• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Khawatir Lang-Lang Tutup Kembali, BW Minta Pemkot Beri Kepastian ke Pedagang

by Fitri Wahyuningsih
24 Juni 2021, 14:28
in DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Bakhtiar Wakkang.

Bakhtiar Wakkang.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id — Pedagang makanan dan minuman di Komplek Lapangan Bessai Berinta, Bontang, tengah resah. Pasalnya, mereka mendengar isu bila pemerintah berencana menutup kembali kawasan itu. Mengingat perkembangan Covid-19 di Bontang dua minggu belakang tengah meroket.

Seperti diutarakan salah seorang pedagang, Rizky Pratama Putra. Dia mengatakan, isu itu mulai berhembus di kalangan pedagang dalam 2-3 hari ini. Ketika 5 kelurahan di Bontang tiba-tiba berubah zona merah.

Akibat isu itu, dirinya tak berani membeli banyak barang buat keperluan menu makanan dan minuman. Ia hanya membeli sekadarnya. Rizky takut, bila belanja banyak tapi ujungnya Lapangan Bessai Berinta ditutup lagi. Praktis ini bakal membuat ia yang sudah kekurangan modal, jadi semakin buntung saja.

“Takut kalau belanja banyak terus ditutup lagi, kami semakin rugi. Ini baru buka soalnya,” kata Rizky ketika disambangi di kiosnya, Rabu (24/6/2021) siang.

Jualan di Bessai Berinta memang jadi sumber utama Rizky mencari penghasilan. Dulu sebelum pandemi melanda, ia bisa memperoleh Rp 400 – Rp 500 ribu per hari. Bahkan di hari libur, Sabtu dan Minggu, bisa tembus Rp 700 ribu.

Baca Juga:  Ketua DPRD Soroti Rendahnya PAD dari Pariwisata, Dorong Bontang Jadi Kota Jasa

Selama Bessai Berinta ditutup, mulai putar haluan. Makanan dijual secara daring. Meski sudah coba beradaptasi dengan kondisi, tetap saja pendapatannya seret. Saban hari, jualan makanan daring hanya bisa mencetak penghasilan Rp 150 – Rp 200 ribu.

“Sangat terjun bebas. Makanya saya secara pribadi berharap sekali Lang-Lang (Bessai Berinta) tidak ditutup lagi. Kasian kami,” harapnya.

Pendapat kurang lebih serupa diutarakan Ike Suhartini. Dia bilang, kendati tak terlalu menggantungkan pendapatan dari jualan di Lapangan Bessai Berinta, tapi itu cukup menopang kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Menu yang ditawarkan Ike hanya minuman blender, mie instan rebus, dan gado-gado. Dari menu ini, dia bisa mendapat Rp 500 ribu per hari. Ini sebelum pandemi. Selama pandemi dia akhirnya jualan keliling buat memastikan dapur terus mengebul.

Baca Juga:  Anggota DPRD Bontang Jalani Rapid Test, Begini Hasilnya

“Saya sih enggak jualan di sini saja. Namun besar harapan saya, Lang-Lang enggak ditutup. Walau saya yakin, pemerintah pasti tidak setega itulah. Kan kami baru saja buka ini. Masa ditutup lagi. Kayaknya tidak mungkin,” urainya.

Tanggapan Anggota Dewan

Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang mengatakan, sebelum keputusan pembukaan Lapangan Bessai Berinta diambil, mestinya ini didahului dengan kajian matang. Artinya, pemerintah sudah tahu langkah apa mesti diambil buat meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di Lapangan Bessai Berinta. Atau strategi apa apa saja yang mesti diambil ketika tiba-tiba terjadi lonjakan kasus Covid-19 seperti saat ini. Tapi tanpa mengabaikan nasib pedagang di Lapangan Bessai Berinta.

“Kita apresiasi Lang-Lang dibuka. Tapi mestinya ada kajian sebelum pembukaan ini. Bukannya dibuka karena desakan,” kata Bakhtiar ketika dihubungi bontangpost.id, Rabu (23/6/2021) siang.

Baca Juga:  DPRD Dukung Penjagaan dan Penutupan Beberapa Ruas Jalan

Bila sudah didahului kajian yang matang, mestinya pemerintah tidak menutup Lapangan Bessai Berinta. Tapi menjalankan protokol kesehatan di lokasi itu. Misalnya, sebelum masuk lapangan Bessai Berinta, ada petugas yang mengecek suhu tubuh pengunjung, dan membatasi jumlah pengunjung. Juga menempatkan beberapa petugas buat memastikan pedagang dan pengunjung disiplin prokes.

“Harapan saya, tempat ini tidak ditutup. Tapi pemerintah kasih solusi,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa BW mengatakan, menutup Lapangan Bessai Berinta bukanlah solusi. Ada strategi lain bisa ditempuh pemerintah buat meminilisir potensi penyebaran Covid-19 tanpa mengabaikan nasib pedagang. Dia pun menegaskan, pemerintah wajib memberi kepastian kepada pedagang. Jangan biarkan mereka terus-terusan dirong-rong rasa khawatir.

“Pikirkan itu, kasian sekali mereka. Sekarang buat kue, tapi takut besok ditutup,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PPKM Mikro Diperketat

Next Post

Agus Haris Sebut Pengesahan Anggaran Pergeseran Wewenang Pimpinan DPRD

Related Posts

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans
Bontang

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans

3 September 2025, 12:30
Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan

29 Agustus 2025, 15:00
DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD
DPRD Bontang

DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD

29 Agustus 2025, 11:53
Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026

29 Agustus 2025, 11:00
Proyek SDN 007 Bontang Utara Jadi Sorotan DPRD, Terlambat Lelang Dikhawatirkan Molor
DPRD Bontang

Komisi A DPRD Bontang Usul Operasi Timbang Serentak Dilaksanakan Berkala

29 Agustus 2025, 10:00
DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak
DPRD Bontang

DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak

29 Agustus 2025, 08:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.