dari luar kota. Ada juga yang berasal dari luar Kaltim, misalnya dari Kalimantan Tengah (Kalteng). “Mungkin karena lokasinya yang berada di jalan provinsi,” tambahnya.

Di hari normal yaitu Senin sampai Kamis, rata-rata pengunjung mencapai 100 hingga 200-an orang. Di hari biasa ini, taman dibuka mulai pukul 17.00 Wita sampai pukul 23.00 Wita. Sementara di akhir pekan yaitu Jumat, Sabtu, dan Ahad, jumlah pengunjungnya mencapai 300-an orang. Jam bukanya pada akhir pekan diperpanjang hingga pukul 24.00 Wita.

“Jumlah pengunjungnya bisa lebih banyak lagi di hari-hari besar atau di hari raya. Bisa sampai 1000-an pengunjung. Bahkan saat Tahun Baru kemarin, mencapai 3000-an pengunjung lebih,” beber Samsul.

Namun begitu, dalam beberapa waktu terakhir, jumlah kunjungan ke taman lampion mengalami penurunan. Diakui Samsul hal ini dikarenakan masih kurangnya wahana untuk hiburan pengunjung. Rencananya ke depan, memang akan dilakukan penambahan lampion untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Salah satunya yang direncanakan tahun ini yaitu ferris wheel atau bianglala setinggi 40 meter.

“Rencananya akan dibangun di area parkir yang sekarang. Area parkirnya nanti pindah ke lapangan bola. Harapan kami ferris wheel ini bisa dibangun tahun ini. Bila terwujud, bakal menjadi yang pertama dan terbesar di Kaltim,” ungkapnya.

Menurut Samsul, saat ini fokus utama pihak pengelola adalah bagaimana taman lampion ini dapat bertahan dalam hal jumlah kunjungan. Juga bagaimana bisa dilakukan peningkatan jumlah pengunjung. Pasalnya, pemasukan dari tiket Rp 10 ribu per orang yang saat ini dikenakan hanya mampu untuk menutupi biaya operasional taman. Samsul mengaku PT Samaco selaku pengelola belum mendapatkan keuntungan sejak mengelola taman ini.

“Harga tiket Rp 10 ribu itu sudah mentok. Dari pemerintah pun mintanya segitu, tidak bisa dinaikkan. Penetapan harga itu sudah sesuai kajian. Tidak mungkin kami naikkan. Pendapatan yang ada sejauh ini hanya cukup untuk operasional,” tutur Samsul.

Baca Juga:  Terkait Keterlibatan Kader dalam Dugaan Kasus Persekusi, PDI Perjuangan Enggan Jatuhkan Sanksi

Biaya operasional itu meliputi biaya listrik, pemeliharaan, pajak, hingga membayar para karyawan. Untuk listriknya dengan daya 33 ribu watt, dalam sebulan membutuhkan sekitar Rp 10 juta. Sementara karyawan yang mesti digaji ada sebanyak 25 orang. Dalam perekrutan karyawan sendiri, Mahakam Lampion Garden memberdayakan tenaga lokal. Hanya tiga karyawan yang berasal dari luar Kota Tepian.

“Makanya bisa memenuhi kebutuhan operasional saja sudah bagus. Salah satu resikonya yaitu saat hujan, apalagi kalau berlangsung seharian. Pernah yang datang dalam sehari hanya dua orang. Karena taman ini memang taman terbuka, mau bagaimana lagi?” kenangnya.

Cuaca ekstrim di Samarinda memang menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola taman ini. Panas dan hujan membuat material kain lampion-lampion lebih cepat lapuk dan rusak. Sehingga lampion hanya dapat bertahan dalam waktu 1,5 hingga 2 tahun. Padahal dalam cuaca normal, bahan lampion bisa tahan hingga 3 tahun. Belum lagi bila ada tangan-tangan usil dari pengunjung yang membuat lampion menjadi rusak.

“Sering kami temukan lampion yang jebol. Mungkin ada pengunjung yang iseng menepuk-nepuknya. Hal-hal seperti ini merupakan kejadian di luar teknis,” ujar Samsul.

Berbagai jenis promosi pun dilakukan dalam memperkenalkan Mahakam Lampion Garden di tengah keterbatasan dana yang dimiliki. Di antaranya melalui promosi dari sekolah ke sekolah, kerja sama dengan travel dan hotel, hingga voucher masuk gratis. Misalnya promo beli lima tiket gratis satu, tiket gratis bagi yang berulang tahun, dan voucher gratis bagi para guru.

“Kami juga punya program eduwisata untuk anak-anak TK di luar jam buka normal yaitu di pagi hari. Dalam promosi kami juga datang ke sekolah-sekolah dari tingkat TK dan SD,” kata dia.

Dengan kondisi yang ada saat ini, Samsul bersyukur Mahakam Lampion Garden dapat bertahan. Apalagi selama ini belum ada komplain terkait pelayanan yang diberikan taman lampion ini. Dalam hal ini, pihaknya terus berusaha memberikan yang terbaik kepada para pengunjung. Pembenahan pun direncanakan demi mengembangkan tempat wisata ini.

“Sehingga harapan pemerintah dalam memberikan tempat wisata yang murah, aman, dan nyaman bagi warga bisa terwujud. Merupakan tantangan bagi kami untuk bisa bertahan dan berkembang di tengah kondisi yang ada saat ini,” tandas Samsul. (***)

Tags: Mahakam Lampion GardenMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jurnalis Dianiaya Saat Liputan, Kamera Direbut, Perut Dipukul 

Next Post

Penjaringan Cagub oleh Partai, “Jangan Hanya Formalitas”

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.